Maaf Diterima
“Aku yang harusnya minta maaf.”
Sebenarnya aku sudah tak ingin ada lagi amarah di antara kita, sudah cukup melelahkan apa yang kita lewati, aku hanya ingin bersadar sejenak dan mengungkapkan betapa cinta itu selalu ada dan begitu ingin memilikinya.
Hanya saja aku tak akan pernah bisa memilikimu yang aku tahu dari awal aku jatuh hati dan membiarkan perasaan itu larut bersama kepahitan yang harus aku terima.
Tahukah kamu aku selalu menerimanya manis pahit yang ada?
Other Stories
Awas, Ada Bakpao!
Liburan Ramadhan yang Lulu kira bakal adem dan hangat, berubah ketika dia bertemu dengan R ...
Rana Takdir
"Sejarah tidak pernah ditulis oleh mereka yang hanya melihat. Sejarah ditulis oleh mereka ...
The Last Escape
The Last Escape, Berawal dari rencana liburan oleh 15 sekawan dari satu universitas, untuk ...
Pasti Ada Jalan
Sebagai ibu tunggal di usia muda, Sari, perempuan cerdas yang bernasib malang itu, selalu ...
Warung Kopi Reformasi
Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...
Haura
Apa aku hidup sendiri? Ke mana orang-orang? Apa mereka pergi, atau aku yang sudah berbe ...