Hati Yang Terbatas

Reads
2.6K
Votes
0
Parts
17
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

Lost Almost Three Years

Dua tahun menghabiskan sisa terakhir SMU dan melanjutkan kuliah di Yogyakarta. Setidaknya Kinanti cukup berbahagia dengan adanya Mas Fauzi di sampingnya yang selalu menemani dan menghibur saat ayah dan bunda meributkan hal-hal yang tidak jelas kapan selesainya.
Hubungan pacaran yang membuat Kinanti tenang kalaupun ada riak-riak hanya sekedar gosip dan selalu terselesaikan dengan baik.
Mas Fauzi juga selalu menunjukkan rasa sayangnya, melewati semuanya dengan Mas Fauzi cukup membuat bahagia.
Rasanya tidak terlalu sepi kecuali saat sendiri, ada waktu yang terhabiskan dengan hati pria yang dicintai bahkan sudah yakin akan hubungan yang direstui kedua belah pihak menuju arah serius.
Walau masih ada tuntutan bagi Kinanti melewati masa kuliah meraih gelar S1-nya. Berdua berkomitemn untuk melewati fase ini dan kemudian menikah.
Bahkan Kinanti di rumah Fauzi sudah dianggap keluarga, papa mama Fauzi membiarkan Kinanti dan Fauzi berdua di ruang tamu.
Semua tanpak berjalan mulus, tidak perlu ada yang diragukan lagi. Bahkan Kinanti yakin kalau Fauzi adalah belahan jiwanya yang pertama dan terakhir.
***
Yogyakarta menyambut dengan damai, senja yang indah pertama kali Kinanti nikmati dari pintu kamar yang menghadap arah Barat menyaksikan sang surya tenggelam.
Semester awal yang berat melewati masa kesendirian, kabar pertengkaran sesekali Kinanti dengar bila bundanya yang tampak tidak tahan meneleponnya dan mengatakan kerinduan pada Kinanti dan juga Kak Melati.
Yogyakarta yang senyap membuat hari-hari Kinanti habis dengan mata kuliah-mata kuliah dasar satu yang cukup membuatnya pusing.
Kinanti berasal dari kelas IPA, tapi harapan menjadi dokter kandas karena tidak lolos beberapa fakultas kedokteran yang dia daftar, Kinanti memutuskan untuk kuliah di ekonomi manajemen yang cukup membuatnya pusing karena ada pelajaran akuntansi yang sama sekali tidak disentuh saat kelas XI dan XII.
Rasa kangen dengan Mas Fauzi sedikit terobati dengan setiap malam Minggu Mas Fauzi menyempatkan menelepon dan bertanya bagaimana keadaannya.
Bahkan kadang Mas Fauzi menggodanya adakah teman kampus yang menggelitik hati Kinanti untuk berpaling darinya.
Kinanti jelas-jelas jawab ‘tidak ada’, hatinya sudah terlanjur mantap dengan pilihan pertama dan memang tidak ada masalah apapun untuk dia harus pindah ke lain hati segala.
“Aku tidak bisa pindah ke lain hati Mas Fauzi, hatiku sepenuhnya milikmu. Semua yang telah aku lewati bersamamu adalah kenangan pertama yang tak terlupakan...” Kinanti menjawab dengan bergetar, ingatannya melompat beberapa waktu lalu saat ciuman pertama menjelang kepergiannya ke Yogyakarta terlewati.
Genggaman tangan yang kuat dan pelukan yang menghangatkan dan memberinya ketenangan saat prahara kedua orang tuanya tidak ada ujung selesainya.
***
Kinanti tidak bisa berharap banyak Fauzi ada di sampingnya, hampir setahun Kinanti di Yogyakarta dan dua semester terlewati dengan nilai-nilai yang cukup memuaskan.
Mas Fauzi dua kali sempat mengunjunginya dan menghabiskan malam Minggu jalan-jalan ke Malioboro.
Tidak perlu ragu akan hati yang berubah, karena Mas Fauzi tidak beubah sedikit pun. Tetap menyayangi, bersikap lembut dan berharap Kinanti cepat selesai kuliah lalu menjemput impian mereka yang merupakan the perfect plan.
Sebulan dari kunjungan Mas Fauzi ke Yogyakarta, Dian sahabat masa SMU meneleponnya.
“Kinan, kamu harus tahu kalau Mas Fauzi-mu tidak setia seperti yang kamu kira. Aku cukup berat menyimpan beban ini sendirian.”
***
Meluncur cerita tentang Mas Fauzi yang sekarang dekat dengan Nia yang juga rekan kerja Dian di sebuah radio swasta.
Kinanti tidak ada pilihan, keberangkatan ke Jakarta hanya mengikuti kata hatinya. Kinanti sengaja tidak memberi tahu siapapun.
Tidak kepada ayah bunda yang masih ribut terus, tidak juga pada Kak Melati yang tinggal menyelesaikan beberapa mata kuliah dan skripsinya di Surabaya. Hanya Dian yang dia beri tahu dan Kinanti minta izin menginap beberapa malam untuk membuktikan apa yang Dian ceritakan.
Dan akhirnya Kinanti tersadar kalau Mas Fauzi memang sudah berselingkuh di belakangnya.
Ternyata remuk rasa di hatinya karena harus putus dengan cinta pertama dan terasa sangat menyakitkan, bahkan mungkin rasa sakit yang impas saat kebahagiaan pun teraih ketika menerimanya sebagai cinta pertama.
Rasa kebencian dan cinta menjadi sangat tipis dan berbalik seratus delapan puluh derajat, begitu sangat cepat.
Saat menyaksikan Fauzi yang tengah berjalan dengan Nia sengaja Kinanti meneleponnya dan yang ada dia me-reject-nya berulang, tapi Fauzi sempat mengirim SMS, “Nanti ya Sayang, lagi ada kelas nih...”
“Iya kelas dengan cewek barumu!” rutuk hati Kinanti. Hatinya panas bercampur aduk rasa sakit, ingin dia langsung samperin pasangan yang tengah dimabuk asmara itu tapi tidak enak kalau Dian menjadi sasaran kemarahan Nia karena dianggap sebagai tukang mengadu.
Kinanti memutuskan langsung pulang ke Yogyakarta dan menunggu apa yang akan Mas Fauzi lakukan selanjutnya tentang hubungan mereka yang Kinanti anggap sudah hancur berkeping-keping.
Saat ini Mas Fauzi belum tahu kalau Kinanti sudah tahu apa yang terjadi sebenarnya antara dia dengan gadis lain yang membuat Kinanti merasa tidak ada artinya lagi. “Atau” bahkan Kinanti merasa sangat dibohongi.
“Atau” yang terpenggal... Kinanti merasa kalau dirinya mungkin cewek yang terlalu egois selama ini, cewek yang maunya dimanja dan Fauzi lelah atau bahkan bosan! Berpacaran dengan dirinya yang dianggap anak kecil, tahunya beres dan tidak berkontribusi atas kesuksesannya.
Kinanti merasa tidak layak juga jadi pendamping hidupnya, Kinanti terhenyak kalau dilanjutkan takut nantinya terlalu banyak permainan di belakang dirinya antara Mas Fauzi dengan wanita-wanita lain yang dianggapnya dewasa.
Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam hatinya, kenapa Mas Fauzi tega melakukan hal ini padanya? Ah Kinanti sadar terlalu banyak yang dia skip begitu saja, seperti gosip-gosip waktu lalu tentang Mas Fauzi dengan beberapa cewek, tentang egois hatinya selama ini yang hanya menjadikan Mas Fauzi pelarian untuk melindungi dirinya dari rasa sedih prahara ayah bundanya dan Kinanti sadar hingga detik ini dia tidak memberikan arti apapun pada pasangannya.
Perbedaan umur yang cukup jauh, Kinanti hanya merasakan kenyamanan saja dan mungkin membuat Mas Fauzi ragu untuk berdiskusi apapun dengannya.
Ya! Kini Kinanti sadar dirinya mungkin terlalu egois juga! Sepenuhnya perselingkuhan di belakangnya karena Mas Fauzi merasa tidak bisa berbagi apa pun dengan hatinya.
Perih! menyesakkan dada Kinanti saat menyadari semuanya, dia harus menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri kebersamaan pria terkasih yang menemani tiga tahun ini tengah berjalan dengan wanita yang lebih matang tampaknya.
***
Nyatanya memang hubungan menjadi begitu hampa, cinta di hati Kinanti berubah pupus seketika.
Kekakuan tercipta saat komunikasi terjalin, ada jarak yang terbentang Kinanti cipta tanpa minta melaku begitu saja.
Tampaknya Mas Fauzi pun mulai menjaga jarak, tanpa Kinanti minta penjelasan sudah tahu jawabannya.
Hingga kata putus meluncur begitu saja dari bibirnya, dengan sandiwara Mas Fauzi yang meledak-ledak menahan amarah karena Kinanti memutuskan hubungan kasih mereka.
Kinanti hanya tertawa dari seberang telepon dan menjawab dengan tenang, “Aku tahu semuanya dan lebih baik tidak usah bersandiwara lebih lama lagi. Aku tahu kamu sudah memutuskan memilih siapa di belakang aku....”
Berusaha tegar! Tapi nyatanya hatinya hancur berkeping-keping. Gerimis mengguyur Kota Yogyakarta sedari sore, “Musim penghujan hadir tanpa pesan bawa kenangan lama telah menghilang saat yang indah dikau di pelukan setiap napasmu adalah milikku surya terpancar dari wajah kita bagai menghalau mendung hitam tiba sekejap badai datang mengoyak kedamaian segala musnah lalu gerimis langit pun menangis kekasih, andai saja kau mengerti harusnya kita mampu lewati itu semua dan bukan menyerah untuk berpisah...” (Gerimis_Kla Project)
Lagu Kla Project menemani malam Minggunya yang sunyi dan resmi dirinya sendiri lagi. Kesendirian yang sempurna. Karena tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, semua sudah tampak jelas adanya.

Other Stories
Puzzle

Ros yatim piatu sejak 14 tahun, lalu menikah di usia 22 tapi sering mendapat kekerasan hin ...

DI BAWAH PANJI DIPONEGORO

Damar, seorang Petani, terpanggil untuk berjuang mengusir penjajah Belanda dari tanah airn ...

Final Call

Aku masih hidup dalam kemewahan—rumah, mobil, pakaian, dan layanan asisten—semua berka ...

Pintu Dunia Lain

Nadiva terkejut saat gedung kantor berubah misterius: cat memudar, tembok berderak, asap b ...

Cinta Di 7 Keajaiban Dunia

Menjelang pernikahan, Devi dan Dimas ditugaskan meliput 7 keajaiban dunia. Pertemuan Devi ...

Gm.

menakutkan. ...

Download Titik & Koma