04. Cara Mereka Melihat
Ita memetikkan jari nya, "kita harus gagalin rencana ini."
"Maksudnya?" Sahut askia mengernyit kan dahinya.
"Iya... rencana perjodohan lo ini harus di gagalkan."
"Tapi.gimana caranya?" Balas shreya.
" Langkah pertama kita harus bicara dengan orangtua askia."
"Bukankah itu terkesan tidak sopan ta?"
"Tidak ada yang salah dari ini,kita harus mencobanya." Lalu mereka bertiga mengangguk,tapi lagi lagi kali ini askia yang melihat bekas luka di kaki Ita seperti yang ada di tangannya,
"ini...lo kenapa lagi ta? Dicakar kucing? Apa di cakar kambing?." Sahutnya sambil membuka sedikit kain yang menutupi kaki bagian bawah lutut Ita, dengan grusa grusu Ita menutupinya kembali.
"Lo kenapa sih ta?." Ujar shreya kepada nya tapi Ita hanya diam berusaha mengalihkan perhatian.
"Udah mah ini tuh luka biasa pliss deh kalian jangan berlebihan,besok juga sembuh " jelasnya meringis kaku,membuang pelan muka nya yang seketika berubah menjadi penuh kesedihan.
...
Diah sibuk dengan buku polanya sehingga ia lupa caranya tersenyum, wajahnya terlihat kusut seperti benang yang sulit diurai, tangannya terlalu over menggambar pola nya sampai kertas nya sobek dan itu membuatnya semakin kesal.
ia kembali memukuli kepalanya karena sejak tadi tidak juga bisa untuk mencoba mengerjakannya, "yaampun sulit banget, capek.." keluhnya sambil mencoret coret dikertas untuk sedikit melepaskan rasa kesal dan lelahnya,tapi hp nya berbunyi kemudian ia membukanya, terdapat notif dari aplikasinya untuk menulis cerita,sesaat hp nya nge lag karena notif yang membeludak yang disebabkan cerit yang ia tulis banyak dikunjungi pembaca,hal itu membuatnya senang sekaligus sedih secara bersamaan,disaat dirinya merasa bahagia dan cukup tapi orangtuanya tidak menerima, " akan ku coba berbicara pada mereka siapa tahu mereka bisa mengerti." Ujarnya seraya keluar dari kamarnya,ia menghampiri orangtua nya yang sedang ada di ruang tamu.
"Pa,ma... lihat banyak yang membaca cerita ku,itu berarti karyaku memang layak untuk di publish." Ucapnya semangat seraya menunjukkan hpnya , tapi papanya tiba tiba menyaut hp nya dan melemparnya tanpa banyak basa basi,Diah hanya bisa melongo sedih. "Menulis tidak akan membuatmu sukses,ingat baik baik apa yang haru kamu lakukan " jelas papanya kemudian langsung pergi begitu saja sementara namanya masih dan menatap Diah dengan seksama, "satu lagi...pegang gunting kain mu,kalungkan meteran di lehermu dan jangan pernah tutup buku tentang fashion mu, mengerti?.." sambung ibunya berlalu pergi,ia hanya bisa menangis sambil mengambil hp nya,ia kembali memegang nyaman tekanan itu," entah kapan ini akan berakhir.." gumamnya.
...
Ita berusaha video call Diah tapi Baru bisa tersambung sekarang," woy Diah..." Sapa Ita kepada Diah.
"Muka Lo kenapa di,lempeng amat " sahut shreya,lalu Diah merapikan rambutnya.
"Biasa...gue lagi cape banget,gue mau tidur "
"Bentar dulu napa,kita punya rencana."
"Rencana apaan?" Tanyanya bingung dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Mendingan besok Lo ikut kita,kita jelasin besok." Lalu Diah mengakhiri video call nya.
...
Matahari bersemu malu,langit mulai menggelap,masa senja adalah pemandangan terbaik, sama dengan Diah,hp shreya terus berbunyi ia segera melihat nya,bukan yang positif, banyak yang komen di YouTube nya nyanyi tadi, mereka kebanyakan berkomentar soal fisik shreya yang semakin menggemukm
"Cantik sih,tapi badan kek badak."
"Diet woi...badan Lo udah kek gajah guling."
"Suara elit,diet sulit " begitulah beberapa komentar yang shreya baca,ia merasa semakin down semakin insecure setelah kemarin pacarnya mengatakan itu,tapi sekarang publik yang berbicara, itu sangat menyakitkan bukan?
Lantas ia bangkit berjalan menuju ke timbangan badan nya,ia memejamkan matanya berharap hasil timbangan nya berkurang tapi malah bertambah lima kg yang kini , "87 kilo gram.." gumamnya lalu menghela nafas berat. Lalu ia berdiri di depan cermin menatapi dirinya yang menurut dunia tak lagi sempurna itu.
mereka semua aneh,suara yang aku jual tapi tetap saja arah pandang mereka mengarah ke fisik,aku tidak paham dengan prinsip dunia,ada yang cantik pengen jelek karena terus dikejar para cowok,ada yang jelek terus mengeluh karena penolakan cowok,ada yang gemuk menangis berjuang pengen mendapatkan berat badan yang ideal,ada juga yang kurus ngebet makan banyak pengen berbadan berisi, bisakah kita tidak melihat dari kacamata buruk itu? Harusnya pikirkan bagaimana cara menolong orang yang kesusahan itu, bagaimana cara fokus menggapai mimpi tanpa menoleh ke hal itu? Karena memang hanya hati yang dapat mengendalikan nya... Shreya terus bergumam dalam hatinya, sampai kapan? Akankah sampai bejana terisi penuh.
"Maksudnya?" Sahut askia mengernyit kan dahinya.
"Iya... rencana perjodohan lo ini harus di gagalkan."
"Tapi.gimana caranya?" Balas shreya.
" Langkah pertama kita harus bicara dengan orangtua askia."
"Bukankah itu terkesan tidak sopan ta?"
"Tidak ada yang salah dari ini,kita harus mencobanya." Lalu mereka bertiga mengangguk,tapi lagi lagi kali ini askia yang melihat bekas luka di kaki Ita seperti yang ada di tangannya,
"ini...lo kenapa lagi ta? Dicakar kucing? Apa di cakar kambing?." Sahutnya sambil membuka sedikit kain yang menutupi kaki bagian bawah lutut Ita, dengan grusa grusu Ita menutupinya kembali.
"Lo kenapa sih ta?." Ujar shreya kepada nya tapi Ita hanya diam berusaha mengalihkan perhatian.
"Udah mah ini tuh luka biasa pliss deh kalian jangan berlebihan,besok juga sembuh " jelasnya meringis kaku,membuang pelan muka nya yang seketika berubah menjadi penuh kesedihan.
...
Diah sibuk dengan buku polanya sehingga ia lupa caranya tersenyum, wajahnya terlihat kusut seperti benang yang sulit diurai, tangannya terlalu over menggambar pola nya sampai kertas nya sobek dan itu membuatnya semakin kesal.
ia kembali memukuli kepalanya karena sejak tadi tidak juga bisa untuk mencoba mengerjakannya, "yaampun sulit banget, capek.." keluhnya sambil mencoret coret dikertas untuk sedikit melepaskan rasa kesal dan lelahnya,tapi hp nya berbunyi kemudian ia membukanya, terdapat notif dari aplikasinya untuk menulis cerita,sesaat hp nya nge lag karena notif yang membeludak yang disebabkan cerit yang ia tulis banyak dikunjungi pembaca,hal itu membuatnya senang sekaligus sedih secara bersamaan,disaat dirinya merasa bahagia dan cukup tapi orangtuanya tidak menerima, " akan ku coba berbicara pada mereka siapa tahu mereka bisa mengerti." Ujarnya seraya keluar dari kamarnya,ia menghampiri orangtua nya yang sedang ada di ruang tamu.
"Pa,ma... lihat banyak yang membaca cerita ku,itu berarti karyaku memang layak untuk di publish." Ucapnya semangat seraya menunjukkan hpnya , tapi papanya tiba tiba menyaut hp nya dan melemparnya tanpa banyak basa basi,Diah hanya bisa melongo sedih. "Menulis tidak akan membuatmu sukses,ingat baik baik apa yang haru kamu lakukan " jelas papanya kemudian langsung pergi begitu saja sementara namanya masih dan menatap Diah dengan seksama, "satu lagi...pegang gunting kain mu,kalungkan meteran di lehermu dan jangan pernah tutup buku tentang fashion mu, mengerti?.." sambung ibunya berlalu pergi,ia hanya bisa menangis sambil mengambil hp nya,ia kembali memegang nyaman tekanan itu," entah kapan ini akan berakhir.." gumamnya.
...
Ita berusaha video call Diah tapi Baru bisa tersambung sekarang," woy Diah..." Sapa Ita kepada Diah.
"Muka Lo kenapa di,lempeng amat " sahut shreya,lalu Diah merapikan rambutnya.
"Biasa...gue lagi cape banget,gue mau tidur "
"Bentar dulu napa,kita punya rencana."
"Rencana apaan?" Tanyanya bingung dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Mendingan besok Lo ikut kita,kita jelasin besok." Lalu Diah mengakhiri video call nya.
...
Matahari bersemu malu,langit mulai menggelap,masa senja adalah pemandangan terbaik, sama dengan Diah,hp shreya terus berbunyi ia segera melihat nya,bukan yang positif, banyak yang komen di YouTube nya nyanyi tadi, mereka kebanyakan berkomentar soal fisik shreya yang semakin menggemukm
"Cantik sih,tapi badan kek badak."
"Diet woi...badan Lo udah kek gajah guling."
"Suara elit,diet sulit " begitulah beberapa komentar yang shreya baca,ia merasa semakin down semakin insecure setelah kemarin pacarnya mengatakan itu,tapi sekarang publik yang berbicara, itu sangat menyakitkan bukan?
Lantas ia bangkit berjalan menuju ke timbangan badan nya,ia memejamkan matanya berharap hasil timbangan nya berkurang tapi malah bertambah lima kg yang kini , "87 kilo gram.." gumamnya lalu menghela nafas berat. Lalu ia berdiri di depan cermin menatapi dirinya yang menurut dunia tak lagi sempurna itu.
mereka semua aneh,suara yang aku jual tapi tetap saja arah pandang mereka mengarah ke fisik,aku tidak paham dengan prinsip dunia,ada yang cantik pengen jelek karena terus dikejar para cowok,ada yang jelek terus mengeluh karena penolakan cowok,ada yang gemuk menangis berjuang pengen mendapatkan berat badan yang ideal,ada juga yang kurus ngebet makan banyak pengen berbadan berisi, bisakah kita tidak melihat dari kacamata buruk itu? Harusnya pikirkan bagaimana cara menolong orang yang kesusahan itu, bagaimana cara fokus menggapai mimpi tanpa menoleh ke hal itu? Karena memang hanya hati yang dapat mengendalikan nya... Shreya terus bergumam dalam hatinya, sampai kapan? Akankah sampai bejana terisi penuh.
Other Stories
Autumn's Journey
Henri Samuel, penulis yang popularitasnya meredup, mendapat tugas riset ke Korea Selatan. ...
Ablasa
Perjalanan Nindya dan teman-temannya ke Nusakambangan menjadi menyeramkan setelah mereka t ...
Nona Manis ( Halusinada )
Dia berjalan ke arah lemari. Hatinya mengatakan ada sebuah petunjuk di lemari ini. Benar s ...
Bekasi Dulu, Bali Nanti
Tersesat dari Bali ke Bekasi, seorang chef-vlogger berdarah campuran mengubah aturan no-ca ...
Dengan Ini, Saya Terima Nikahnya
Penulis pernah menuntut Tuhan memenuhi keinginannya, namun akhirnya sadar bahwa ketetapan- ...
Aku Pulang
Raina tumbuh di keluarga rapuh, dipaksa kuat tanpa pernah diterima. Kemudian, hadir sosok ...