Bab 1 – Hoodie Pink
Bab 1 – Hoodie Pink
Namaku Sefia.
Aku gadis pemakai hoodie pink. bukan karena aku penggemar warna pastel, tapi karena warna ini cukup ngejreng buat bikin musuh ngeremehin aku. Dan kemudian mereka akan kaget saat aku melempar sapi pakai pikiran.
Iya, sapi. Mamalia empat kaki, berat satu ton, punya tatapan kosong tapi damai. kau belum pernah lihat sapi terbang sampai kau lihat aku marah di hari Senin. Saat ada copet lewat dan aku lagi cari hewan kurban untuk kakekku. soo..... aku bikin sapi didepanku terbang menimpa copet itu. Hasilnya copet itu gepeng tertindih dengan mesrahnya.
Oh, dan satu lagi, aku punya partner. Namanya Cahyo.Manusia berkekuatan mutasi kodok. Kadang sok bijak, kadang bego maksimal, tapi entah kenapa aku nyaman sama dia. (Ya ampun. udah ketahuan aku naksir, ya?)
Aku tinggal bersama kakekku. Profesor Handoyo.
Orang kaya yang kerjaannya bikin alat superhero, serum mutasi, dan teh manis panas yang selalu kebanyakan gula.
Katanya, dia yang menjadi waliku waktu kecil setelah orang tuaku hilang di Laut Jawa. Katanya juga, pesawat pribadi mereka jatuh, nggak ada yang selamat. Dan katanya lagi, aku gak boleh tahu siapa mereka, demi keselamatanku.
Keselamatan?
Lucu juga. Karena waktu aku bayi, aku sendiri yang jadi bahaya. waktu aku nangis, ruangan bisa porak-poranda.
Lemari melayang, jendela pecah, dan... kucing tetangga pernah ketimpa blender. (Sorry, Mpus.)
Kekuatan ini, telekinesis, datang tanpa instruksi manual. Aku gak tahu tombol OFF-nya.
Makanya, umur 5 tahun, aku dikirim keliling dunia.
Bukan buat liburan. Tapi buat “pelatihan.”
Versi halus dari “dijadikan bahan eksperimen.”
Aku sempat diasuh pasangan profesor di Jerman, mantan tentara di Swiss, bahkan seorang biarawati di Islandia. Mereka semua bilang aku istimewa. Tapi juga... berbahaya.
Sampai akhirnya, saat aku menginjak usia 13 tahun, aku dikirim kembali ke Indonesia. Ke rumah kakekku.
Ke rumah yang terasa asing tapi punya aroma teh manis dan mesin-mesin aneh. Ke sekolah biasa yang penuh murid luar biasa. Tempat aku bertemu Cahyo, Rico, Aryo, Dani, Maya, Evi, dan Wulan. dan petualangan yang gak pernah aku pikir akan terjadi di hidupku.
Tapi sebelum semua itu terjadi, sebelum aku ikut berantem lawan mutan dan pemburu serum mutasi, Aku hanya gadis kecil yang ingin tahu siapa sebenarnya orang tuaku?. dan kenapa aku merasa semua orang di sekitarku menyembunyikan sesuatu?
Hoodie Pink & Beban Kota
Setelah berbagai kekacauan, pertarungan, dan drama konyol di kelas 1 SMA, aku bisa bilang, hidupku kayak anime shonen yang belum tamat.
Sekarang aku dan teman-temanku bergantian menjaga kota Surabaya. Iya, kota yang terkenal dengan buaya, rawon, dan lalu lintas yang kadang bikin ingin pindah ke dunia paralel.
Kami bukan pahlawan yang sok hebat.
Bahkan kalau boleh jujur, kami gak pernah ngerasa hebat. Kami cuma remaja biasa yang kebetulan atau sialnya dikasih kekuatan luar biasa. Dan karena itu, kami harus kerja sama buat nyelesain masalah-masalah luar biasa juga.
Kalau Cahyo sendirian, mungkin dia udah nyangkut di got waktu kejar-kejaran sama monster kadal. kalau aku sendirian, mungkin sapi terbangku udah nyelonong masuk Gedung Grahadi.
Kami butuh tim.
Aryo dengan lengan besinya.
Rico si Iron-Man kw yang jago nendang dan ngeles.
Dani dengan seribu dronenya yang gak pernah bisa diam.
Wulan dan Maya dengan strategi dan semangat tempur mereka.
Evi yang diem-diem paling peka.
Dan tentu saja, si manusia kodok, Cahyo.
Kadang ngeselin. Kadang lucu. Kadang bikin deg-degan.
Tapi aku gak akan ngaku itu terang-terangan.
Kami jagain kota ini.Siang atau malam, pake seragam atau hoodie, dari pencuri dompet sampai monster berkepala tiga. Tapi itu masalah kota.
Masalah pribadi?
Heh.
Itu urusan lain.
Gak ada yang ngajarin gimana cara menghadapi rindu yang gak bisa dijelaskan. Atau trauma masa kecil yang suka muncul waktu sendirian. Atau perasaan aneh waktu Cahyo senyum ke orang lain.
(Ya Tuhan, kenapa aku tulis ini?)
Jadi, meski aku punya kekuatan buat ngangkat truk pake pikiran. kadang aku gak bisa ngangkat beban hati sendiri.
Kadang aku butuh seseorang buat dengerin. Bukan buat kasih solusi. Cuma buat duduk di sebelahku dan bilang, "Tenang, Fi. Lo gak sendirian."
Sayangnya, aku terlalu keras kepala buat minta itu secara langsung.
Tapi siapa tahu. Suatu hari nanti aku cukup berani buat ngaku aku butuh orang lain. yang bukan cuma untuk pertarungan. Untuk jadi Kakak, Kawan, dan Seseorang yang Tolol Tapi menghibur.
Aku tinggal sekamar dengan Maya.
Dia adalah sahabat, mentor, sekaligus kayak kakak perempuan yang gak pernah aku punya.
Maya itu. putri dari Bu Ratna, mantan murid kakekku.
Jadi, secara silsilah pahlawan, kita ini kayak pewaris kekacauan generasi kedua. Bedanya, Maya udah dapet pelatihan ninja sejak kecil.
Sumpah, sejak kecil.
Ibunya nyerahin dia ke sebuah perkampungan ninja.
Bukan ke daycare, bukan ke TK, tapi ke markas ninja.
Sementara aku dilempar ke pelatihan Eropa—Maya belajar menghilang dalam kabut sambil bawa pisau.
Dia punya kekuatan unik aroma manipulator.
Aromanya bisa ngebikin manusia atau makhluk hidup lain jadi jinak, patuh, bahkan mabuk cinta.
(Jangan salah paham. Ini bukan parfum merek mahal. Ini benar-benar mutasi.)
Tapi meskipun dia bisa ngendaliin orang lain. Dia gak pernah coba ngendaliin aku.
Makanya aku percaya sama dia.
Aku suka tinggal serumah dengannya.
Aku suka kalau dia tiba-tiba nyodorin teh hangat sambil bilang,
“Kamu mimpi buruk, ya?”
Atau saat dia bantu ngerapiin barangku padahal kamarku kayak kapal pecah.
Aku merasa punya kakak.
Seseorang yang gak cuma ngerti bahaya dunia ini, tapi juga ngerti... betapa beratnya tumbuh dengan kekuatan yang bahkan kita gak minta.
Terus soal Cahyo?
Awalnya kupikir dia kayak abang kelas yang sialnya saat duduk sebangku di taman bungkul, aku merasa nyaman.
Lugu.
Gak bisa diem.
Kadang terlalu jujur, kadang terlalu goblok.
Punya kebiasaan makan gorengan tanpa ngelap tangan dulu sebelum megang buku.
Tapi...
Entah sejak kapan...
tawanya yang receh...
kekonyolannya waktu pakai hoodie kebalik...
dan keberaniannya yang nekat pas nyelametin aku waktu duel...
semua itu mulai bikin aku—
Ah.
Lupakan.
Aku gak suka yang rumit.
Aku cukup bilang gini.
Awalnya kukira dia kakak... sekarang malah bikin deg-degan.
Tapi... ini bukan saatnya bahas hati.
Kami punya kota yang harus dijaga.
Musuh yang harus dilawan.
Dan masa lalu... yang belum selesai.
Patroli Malam
Dan kini,
aku dan Kak Maya sedang duduk di atap sebuah gedung mall di kotaku.
Malam seperti ini...
angin tinggi, lampu kota gemerlap, dan tugas sebagai "penjaga kota" terasa seperti film action yang belum kelar-kelar.
Tiba-tiba...
Brrummm!!!
Suara rombongan geng motor membelah jalanan di bawah.
Jumlah mereka gak main-main.
Beberapa bawa senjata tajam, yang lain kayak siap bikin onar.
"Fia, bikin semua motor berhenti pakai telekinesismu."
Instruksi Kak Maya lewat interkom.
"Siap."
Aku berdiri, menutup mata sejenak, lalu menjentikkan jari.
Roda motor-motor itu serentak ngelock.
Gak bisa gerak.
Beberapa sampai oleng dan nyungsep sendiri.
Maya melirikku.
Lalu, dengan elegan, dia meloncat ke bawah.
Turun seperti angin.
Hoodie putihnya melambai, berkilau di bawah lampu jalan. kayak kuntilanak versi premium.
Dan...
Wuussh...
Dia hembuskan aroma khas dari tangannya.
Dalam hitungan detik, satu per satu anak geng motor itu tumbang.
Tertidur.
Kayak bayi kelelahan habis ikut lomba 17-an.
Aku tersenyum kecil,
lalu bicara pelan lewat interkom di topeng neongku.
[Oke Kak, kita pergi... sekarang giliran polisi yang beraksi.]
Dan kami pun lenyap dari atap,
meninggalkan malam kembali tenang,
dan kotaku...
untuk sementara,
aman lagi.
Other Stories
Membabi Buta
Mariatin dan putrinya tinggal di rumah dua kakak beradik tua yang makin menunjukkan perila ...
Bungkusan Rindu
Setelah kehilangan suami tercintanya karena ganasnya gelombang laut, Anara kembali menerim ...
Namaku Amelia
Amelia, seorang anak kecil yang penuh rasa ingin tahu, harus menghadapi hari-hari sulit di ...
Mother & Son
Zyan tak sengaja merusak gitar Dana. Rasa bersalah membawanya pulang dalam diam, hingga na ...
Suara Dari Langit
Apei tulus mencintai Nola meski ditentang keluarganya. Tragedi demi tragedi menimpa, terma ...
Langit Ungu
Cerita tentang Oc dari Penulis. karakter utama - Moon Light "Hidup cuma sekali? Lalu be ...