Chapter 7: Tidak Berarti
“Aku sudah mencoba membuka hati. Reza adalah pria yang luar biasa. Dia stabil, dia tulus. Dia membuatku merasa aman, Faris. Dia adalah kepastian yang kamu sebutkan. Aku tidak tahu mengapa Tuhan mengatur takdir seaneh ini, mempertemukan kita lagi dalam situasi ini. Tapi saat ini, kepastian itu ada pada Reza.”
“Dan perasaanmu padaku?”
Nayla menutup matanya sejenak, menahan napas. “Perasaan itu seperti tertidur sementara. Dia tidak pernah benar-benar mati. Dia hanya bersembunyi. Dan setiap kali aku melihatmu, dia berteriak. Tapi Faris, bukankah dewasa itu adalah tentang memilih yang terbaik, bukan yang paling kita inginkan? Pilihan terbaikku adalah Reza. Pilihan terbaikmu seharusnya adalah merelakan aku.”
Faris menatapnya, hancur. Kalimat itu terasa seperti penutup peti mati untuk cinta mereka.
Ketegangan yang selama ini terselubung mulai tercium. Reza bukan orang bodoh. Dia merasakan ada yang aneh. Rasa cemburu, ia menduga, bercampur dengan intuisi sahabat yang tak pernah salah.
Suatu malam, setelah acara makan malam bersama keluarga Nayla yang semakin mengukuhkan keseriusan taaruf, Reza datang ke apartemen Faris. Wajahnya gelap.
"Ris, lo kenapa sih akhir-akhir ini aneh? Lo terlalu jauh. Lo kayak sedang berperan," tanya Reza, duduk di sofa Faris.
"Aneh bagaimana?" Faris pura-pura sibuk membaca dokumen, berusaha tampil normal.
"Lo terlalu kaku. Lo selalu jadi mediator yang hangat, yang mencairkan suasana. Tapi setiap lo sama Nayla, lo kayak es. Terus, Nayla juga... dia sering banget ngelirik lo, Ris. Tatapannya itu bukan tatapan sopan, tapi kayak tatapan penuh rahasia. Jujur, gue ngerasa dia lebih nyaman ngobrol sama lo daripada sama gue. Kayak ada bahasa rahasia di antara kalian, dan gue nggak diundang."
Faris merasakan jantungnya berdetak kencang. Ia sudah menduga momen ini akan datang. Keringat dingin mulai membasahi punggungnya.
Other Stories
DI BAWAH PANJI DIPONEGORO
Damar, seorang petani terpanggil jiwanya untuk berjuang mengusir penjajah Belanda di bawah ...
Love Of The Death
Segala sumpah serapah memenuhi isi hati Gina. Tatapan matanya penuh dendam. Bisikan-bisika ...
Kala Cinta Di Dermaga
Saat hatimu patah, di mana kamu akan berlabuh? Bagi Gisel, jawabannya adalah dermaga tua y ...
Testing
testing ...
Puzzle
Karina menyeret kopernya melewati orang-orang yang mengelilingi convayer belt. Koper ber ...
Bayang Bayang
Riel terus bereinkarnasi untuk keseimbangan Klan Iblis dan Klan Dewi. Tapi ia harus merela ...