Jaki & Centong Nasi Mamak

Reads
884
Votes
0
Parts
8
Vote
Report
Jaki & centong nasi mamak
Jaki & Centong Nasi Mamak
Penulis Indira Isvandiary

Jaki Satu

Di suatu pagi menjelang siang, sama seperti sebelum-sebelumnya. Aku beranjak dari ranjangku yang setipis roti tawar digilas itu. Busa kasurnya hampir menempel lantai. Lengkap dengan kain lusuh di atasnya. Ceritanya, sprei.

Mengenakan kaos oblong tanpa lengan dan celana boxer, aku berhenti sejenak di depan muka pintu kamar, mengulatkan tubuhku sambil mengangkat kedua tangan hingga bulu ketekku yang lebat ini terpampang nyata. Tato naga di lengan kananku, dan anting kancing hitam di telinga kiriku, memperjelas bahwa aku adalah seorang “sampah masyarakat”.

“Hoaaammm ....”
Mulutku mencecap, sambil satu tanganku menggaruk punggung. Mata segarisku yang masih mengantuk, menoleh ke arah dapur. Kudengar suara aktivitas yang begitu familier terdengar dari arah sana.

“Nyokap,” batinku. Samar-samar, tercium aroma khas nasi yang baru matang.

Kumelangkah ke sana, melirik meja makan. Ada tempe goreng di piring. Nyokap terlihat sedang membungkuk seraya mengaduk-aduk nasi panas dari dandang. Dia menoleh padaku. Tangannya terhenti. Aku sembari mengambil piring dan berjalan ke arahnya.

“Mak—”

“Ck, belom dapet-dapet kerja juga, Jak?” sela wanita setengah baya berpostur gemuk pendek yang selalu mengenakan daster dan penutup kepala itu dengan nada ketus, seperti biasa.

Aku menjawab sekenanya sambil menyodorkan piring. Perutku sudah terlalu keroncongan untuk memulai hari ini dengan perdebatan yang itu-itu saja. Bosan.

“Ho’oh, belom. Bagi nasi dong, Mak.”

Nyokap menegak dan langsung memukul kepalaku dengan centong nasi.

TOENG!

“Mak! Apa, sih?!” ujarku sambil mengelus kepala.

“Urusan makan aja cepet, ya!” desisnya. “Jawab dulu!”

“Susah, Mak. Susah cari kerja zaman sekarang, tuh. Apalagi, Jaki cuman lulusan SMA. Mamak enak, cuman nyuruh-nyuruh doang!”


Other Stories
Puzzle

Ros yatim piatu sejak 14 tahun, lalu menikah di usia 22 tapi sering mendapat kekerasan hin ...

Hantu Dan Hati

Di tengah duka dan rutinitasnya berjualan bunga, seorang pemuda menyadari bahwa ia tidak s ...

Cerella Flost

Aku pernah menjadi gadis yang terburuk.Tentu bukan karena parasku yang menjaminku menjadi ...

Kepingan Hati Alisa

Di sebuah rumah sederhana, seorang wanita paruh baya berkerudung hitam, berbincang agak ...

Cinta Koma

Cinta ini tak tahu sampai kapan akan bertahan. Jika semesta tak mempertemukan kita, biarla ...

Hidup Sebatang Rokok

Suratemu tumbuh dalam belenggu cinta Ibu yang otoriter, nyaris menjadi kelinci percobaan d ...

Download Titik & Koma