Jaki & Centong Nasi Mamak

Reads
884
Votes
0
Parts
8
Vote
Report
Jaki & centong nasi mamak
Jaki & Centong Nasi Mamak
Penulis Indira Isvandiary

Jaki Lima

Aku ... mati?
Arwahku terduduk di sisi jasadku yang telah terbalut kain kafan.

“Jakiii! Hueee~” Nyokap menangisiku di antara suara para tetangga yang datang melayat.

“Sabar, Bu.”

“Jaki, hiks ... bangun! Bangun, Jaki! Jangan tinggalin Mamak!”

Jadi, ini yang Bowo maksud? Ucapanku berbalik padaku? Aku yang meninggal dunia duluan?
Tanyaku pada diriku sendiri sambil memandangi jasadku yang pucat dan terbujur kaku.

Tidak ... aku tidak mungkin mati, kan? Mamak ....
Mataku berkaca-kaca melihat Nyokap meraung-raung seperti harimau begitu. Ternyata, dia begitu peduli padaku yang tak berguna ini. Padahal, jika aku mati, seharusnya dia merasa lega karena hilanglah satu beban hidupnya.

Sialnya, baru kusadari jua bahwa aku pun sangat membutuhkan Nyokap. Tidak ... aku tidak mau meninggal sekarang. Aku belum minta maaf padanya, aku belum taubat, aku belum dapat kerja, aku ... aku bahkan ingin merasakan pukulan centong nasi dari tangannya, aku ....

Mamak ....

Kupeluk Nyokap meski ku tak bisa menyentuh tubuhnya lagi.

Arwahku ikut menangis.

***

Other Stories
Suffer Alone In Emptiness

Shiona Prameswari, siswi pendiam kelas XI IPA 3, tampak polos dan penyendiri. Namun tiap p ...

The Museum

Mario Tongghost, penangkap hantu asal Medan, menjadi penjaga malam di Museum Bamboe Kuning ...

Tugas Akhir Vs Tugas Akhirat

Skripsi itu ibarat mantan toxic: ditinggal sakit, dideketin bikin stres. Allan, mahasiswa ...

Bahagiakan Ibu

Jalan raya waktu pagi lumayan ramai. Ibu dengan hati-hati menyetir sepeda motor. Jalan ber ...

Rana Takdir

"Sejarah tidak pernah ditulis oleh mereka yang hanya melihat. Sejarah ditulis oleh mereka ...

Teka-teki Surat Merah

Seorang gadis pekerja klub malam ditemukan tewas dalam kantong plastik di taman kota, meng ...

Download Titik & Koma