Prolog
Siang itu langit tampak cerah, trotoar ramai, berbagai golongan usia berada di jalan. Pekerja kantoran, mahasiswa, anak sekolah dan warga biasa tampak mengejar waktu. Langkah mereka dinamis.
Saras berpenampilan casual, rambut diikat ke belakang dengan simple, salah satu tangannya menyandang sebuah tas dan tangan satu lagi membawa sebuah master copy buku yang ditulisnya.
Saras berjalan di antara pejalan kaki lainnya. Kemudian, seorang pria misterius menyenggol Saras, dia sempat berhenti melihat pria misterius itu yang tampak gugup berjalan sambil melihat sekelilingnya. Mulut Pria Misterius itu seperti komat-kamit.
Saras sempat berhenti menatap Pria Misterius itu, kemudian berbalik kembali berjalan meninggalkan Pria Misterius.
Di depannya, Saras melihat ada seorang wanita berkerudung bernama Asti, umurnya kisaran 25 tahun, yang sedang menggendong seorang anak berusia satu tahun. Asti tampak berasal dari desa.
Asti memegang sebuah foto seorang pria, dia bertanya ke beberapa orang yang lewat, namun orang-orang itu terlihat mengacuhkannya. Asti sambil menenangkan anaknya, dia terlihat bersedih.
Asti hendak menyebrangi jalan, sedangkan indikasi penyebrang jalan masih menunjukkan warna merah.
Saras melihat dari kejauhan sebuah mobil melaju kencang, sementara Asti masih berada di tengah jalan. Saras ingin berteriak, namun suaranya tercekat.
Dalam sekejap, mobil itu menembus Asti, tapi Asti dan anaknya yang berusia satu tahun terus berjalan menyebrang. Saras sempat terkejut, namun dia memahami sesuatu, bahwa yang dilihatnya tadi bukanlah manusia, mereka hantu.
Saras kemudian memberhentikan sebuah taxi, salah satu taxi yang melintas berhenti dan Saras masuk ke dalam taxi.
Sopir taxi berusia lima puluh tahun dengan perawakan ramah dan bijak segera menjalankan taxinya.
Saras menerawang keluar jendela.
“Nama saya Saras, dua puluh empat tahun dan saya seorang psikolog. Saya bisa melihat mereka yang kalian biasa sebut arwah, hantu, makhluk halus, setan atau apapun. Dan ini cerita saya.”
Other Stories
DI BAWAH PANJI DIPONEGORO
Damar, seorang petani terpanggil jiwanya untuk berjuang mengusir penjajah Belanda di bawah ...
Aparar Keparat
aparat memang keparat ...
Bangkit Dari Luka
Almira Brata Qeenza punya segalanya. Kecuali satu hal, yaitu kasih sayang. Sejak kecil, ia ...
Ruf Mainen Namen
Lieben .... Hoffe .... Auge .... Traurig .... ...
Seribu Wajah Venus
Kisah-kisah kehidupan manusia yang kuat, mandiri, dan tegar dalam menghadapi persoalan hid ...
Pulang Tanpa Diikuti
Sekar menghabiskan liburan panjang di rumah neneknya, sebuah rumah tua di desa yang menyim ...