Cinta Kadang Kidding

Reads
1.1K
Votes
0
Parts
10
Vote
Report
Cinta kadang kidding
Cinta Kadang Kidding
Penulis R. Armopa

Part 1

Kala itu, ada empat pemuda yang sedang berkumpul di kelas. Pemuda itu bernama Robert Davis Chaw atau kerap dipanggil Robet, Retmo Kusuma atau Reret, Kodiga Dhiskota Jaya atau Dijay, dan Arelo Jepana Dolki atau Arelo.

Mereka semua merupakan teman satu kelas di sekolah. Hari itu mereka sedang bersekolah seperti biasanya dan baru saja naik kelas ke kelas 9.

Ting-ting-ting, bel sekolah sudah berbunyi yang menandakan waktu istirahat telah tiba. Dijay merupakan orang yang tidak mau diam diantara teman-teman yang lainnya. Ia memiliki ide untuk mengajak Robet, Reret, dan Arelo keluar dari kelas saat jam istirahat telah tiba.

"Udah waktunya istirahat nih! Kita keluar dari sekolah bentar yuk? Jalan-jalan biasa aja yang deket."

Reret, Robet, dan Arelo bingung, lalu Robet bertanya kebingungan akan ajakan Dijay itu. "Emangnya kita mau kemana?"

Teman yang lain pun turut bingung. "Iya emangnya kita mau kemana?" Tanya Reret ke Dijay.

Sementara itu Arelo yang memiliki sifat pendiam memberikan respon yang berbeda dengan teman lainnya.

Arelo yang malas untuk berpergian keluar kelas memberikan saran kepada temannya.

"Lebih baik kita di kelas aja manfaatin waktu buat tidur sebentar. Gua ngantuk soalnya." Jawabnya sambil menatap Dijay dengan santai.

Mendapat pertanyaan dari temannya itu, Dijay akhirnya memberi tahu kepada mereka mengenai kemana mereka akan pergi.

"Udah kalian ikut aja dulu, tempatnya asik kok ada perairannya gitu."

"Gimana mau ikut ga?"

Mendengar ajakan seperti itu, Robet yang mudah bosan di kelas langsung bersemangat.

"Ayo dah gw ikut! Bosen juga ada di sini buat waktu yang cukup lama." Ucap Robet sambil berdiri semangat.

"Oke mantep! Kalian berdua ada yang mau ikut kami tidak?" Tanya Dijay sambil menatap Reret dan Arelo untuk mengajak mereka.

"Gimana ya? Ya udah ayo gua juga ikut!" Kata Reret yang terpaksa untuk ikut dengan mereka.

Mendengar hal itu, Arelo pun melontarkan sebuah pertanyaan.

"Loh kalau kalian pergi gua sama siapa di sini? Masa ditinggal sendirian?"

"Ya katanya lu ngantuk mau tidur aja di kelas? Jadi gimana ikut atau engga?" Ucap Dijay bertanya mengenai perkataan Arelo yang sebelumnya.

"Udah ikut aja sih dari pada harus sendiri di sini." Paksa Robet ke Arelo buat ikut bersamanya.

Arelo yang tidak ingin ditinggal sendirian oleh ketiga temannya itu memberikan jawaban lagi.

"Oke! Kalau gitu gua ikut kalian aja."

"Nah gini dong!" Kata Robet yang girang karena telah berhasil mengajak Arelo si manusia pendiam untuk ikut dengan mereka.

Akhirnya mereka memutuskan keluar sekolah untuk jalan-jalan sejenak. Mereka berjalan keluar sekolah, entah akan kemana mereka pergi.

Mereka semua jalan ke arah luar sekolah, tak terasa mereka sudah semakin jauh namun tak kunjung sampai di lokasi yang dimaksud Dijay.

"Kita mau kemana dah ini? kok belum sampe tempatnya?" Tanya Arelo sambil menyamakan jalannya dengan Dijay yang ada di depan.

"Udah ikut aja, bentar lagi juga sampai kok!" Jawab Dijay.

Tak lama kemudian mereka semua benar-benar telah sampai di lokasi yang Dijay maksud.

"Nahhh ini dia tempatnya!" Ucap Dijay dengan semangatnya.

Ternyata Dijay mengajak ketiga temannya itu untuk bermain dipinggir kali yang sedang surut airnya.

"Ini kita serius main di sini?" Tanya Reret kebingungan.

"Ya emang! Gua sengaja ngajak kalian ke sini karena gua mau ke sini tapi ga berani sendirian, makanya gua ajak kalian ke sini. Itung-itung refreshing laahhh."

"Emang kalian ga suntuk apa liat pemandangan itu-itu aja di sekolah?" Jelas Dijay kepada temannya.

"Ya suntuk si sebenernya, tapi ga ekspek aja bakal ke sini." Timpal Reret yang kaget karena ternyata Dijay ngajak mereka main di pinggiran kali.

Reret dan Arelo tidak ada semangat lantaran mereka bermain di pinggir kali. Mereka takut tiba-tiba air mulai pasang. Arelo yang pendiam itu bertanya kepada temannya.

"Kalau nanti air tiba-tiba pasang gimana? Emangnya kalian bisa berenang?"

"Ya kalau air pasang kita lari menjauh aja hahaha." Ucap Robet dengan nada meledek Arelo.

Tawa Robet begitu keras sekali ketika meledek salah satu temannya yang sedikit khawatir akan keadaan di tempat.

"Udah tenang aja, air di sini gak akan pasang secara tiba-tiba kok!" Ucap Dijay meyakini Arelo agar tenang, padahal dirinya juga tidak tau apa yang diucapkan itu benar atau tidak.

Dijay dan juga Robet akhirnya bersenang-senang di sana. Mereka berdua turun ke kali untuk mencari hewan kecil yang bisa ditangkap untuk dijadikan mainan. Tapi tenang aja, hewan-hewan itu setelah ditangkap akan dilepas lagi oleh mereka berdua.

---

Allooww teman-teman aku pendatang baru di dunia cerita ini. Kasian ya Reret dan Arelo yang diajak oleh Dijay hanya sebatas main dipinggir kali saja.

Kalau Dijay dan Robet turun ke kali, lantas bagaimana dengan nasib Reret dan Arelo ya? Apa yang mereka lakukan di sana ya? Apakah mereka pada akhirnya ikut turun ke kali juga atau memilih tempat lain pada akhirnya?

Kasihan ya Reret apalagi si Arelo yang udah bela-belain gak jadi tidur hanya untuk ikut dengan ketiga temannya, eh pas sampai ternyata tidak sesuai dengan harapannya.

Ternyata mereka datang ke sana hanya memenuhi egoisme dari seorang Dijay aja. Kira-Kira ada tingkah apa lagi ya dari seorang Dijay dicerita selanjutnya? atau mungkin dari ketiga temannya justru yang bertingkah?

Hmm kalau gitu lets go gak siee kita ke next part-nya biar tau siapa yang bertingkah selanjutnya... Sampai ketemu di next part teman-teman, Babaaayyyyyy.

Other Stories
Death Cafe

Sakti tidak dapat menahan diri lagi, ia penasaran dengan death cafe yang selama ini orang- ...

DARAH NAGA

Handoyo, harus menjaga portal yang terbuka agar mahkluk dunia fantasy tidak masuk ke bumi. ...

Akibat Salah Gaul

Kringgg…! Bunyi nyaring jam weker yang ada di kamar membuat Taufiq melompat kaget. I ...

Relung

Edna kehilangan suaminya, Nugraha, secara tiba-tiba. Demi ketenangan hati, ia meninggalkan ...

Rumah Rahasia Reza

Di balik rumah-rumah rahasia Reza, satu pintu belum pernah dibuka. Sampai sekarang. ...

Kau Bisa Bahagia

Airin Septiana terlahir sebagai wanita penyandang disabilitas. Meski keadaannya demikian, ...

Download Titik & Koma