Coincidence Twist

Reads
51
Votes
3
Parts
3
Vote
Report
Coincidence twist
Coincidence Twist
Penulis Isnadee

Prolog


Sang gemintang di langit malam berkilau megah. Bersama dengan sang rembulan yang tak ragu menyembunyikan sinarnya, keduanya bersinar di tengah-tengah atmosfer yang temaram. Adzan isya' yang semula berkumandang dengan merdu, sayup-sayup tak lagi terdengar. Meski begitu, tak semua orang telah selesai dengan aktifitas mereka. Toko-toko, minimarket, kedai di pinggir jalan, apotek, dan berbagai tempat lainnya masih terlihat buka seolah akan ada banyak pengunjung yang datang.

Di sebuah sekolah swasta yang terletak di kota metropolitan, sebuah kegiatan ekstrakurikuler baru saja selesai. Lorong-lorong sekolah itu sunyi, dengan lampu koridor yang menyala remang, sebuah langkah kaki terdengar menggema, mengisi keheningan lorong sekolah yang kosong.

Seorang siswi dengan rok seragam dan kaos putihnya berjalan di lorong sunyi tersebut sembari merenggangkan otot-otot lengannya yang terasa kaku. Berlatih di ruang teater sepulang sekolah tiap akhir pekan terasa membuatnya begitu lelah dan ingin segera pulang, beristirahat. Ia menatap jam di pergelangan tangannya. Pukul 19.15, masih ada waktu 45 menit lagi sebelum gerbang sekolah ditutup.

Atensi gadis itu teralihkan pada sebuah ruang di lantai dasar. Entah mengapa, ia merasa ada sesuatu di sana, tidak, tepatnya, seseorang. Ia merasa demikian begitu melihat seberkas cahaya dari dalam ruang yang memantul melalui jendela. Terkadang, masih ada beberapa guru yang belum beranjak dari sekolah pada pukul segini, namun, ini akhir pekan. Bisa jadi itu adalah satpam yang berpatroli di sekitar sekolah.

Gadis itu mengedikkan bahunya acuh tak acuh. Entah siapapun itu, tak ada urusannya dengan dirinya. Ia hanya perlu beranjak dan segera pulang, beristirahat.

"Brak!"

Namun, suara berdebam yang cukup keras itu berhasil menghentikan langkah kakinya. Ia kembali menatap ke arah ruang guru, tempat di mana suara itu berasal.

Instuisinya mengatakan ia harus segera beranjak pulang, namun, benaknya berkata sebaliknya. Sejenak, ia lantas melangkah menuju ruang tersebut untuk memastikan.

Sejurus kemudian, kedua matanya membelalak. Kedua tangannya terangkat menutupi mulutnya yang terbuka, setengah tak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan.

Seberkas sinar dari api menyala, berkilat sekilas menyapa gelapnya ruangan. Gadis itu menangkap sesosok laki-laki berpakaian hitam di ruang tersebut. Siapa dia? Apa yang barusan ia lakukan? Apakah membakar dokumen penting? Namun, apa motif ia melakukannya?

"Siapa dia?"

Other Stories
Mewarnai Bawah Laut

ini adalah buku mewarnai murah dan meriah untuk anak kelas 4 sd ...

Queen, The Last Dance

Di panggung megah, di tengah sorak sorai penonton yang mengelu-elukan namanya, ada air mat ...

Aku Pamit Mencari Jati Diri??

Seorang anak kecil yang pernah mengalami perlakuan tidak mengenakan dalam hidupnya. Akibat ...

Kenangan Yang Sulit Di Ulang Kembali

menceritakan hidup seorang Murid SMK yang setelah lulus dia mendapatkan kehampaan namun di ...

Sumpah Cinta

Gibriel Alexander,penulis muda blasteran Arab-Jerman, menulis novel demi membuat mantannya ...

Cinta Rasa Kopi

Kesalahan langkah Joylin dalam membina bahtera rumah tangga menjadi titik kulminasi bagi t ...

Download Titik & Koma