Labirin Cermin
Rumah itu selalu beraroma kayu cendana dan kopi segar aroma yang bagi Aruna berarti keamanan. Saka, suaminya, adalah perwujudan dari desain arsitekturnya sendiri: minimalis, fungsional, dan tanpa cela. Setiap kali Saka mengecup keningnya sebelum berangkat ke kantor, Aruna merasa dunianya berada di poros yang tepat.
"Dia akan sampai sore ini, Una," ujar Saka lembut sambil merapikan kerah kemeja linennya. "Maaf jika kehadirannya nanti sedikit mengusik ketenanganmu."
Aruna tersenyum, menyentuh lengan suaminya. "Dia saudaramu, Saka. Rumah ini terbuka untuk Samudra."
Namun, ketika sebuah taksi berhenti di depan gerbang pada pukul empat sore, Aruna menyadari bahwa "kembar identik" adalah istilah yang meremehkan kenyataan. Pria yang turun dari mobil itu memiliki garis rahang yang sama, tinggi badan yang sama, bahkan sorot mata cokelat madu yang sama dengan Saka.
Namun, saat pria itu melepas kacamata hitamnya dan menyeringai, Aruna merasakan getaran yang salah.
\"Jadi, ini \'benteng\' yang dibangun Saka?\" Samudra melangkah masuk tanpa menunggu dipersilakan. Jaket kulitnya yang beraroma tembakau dan aspal seolah menantang kebersihan ruang tamu Aruna yang serba putih.
\"Selamat datang, Samudra,\" sapa Aruna ragu.
Samudra berhenti tepat di depan Aruna. Ia tidak mengecup kening seperti yang biasa dilakukan Saka. Ia justru menunduk, menghirup aroma parfum di leher Aruna dengan jarak yang sangat tipis—hampir intim.
\"Saka punya selera yang bagus,\" bisik Samudra dengan suara serak yang terasa seperti gesekan amplas di kulit halus Aruna. \"Terlalu bagus untuk pria semembosankan dia.\"
Other Stories
Tessss
pengaplikasian doang ...
Hotel Tanpa Cermin
Kala memilih menetap sementara di sebuah hotel yang terasa berbeda dari tempat-tempat yang ...
Kau Bisa Bahagia
Airin harus menikah dalam 40 hari demi warisan ayahnya, namun hatinya tetap pada Arizal, c ...
Itsbat Cinta
Hayati memulai pagi dengan senyum, mencoba mengusir jenuh dan resah yang menghinggapi hati ...
Painted Distance (tamat)
Dara memutuskan untuk pergi ke Sapporo bukan hanya sekadar liburan. Perjalanannya di kota ...
Menjelang Siang
Swastika, yang merasa lelah dengan permasalahan di kampus, memutuskan untuk berkungjung ke ...