Garis Yang Kabur
Keheningan di dapur itu terasa mencekik. Saka berdiri mematung di ambang pintu, tetesan air dari payungnya jatuh satu per satu ke lantai kayu, menciptakan irama yang sinkron dengan detak jantung Aruna yang tidak beraturan.
Samudra perlahan melepaskan tangannya dari pinggang Aruna. Ia tidak tampak merasa bersalah; justru ada binar kemenangan di matanya.
\"Kau pulang lebih cepat, Kak,\" ujar Samudra santai, sambil merapikan kemeja milik Saka yang ia curi dari lemari. \"Aruna ketakutan karena lampu mati. Aku hanya menenangkannya.\"
Saka tidak menjawab. Ia melangkah maju, meletakkan payungnya, dan berdiri di samping Aruna. Tangan Saka yang dingin menggenggam jemari Aruna—sebuah klaim kepemilikan yang tenang namun tegas.
\"Terima kasih sudah menjaga istriku, Sam,\" suara Saka terdengar datar, namun Aruna bisa merasakan ketegangan di otot lengan suaminya. \"Tapi lain kali, gunakan pakaianmu sendiri.\"
Malam itu, di dalam kamar, suasana terasa asing. Saka tidak bertanya apa pun, yang justru membuat Aruna semakin gelisah. Saat Aruna mencoba menjelaskan, Saka hanya mematikan lampu nakas.
\"Aku percaya padamu, Una. Tapi aku tidak percaya pada darah yang mengalir di tubuh Samudra,\" gumam Saka sebelum berbalik memunggungi istrinya.
Other Stories
Mauren Lupakan Masa Lalu
Mauren menolak urusan cinta karena trauma keluarga dan nyaman dengan tampilannya yang mask ...
315 Kilometer [end]
Yatra, seorang pegawai kantoran di Surabaya, yang merasa jenuh dengan kehidupan serba hedo ...
Way Back To Love
Karena cinta, kebahagiaan, dan kesedihan datang silih berganti mewarnai langkah hidup ki ...
Di Luar Rencana
Hubungan Hening sedang tidak akur dengan Endaru, putri semata wayangnya, namun mereka haru ...
Di Bawah Panji Dipenogoro
Damar, adalah seorang petani yang terpanggil untuk berjuang bersama mengusir penjajah Bela ...
DAISY’s
Kisah Tiga Bersaudari ...