Cinta Dua Rasa

Reads
390
Votes
0
Parts
6
Vote
Report
Penulis Hana Larasati

Garis Yang Kabur

Keheningan di dapur itu terasa mencekik. Saka berdiri mematung di ambang pintu, tetesan air dari payungnya jatuh satu per satu ke lantai kayu, menciptakan irama yang sinkron dengan detak jantung Aruna yang tidak beraturan.
Samudra perlahan melepaskan tangannya dari pinggang Aruna. Ia tidak tampak merasa bersalah; justru ada binar kemenangan di matanya.
\"Kau pulang lebih cepat, Kak,\" ujar Samudra santai, sambil merapikan kemeja milik Saka yang ia curi dari lemari. \"Aruna ketakutan karena lampu mati. Aku hanya menenangkannya.\"
Saka tidak menjawab. Ia melangkah maju, meletakkan payungnya, dan berdiri di samping Aruna. Tangan Saka yang dingin menggenggam jemari Aruna—sebuah klaim kepemilikan yang tenang namun tegas.
\"Terima kasih sudah menjaga istriku, Sam,\" suara Saka terdengar datar, namun Aruna bisa merasakan ketegangan di otot lengan suaminya. \"Tapi lain kali, gunakan pakaianmu sendiri.\"
Malam itu, di dalam kamar, suasana terasa asing. Saka tidak bertanya apa pun, yang justru membuat Aruna semakin gelisah. Saat Aruna mencoba menjelaskan, Saka hanya mematikan lampu nakas.
\"Aku percaya padamu, Una. Tapi aku tidak percaya pada darah yang mengalir di tubuh Samudra,\" gumam Saka sebelum berbalik memunggungi istrinya.

Other Stories
Separuh Dzarah

Saat salam terakhir dalam salat mulai terdengar, di sana juga akan mulai terdengar suara ...

The Ridle

Gema dan Mala selalu kompak bersama dan susah untuk dipisahkan. Gema selalu melindungi Mal ...

Hujan Yang Tak Dirindukan

Perjalanan menuju kebun karet harus melalui jalan bertanah merah. Nyawa tak jarang banyak ...

Bagaimana Jika Aku Bahagia

Sebuah opini yang kalian akan sadari bahwa memilih untuk tidak bahagia bukan berarti hancu ...

Warung Kopi Reformasi

Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...

KEDUNG

aku adalah dia yang tertutup ...

Download Titik & Koma