Lembar Kedelapan (100 Hal Tentang Bumi) 7
(61) Mata orang mungkin melihat bahwa setiap nafas yang aku keluarkan tak berarti bagi Bumi, namun Bumi sebelumnya hanyalah seorang diri yang mencari penghuni.
(62) Bumi tidaklah sempurna, namun bumi penuh dengan warna.
(63) Bumi penuh dengan warna, dan Bumi sangatlah bermakna.
(64) Bumi tak pernah meminta, namun pemberiannya nyata.
(65) Bumi bukan sesuatu yang ditata, namun apa yang kucinta.
(66) Bumi tak hanya rapuh, tapi Bumi sangatlah pilu.
(67) Bumi sangat menyedihkan, namun hadirnya membuat diriku tertawan.
(68) Bumi tak hanya memberi rumah, namun Ia hanyalah seorang gadis yang ramah.
(69) Entah apa yang terjadi sebelum Bumi menjadi semesta yang indah, tapi kisahnya begitu menyakitkan. Rasa sakit itu membuatku terus menerus ingin melindunginya.
(70) Aku ingin melindunginya dari meteor yang datang tak terduga.
(62) Bumi tidaklah sempurna, namun bumi penuh dengan warna.
(63) Bumi penuh dengan warna, dan Bumi sangatlah bermakna.
(64) Bumi tak pernah meminta, namun pemberiannya nyata.
(65) Bumi bukan sesuatu yang ditata, namun apa yang kucinta.
(66) Bumi tak hanya rapuh, tapi Bumi sangatlah pilu.
(67) Bumi sangat menyedihkan, namun hadirnya membuat diriku tertawan.
(68) Bumi tak hanya memberi rumah, namun Ia hanyalah seorang gadis yang ramah.
(69) Entah apa yang terjadi sebelum Bumi menjadi semesta yang indah, tapi kisahnya begitu menyakitkan. Rasa sakit itu membuatku terus menerus ingin melindunginya.
(70) Aku ingin melindunginya dari meteor yang datang tak terduga.
Other Stories
Mendua
Dita berlari menjauh, berharap semua hanya mimpi. Nyatanya, Gama yang ia cintai telah mend ...
Kidung Vanili
Menurut Kidung, vanili memiliki filosofi indah: di mana pun berada, ia tak pernah kehilang ...
Pra Wedding Escape
Nastiti yakin menikah dengan Bram karena pekerjaan, finansial, dan restu keluarga sudah me ...
Bagaimana Jika Aku Bahagia
Sebuah opini yang kalian akan sadari bahwa memilih untuk tidak bahagia bukan berarti hancu ...
Bungkusan Rindu
Setelah kehilangan suami tercintanya karena ganasnya gelombang laut, Anara kembali menerim ...
Warung Kopi Reformasi
Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...