Dua Tangkai Edelweis

Reads
112
Votes
18
Parts
22
Vote
Report
Penulis Runi Ariany

PAGI MEMELUK KITA

Di celah sempit antara dua dunia—halaman rumah dan jalan kecil di luar—
mereka saling memeluk.

Singkat.
Canggung.
Tapi cukup untuk membuat dada Rani terasa sesak.

Jaket Kinkin masih dingin oleh udara gunung.
Tangannya gemetar saat membalas pelukan itu.

“Hati-hati di jalan, Ran,” bisiknya di dekat telinga Rani.

Rani mengangguk, meski tenggorokannya tercekat. Mereka melepaskan diri pelan-pelan.

Terlalu cepat.
Terlalu berat.

Rani melangkah mundur satu langkah, masih memeluk edelweis itu di dadanya.

“Terima kasih, Kinkin…”
“Untuk bunganya.”
“Untuk janjinya.”
“Dan untuk pagi ini.”

Kinkin tersenyum—senyum yang berusaha kuat, tapi matanya tak bisa bohong.

Rani berbalik menuju pintu rumah. Tapi sebelum masuk, ia menoleh sekali lagi.

Kinkin masih berdiri di sana.
Di balik pagar.
Di bawah langit subuh yang pucat.

Menatapnya… sampai Rani benar-benar menghilang dari pandangannya. Dan sejak pagi itu, Rani tahu:
ada pertemuan yang terlalu singkat,
tapi cukup untuk tinggal lama di hati.

Karena ada cinta yang tidak sempat tumbuh panjang—
tapi akarnya sudah lebih dulu dalam.


Other Stories
Hopeless Cries

Merasa kesepian, tetapi sama sekali tidak menginginkan kehadiran seseorang untuk menemanin ...

Kacamata Kematian

Arsyil Langit Ramadhan lagi naksir berat sama cewek bernama Arshita Bintang Oktarina. Ia b ...

Yume Tourou (lentera Mimpi)

Kanzaki Suraha, seorang Shinigami, bertugas menjemput arwah yang terjerumus iblis. Namun i ...

Persembahan Cinta

Rendra pria tampan dari keluarga kaya, sedangkan Fita gadis sederhana. Namun, Mama Fita ra ...

Bisikan Lada

Kejadian pagi tadi membuat heboh warga sekitar. Penemuan tiga mayat pemuda yang diketah ...

Kastil Piano

Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...

Download Titik & Koma