Dua Tangkai Edelweis

Reads
2.1K
Votes
274
Parts
23
Vote
Report
Penulis Runi Ariany

SENYUM RANI

Rani melangkah masuk ke kamar dengan hati yang masih terasa ringan. Pintu ia tutup pelan, seolah tak ingin mengusik perasaan hangat yang masih tertinggal di dadanya.

Ia duduk di tepi ranjang, menghela napas perlahan. Baru saat itu ia sadar—bibirnya sejak tadi tak berhenti tersenyum.

“Dasar…” gumamnya pelan pada diri sendiri.

Ia menjatuhkan tubuh ke kasur, menatap langit-langit kamar yang polos, sementara pikirannya justru penuh. Wajah Bagas muncul begitu saja—senyum tipisnya, cara bicaranya yang santai, tatapan matanya yang tenang.

Rani memejamkan mata, mencoba mengusir bayangan itu. Tapi semakin ia menolak, semakin jelas semuanya terulang di kepalanya. Cara Bagas berdiri di pagar sore tadi. Cara ia memanggil namanya. Cara suaranya terdengar begitu dekat.

Ia berbalik menghadap samping, memeluk bantal.
Senyumnya masih tinggal di sana.

“Kenapa sih harus dia…” bisiknya pelan.

Liburan ini awalnya hanya tentang rumah Aki Lili, tentang suasana yang tenang, tentang hari-hari yang ingin ia lewati tanpa banyak pikir. Tapi sekarang, ada satu nama yang menyelip di antara semuanya.

Rani membuka mata lagi. Pandangannya jatuh ke jendela kamar yang sedikit terbuka. Angin malam masuk perlahan, membawa udara dingin dan suara jangkrik dari luar.

Ia menarik napas dalam-dalam.
Dan untuk pertama kalinya, ia menyadari satu hal:

Liburan ini tidak lagi hanya soal tempat.

Tapi soal seseorang.

Dan untuk pertama kalinya pula, Rani menunggu esok hari bukan karena ingin jalan-jalan…

melainkan karena ingin melihat seseorang.

Other Stories
Love Falls With The Rain In Mentaya

Di tepian Pinggiran Sungai Mentaya, hujan selalu membawa cerita. Arga, seorang penulis pen ...

Pintu Dunia Lain

Nadiva terkejut saat gedung kantor berubah misterius: cat memudar, tembok berderak, asap b ...

Desa Di Ujung Senja

Namaku Anin, aku hanya ingin berlibur ke rumah oma untuk mengisi liburanku seperti biasany ...

Pucuk Rhu Di Pusaka Sahara

Mahasiswa Indonesia di Yaman diibaratkan seperti pucuk rhu di Padang Sahara: selalu diuji ...

Ayudiah Dan Kantini

Waktu terasa lambat karena pahitnya hidup, namun rasa syukur atas persahabatan Ayudyah dan ...

Kehidupan Yang Sebelumnya

Aku menunggu kereta yang akan membawaku pulang. Masih lama sepertinya. Udara dingin yang b ...

Download Titik & Koma