HAMPIR KEHILANGAN
Malamnya, Rani kembali “nongkrong” seperti biasa.
Di sana sudah ada Kinkin, Bagas, Mang Acep, dan Bi Nadin. Suasananya hangat, penuh tawa—tapi di hati Rani, ada sesuatu yang berat ia bawa sejak pagi.
Ia melangkah mendekat ke arah Kinkin.
“Kayaknya… besok aku pulang,” ucapnya pelan. “Nenekku bilang begitu tadi pagi.”
Kinkin menoleh cepat.
Wajahnya langsung berubah.
Kabar itu datang terlalu mendadak.
Matanya membesar, lalu memerah. Bibirnya bergetar. Ada sesuatu yang ia tahan, tapi tak sepenuhnya berhasil.
“Besok…?” gumamnya lirih.
Rani mengangguk kecil.
Kinkin menunduk. Napasnya tersendat. Matanya mulai berkaca-kaca—seolah ia tidak ingin Rani pergi, seolah ia berharap waktu bisa diperpanjang sedikit saja.
Di dalam hatinya, satu kalimat terngiang—
Aku janji mau ambilin edelweis buat kamu.
Janji itu pernah ia ucapkan.
Dan sekarang, janji itu terasa seperti sesuatu yang belum sempat ia tepati.
Kinkin tetap diam.
Karena ada perasaan yang terlalu besar untuk diucapkan…
dan terlalu dalam untuk disembunyikan.
Di sana sudah ada Kinkin, Bagas, Mang Acep, dan Bi Nadin. Suasananya hangat, penuh tawa—tapi di hati Rani, ada sesuatu yang berat ia bawa sejak pagi.
Ia melangkah mendekat ke arah Kinkin.
“Kayaknya… besok aku pulang,” ucapnya pelan. “Nenekku bilang begitu tadi pagi.”
Kinkin menoleh cepat.
Wajahnya langsung berubah.
Kabar itu datang terlalu mendadak.
Matanya membesar, lalu memerah. Bibirnya bergetar. Ada sesuatu yang ia tahan, tapi tak sepenuhnya berhasil.
“Besok…?” gumamnya lirih.
Rani mengangguk kecil.
Kinkin menunduk. Napasnya tersendat. Matanya mulai berkaca-kaca—seolah ia tidak ingin Rani pergi, seolah ia berharap waktu bisa diperpanjang sedikit saja.
Di dalam hatinya, satu kalimat terngiang—
Aku janji mau ambilin edelweis buat kamu.
Janji itu pernah ia ucapkan.
Dan sekarang, janji itu terasa seperti sesuatu yang belum sempat ia tepati.
Kinkin tetap diam.
Karena ada perasaan yang terlalu besar untuk diucapkan…
dan terlalu dalam untuk disembunyikan.
Other Stories
Terlupakan
Pras, fotografer berbakat namun pemalu, jatuh hati pada Gadis, seorang reporter. Gadis mem ...
Melodi Nada
Dua gadis kakak beradik dari sebuah desa yang memiliki mimpi tampil dipanggung impian. Mer ...
Menolak Jatuh Cinta
Rasa aneh sudah sembilan bulan lenyap, ntah mengapa kini kembali menyusup di sudut hatik ...
Melepasmu Dalam Senja
Cinta penuh makna, tak hanya bahagia tapi juga luka dan pengorbanan. Pada hari pernikahan ...
Rembulan Di Mata Syua
Pisah. Satu kata yang mengubah hidup Syua Sapphire. Rambut panjangnya dipotong pendek sep ...
Hujan Yang Tak Dirindukan
Mereka perempuan-perempuan kekar negeri ini. Bertudung kain lusuh, berbalut baju penuh no ...