Dua Tangkai Edelweis

Reads
2.1K
Votes
274
Parts
23
Vote
Report
Penulis Runi Ariany

SETELAH TANGIS

Malam itu, rumah Aki Lili terasa berbeda.

Bukan lagi tegang seperti sebelumnya, tapi masih menyisakan sisa-sisa emosi yang belum benar-benar reda. Tangis Aki Lili telah berhenti, namun napasnya masih berat, seolah hatinya belum sepenuhnya tenang.

Rani masuk ke kamar dengan langkah pelan. Ia menutup pintu perlahan, seperti takut suara sekecil apa pun bisa merusak suasana yang rapuh.

Ia duduk di tepi ranjang. Menatap lantai.
Pikirannya penuh.

Bayangan wajah Aki Lili yang menangis terus muncul di kepalanya.

Rani memejamkan mata.
Untuk pertama kalinya, ia merasa benar-benar bersalah.

Bukan karena dimarahi.
Tapi karena telah membuat orang yang paling ia sayangi… takut kehilangannya.

Di luar kamar, suara Mimi terdengar pelan berbicara dengan Aki Lili. Nadanya lembut, menenangkan.

Rani menarik selimut sampai ke dada, berbaring menghadap dinding.

Dan malam itu, Rani tertidur bukan dengan senyum seperti biasanya…

melainkan dengan doa kecil di dalam hati:

semoga besok semuanya terasa lebih ringan.

Other Stories
Ijr

hrj ...

Hanya Ibu

kisah perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantu ...

Zen Zen Sense (kehidupan Sebelumnya)

Aku pernah mengalami hal aneh seperti bertemu orang mati, kebetulan janggal, hingga melint ...

Menolak Jatuh Cinta

Rasa aneh sudah sembilan bulan lenyap, ntah mengapa kini kembali menyusup di sudut hatik ...

Melepasmu Dalam Senja

Cinta pertama yang melukis warna Namun, mengapa ada warna-warna kelabu yang mengikuti? M ...

Hantu Kos Receh

Mahera akhirnya diterima di kampus impiannya! Demi mengejar cita-cita, ia rela meninggalka ...

Download Titik & Koma