Dua Tangkai Edelweis

Reads
2.1K
Votes
274
Parts
23
Vote
Report
Penulis Runi Ariany

HARI YANG TAK SEPENUHNYA RINGAN

Esoknya di pagi hari, udara Cianjur terasa cerah. Matahari naik perlahan, tapi suasana rumah Aki Lili tidak seramah biasanya.

Sedan putih Bagas terparkir di halaman, masih berdebu sisa perjalanan kemarin.

Rani duduk di bangku kayu dekat teras bersama Bi Nadin. Mereka bicara ringan, tapi tawa Rani tak setulus biasanya.

Tak lama kemudian, Bagas datang. Kaus hitam, celana jeans, dan wajah yang terlalu datar untuk pagi yang seharusnya hangat.

“Kin,” panggilnya.

Kinkin yang sedang duduk di lantai, memetik gitar pelan, langsung berhenti.

“Iya, Gas?”

Bagas melempar kunci mobil ke arahnya.
“Cuciin mobil.”

Kinkin menangkapnya refleks.
“Sekarang?”

“Iya.”
Nada Bagas dingin.
“Debunya masih tebal.”

Rani menoleh.

Padahal mobilnya tak sekotor itu.

Bi Nadin menghela napas kecil, tapi tak berkata apa-apa.

Kinkin diam sebentar. Lalu mengangguk.

“Iya.”

Ia bangkit, berjalan ke sumur, mengambil ember.

Air disiramkan ke bodi mobil. Bunyi cipratan terdengar jelas di pagi yang sunyi.

Bagas bersandar di kap mobil.

“Jangan asal, Kin. Velgnya juga disikat.”

Nada itu bukan perintah biasa.
Ada sesuatu yang menekan di sana—
bukan karena mobilnya kotor, tapi karena hatinya sedang cemburu.

Rani memandang ke arah Kinkin.

Di matanya, ada rasa kasihan yang tak sempat ia sembunyikan.

Kinkin menangkap tatapan itu.

Untuk sesaat, ia berhenti menggosok.

Lalu… ia tersenyum kecil.

Senyum tipis. Tenang. Seolah berkata: nggak apa-apa.

Dan setelah itu, ia kembali menunduk.

Menggosok velg mobil lagi.

Air terus mengalir.
Kotoran luruh.
Tapi di hati Rani, ada sesuatu yang justru mengeras.



Other Stories
Losmen Kembang Kuning

Rumah bordil berkedok losmen, mau tak mau Winarti tinggal di sana. Bapaknya gay, ibunya pe ...

Setinggi Awan

Di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk-pikuk kota, Awan tumbuh dengan mimpi besar. Ia i ...

Jaki & Centong Nasi Mamak

Jaki, pria 27 tahun. Setiap hari harus menerima pentungan centong nasi di kepalanya gara-g ...

Dante Fairy Tale

“Dante! Ayo bangun, Sayang. Kamu bisa terlambat ke sekolah!” kata seorang wanita ge ...

Terlupakan

Pras, fotografer berbakat namun pemalu, jatuh hati pada Gadis, seorang reporter. Gadis mem ...

Harapan Dalam Sisa Senja

Apa yang akan dalam pikiran ketika dinyatakan memiliki penyakit kronis? Ketika hidup berg ...

Download Titik & Koma