Dua Tangkai Edelweis

Reads
76
Votes
0
Parts
22
Vote
Report
Penulis Runi Ariany

SEBELUM RANI PERGI

Malam itu, Rani kembali ke rumah Aki Lili lebih cepat dari biasanya.

Ia tahu, jika benar harus pulang besok, ia harus mengemas semua barangnya malam ini—supaya esok tidak panik dan tak ada satu pun yang tertinggal.

Di kamarnya, ia mulai melipat baju pelan-pelan, seperti sedang merapikan bukan hanya barang, tapi juga perasaannya sendiri.

Rani ingin tidur lebih awal. Ia ingin menjaga staminanya agar tidak kelelahan, agar tidak jatuh sakit karena perjalanan jauh yang menantinya. Tapi meski tubuhnya ingin istirahat, pikirannya masih terjaga—
penuh bayangan tentang Puncak, tentang tawa hari ini…
dan tentang Kinkin, lalu ia tertidur.

*

Rani bangun pagi-pagi sekali.
Bahkan sebelum matahari sempat terbit.

Langit masih gelap, udara masih dingin, tapi ia sudah bersiap untuk pulang. Ia mandi, berganti baju, lalu berdiri di depan cermin, menyisir rambutnya pelan.

Ada rasa berat di dadanya, meski tubuhnya bergerak otomatis. Saat itulah, tanpa sengaja, matanya melirik ke arah jendela kamar.

Di luar sana—
ada sebuah siluet berdiri.

Sosok seorang laki-laki.
Rani tertegun.
Bentuk tubuh itu, caranya berdiri… terasa begitu akrab.
Jantungnya langsung berdegup lebih cepat.
Ia mendekat ke jendela, menggeser tirai sedikit.
Dan saat cahaya samar subuh menyentuh wajah itu

Rani menahan napas.

Itu Kinkin.

Other Stories
Menolak Jatuh Cinta

Rasa aneh sudah sembilan bulan lenyap, ntah mengapa kini kembali menyusup di sudut hatik ...

Cinta Koma

Cinta ini tak tahu sampai kapan akan bertahan. Jika semesta tak mempertemukan kita, biarla ...

Kenangan Indah Bersama

tentang cinta masa smk,di buat dengan harapan tentang kenangan yang tidak bisa di ulang ...

Keeper Of Destiny

Kim Rangga Pradipta Sutisna, anak dari ayah Korea dan ibu Sunda, tumbuh di Bandung dengan ...

Kk

jjj ...

Egler

Anton, anak tunggal yang kesepian karena orang tuanya sibuk, melarikan diri ke dunia game ...

Download Titik & Koma