Dua Tangkai Edelweis

Reads
81
Votes
0
Parts
22
Vote
Report
Penulis Runi Ariany

PAGI MEMELUK KITA

Di celah sempit antara dua dunia—halaman rumah dan jalan kecil di luar—
mereka saling memeluk.

Singkat.
Canggung.
Tapi cukup untuk membuat dada Rani terasa sesak.

Jaket Kinkin masih dingin oleh udara gunung.
Tangannya gemetar saat membalas pelukan itu.

“Hati-hati di jalan, Ran,” bisiknya di dekat telinga Rani.

Rani mengangguk, meski tenggorokannya tercekat. Mereka melepaskan diri pelan-pelan.

Terlalu cepat.
Terlalu berat.

Rani melangkah mundur satu langkah, masih memeluk edelweis itu di dadanya.

“Terima kasih, Kinkin…”
“Untuk bunganya.”
“Untuk janjinya.”
“Dan untuk pagi ini.”

Kinkin tersenyum—senyum yang berusaha kuat, tapi matanya tak bisa bohong.

Rani berbalik menuju pintu rumah. Tapi sebelum masuk, ia menoleh sekali lagi.

Kinkin masih berdiri di sana.
Di balik pagar.
Di bawah langit subuh yang pucat.

Menatapnya… sampai Rani benar-benar menghilang dari pandangannya. Dan sejak pagi itu, Rani tahu:
ada pertemuan yang terlalu singkat,
tapi cukup untuk tinggal lama di hati.

Karena ada cinta yang tidak sempat tumbuh panjang—
tapi akarnya sudah lebih dulu dalam.


Other Stories
Dia Bukan Dia

Sebuah pengkhianatan yang jauh lebih gelap dari perselingkuhan biasa. Malam itu, di tengah ...

Mewarnai

ini adalah contoh uplot buku ...

Dante Fairy Tale

“Dante! Ayo bangun, Sayang. Kamu bisa terlambat ke sekolah!” kata seorang wanita gemu ...

Sweet Haunt

Di sebuah rumah kos tua penuh mitos, seorang mahasiswi pendiam tanpa sengaja berbagi kamar ...

Cinta Buta

Marthy jatuh cinta pada Edo yang dikenalnya lewat media sosial dan rela berkorban meski be ...

Always In My Mind

Sempat kepikiran saya ingin rehat setelah setahun berpengalaman menjadi guru pendamping, t ...

Download Titik & Koma