Dua Tangkai Edelweis

Reads
2.1K
Votes
274
Parts
23
Vote
Report
Penulis Runi Ariany

EDELWEIS DALAM PERJALANAN

Mobil melaju meninggalkan Cianjur saat matahari baru naik sepenggal.

Kabut masih menggantung di udara, dan sawah-sawah basah oleh embun pagi.

Rani duduk di bangku belakang, memeluk tas kecil di pangkuannya.

Di dalam tas itu—edelweis dari Kinkin.

Ia tidak banyak bicara.

Matanya menatap keluar jendela, mengikuti pepohonan, rumah-rumah, dan jalanan yang perlahan menjauh.

Setiap kilometer terasa seperti menarik satu helai benang dari hatinya.

Dan satu per satu, semuanya tertarik… pergi.

Di kursi depan, Mimi dan Aki Lili berbincang ringan. Suara mereka terdengar biasa saja—seolah tak pernah ada tangis, tak pernah ada kecemasan.

Tapi Rani tahu, ada hal-hal yang tidak perlu diucapkan agar tetap tinggal.

Sesekali, pikirannya kembali ke subuh tadi.

Ke jaket dingin.

Ke tangan yang gemetar.

Ke pelukan yang terlalu singkat.

Ke janji yang ditepati tepat sebelum ia pergi.

Rani memejamkan mata.

Ia menekan edelweis itu ke dadanya, dan air matanya jatuh.

Untuk pertama kalinya, ia benar-benar mengerti arti satu hal:

perpisahan yang baik…

justru terasa paling menyakitkan.


Other Stories
Bukan Cinta Sempurna

Pesona kepintarannya terpancar dengan jelas, rambut sebahunya yang biasanya dikucir ekor ...

Arti Yang Tak Pernah Usai

Siapa sangka liburan akhir tahun beberapa mahasiswa ini membawa dua insan menyelesaikan se ...

Kau Bisa Bahagia

Airin Septiana terlahir sebagai wanita penyandang disabilitas. Meski keadaannya demikian, ...

Viral

Nayla, mantan juara 1 yang terkena PHK, terpaksa berjualan donat demi bertahan. Saat video ...

Ilusi Yang Sama

Jatuh cinta pada wanita yang selalu tersakiti, Rian bertekad menjadi pria yang berbeda. Na ...

Melupakan

Dion merasa hidupnya lebih berarti sejak mengenal Agatha, namun ia tak berani mengungkapka ...

Download Titik & Koma