Dua Tangkai Edelweis

Reads
1.8K
Votes
274
Parts
23
Vote
Report
Penulis Runi Ariany

SEBELUM RANI PERGI

Malam itu, Rani pulang dari “nongkrong” lebih cepat dari biasanya.

Ia tahu, jika benar harus pulang besok, ia harus mengemas semua barangnya malam ini—supaya esok tidak panik dan tak ada satu pun yang tertinggal.

Di kamarnya, ia mulai melipat baju pelan-pelan, seperti sedang merapikan bukan hanya barang, tapi juga perasaannya sendiri.

Rani ingin tidur lebih awal. Ia ingin menjaga staminanya agar tidak kelelahan, agar tidak jatuh sakit karena perjalanan jauh yang menantinya.

Tapi meski tubuhnya ingin istirahat, pikirannya masih terjaga—

penuh bayangan tentang Puncak, tentang tawa hari ini…

dan tentang Kinkin, lalu ia tertidur.

Rani bangun pagi-pagi sekali.

Bahkan sebelum matahari sempat terbit.

Langit masih gelap, udara masih dingin, tapi ia sudah bersiap untuk pulang. Ia mandi, berganti baju, lalu berdiri di depan cermin, menyisir rambutnya pelan.

Ada rasa berat di dadanya, meski tubuhnya bergerak otomatis.

Saat itulah, tanpa sengaja, matanya melirik ke arah jendela kamar.

Di luar sana—

ada sebuah siluet berdiri.

Sosok seorang laki-laki.

Rani tertegun.

Bentuk tubuh itu, caranya berdiri… terasa begitu akrab.

Jantungnya langsung berdegup lebih cepat.

Ia mendekat ke jendela, menggeser tirai sedikit.

Dan saat cahaya samar subuh menyentuh wajah itu—

Rani menahan napas.

Itu Kinkin!




Other Stories
The Museum

Mario Tongghost, penangkap hantu asal Medan, menjadi penjaga malam di Museum Bamboe Kuning ...

Daisy’s

Kisah Tiga Bersaudari ...

Ablasa

Perjalanan Nindya dan teman-temannya ke Nusakambangan menjadi menyeramkan setelah mereka t ...

Buah Mangga

buah mangga enak rasanya ...

The Labsky

Keyra Shifa, penggemar berat kisah detektif, membentuk tim bernama *The Labsky* bersama An ...

Impianku

ini adalah sebuah cerita tentang impianku yang tertunda selama 10 tahun ...

Download Titik & Koma