Dua Tangkai Edelweis

Reads
2.1K
Votes
274
Parts
23
Vote
Report
Penulis Runi Ariany

KABAR DUKA

Beberapa bulan setelah Bagas dan keluarganya pulang ke Cianjur, hidup Rani kembali dipenuhi rutinitas.

Hari-harinya kembali padat: sekolah, latihan, rapat, lomba, tugas, dan ekskul yang membuat waktunya terasa selalu kurang.

Ia jarang memikirkan Cianjur.

Bukan karena lupa—
tapi karena hidupnya terlalu ramai untuk memberi ruang pada satu kota kecil yang pernah begitu sunyi di hatinya.

Sore itu, hujan turun tipis di Cirebon.

Rani sedang mengerjakan tugas di kamar ketika telepon rumah berdering.

“Ibu!” panggil Ayah dari ruang tengah.

Ibu mengangkat.

Rani mendengar suara lirih Ibu dari balik pintu.

“Iya, Neng…”
“Iya, sehat Alhamdulillah, Neng Sehat?”
“Astagfirullahaladzim.”
“Innalillahi wa innalillahi rajiun.”
“Ya Allah…”

Ada jeda panjang.

Lalu langkah kaki Ibu mendekat ke kamar Rani.

“Ran…”

Nada itu membuat Rani berdiri.

“Kenapa, Bu?” tanya Rani lirih.
Cemas sudah lebih dulu singgah di wajahnya.

Ibu menatapnya. Matanya basah.

“Itu Bi Nadin.”

Rani menelan ludah.

“Kinkin… meninggal.”

Rani seperti tak mengerti arti kata itu.

“Meninggal?”

Ibu mengangguk pelan.

“Kata Bi Nadin, Kinkin kena demam berdarah. Telat dibawa ke rumah sakit… karena nggak ada biaya.”

Kalimat itu seperti palu.

Dada Rani sesak.

Ia mundur selangkah, lalu duduk di tepi ranjang.

Dunia terasa terlalu sunyi.

Tanpa suara, Rani masuk ke lemari.

Menarik jaketnya.

Dan menemukan edelweis itu.

Ia memeluknya.

Dan tangisnya pecah.

Tangis yang selama ini ia simpan—tentang Cianjur, tentang Kinkin, tentang pagi berkabut dan janji kecil.

Dalam pelukan bunga kering itu, Rani belajar satu hal yang paling berat:

ikhlas.

Bukan karena ia siap,
tapi karena hidup memaksanya.

Rani menangis semalaman.
Malam keesokannya pun begitu.
Entah berapa lama ia sudah menangis.




Other Stories
Dante Fair Tale

Dante, bocah kesepian berusia 9 tahun, membuat perjanjian dengan peri terkurung dalam bola ...

Cinta Harus Bahagia

Seorang kakak yang harus membesarkan adiknya karena kematian mendadak kedua orangtuanya, b ...

Mak Comblang Jatuh Cinta

“Miko!!” satu gumpalan kertas mendarat tepat di wajah Miko seiring teriakan nyaring ...

Kabinet Boneka

Seorang presiden wanita muda, karismatik di depan publik, ternyata seorang psikopat yang m ...

Kenangan Indah Bersama

tentang cinta masa smk,di buat dengan harapan tentang kenangan yang tidak bisa di ulang ...

Warung Kopi Reformasi

Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...

Download Titik & Koma