Blurb
Fatimah (Fafa) adalah definisi gadis metropolitan: desainer berbakat, ambisius, dan pemuja sepatu hak tinggi. Baginya, kebahagiaan adalah panggung runway dan gemerlap Jakarta.
Namun, sebuah "kecelakaan" kecil di teras Masjid Pesantren Al-Ikhlas meruntuhkan dunianya. Gara-gara sandalnya tertukar dengan milik seorang santri, Fafa terjebak dalam pusaran takdir yang membawanya kembali ke dinginnya Tanah Tinggi Puncak.
Rayyan adalah pengabdi sejati. Ustadz muda dengan hafalan Al-Qur’an yang kokoh namun memiliki satu kelemahan: ia sering kehilangan sandal jepit hijaunya. Pertemuannya dengan Fafa diawali dengan perdebatan tajam soal makhraj huruf dan "kriminalitas" sandal, yang perlahan berubah menjadi ikatan suci yang tak terelakkan.
Mampukah Fafa menukar high heels-nya dengan sandal jepit pesantren? Sanggupkah Rayyan menjadi imam bagi seorang wanita yang lebih paham pola kain daripada pola hukum Mad?
Dari hiruk-pikuk butik Jakarta hingga keheningan malam di bawah pohon pinus Puncak, kisah ini merajut dinamika pernikahan yang penuh tawa, cemburu yang syar’i, hingga ujian jarak yang menguras air mata. Karena pada akhirnya, cinta sejati bukan hanya soal perasaan, melainkan bagaimana menempatkan harakat dan tajwid yang benar dalam setiap langkah menuju-Nya.
"Hidup ini seperti membaca Al-Qur'an; jika makhraj niatmu benar dan harakat ikhlasmu tepat, maka setiap hela napasmu akan menjadi melodi yang membawa ke Surga."
Namun, sebuah "kecelakaan" kecil di teras Masjid Pesantren Al-Ikhlas meruntuhkan dunianya. Gara-gara sandalnya tertukar dengan milik seorang santri, Fafa terjebak dalam pusaran takdir yang membawanya kembali ke dinginnya Tanah Tinggi Puncak.
Rayyan adalah pengabdi sejati. Ustadz muda dengan hafalan Al-Qur’an yang kokoh namun memiliki satu kelemahan: ia sering kehilangan sandal jepit hijaunya. Pertemuannya dengan Fafa diawali dengan perdebatan tajam soal makhraj huruf dan "kriminalitas" sandal, yang perlahan berubah menjadi ikatan suci yang tak terelakkan.
Mampukah Fafa menukar high heels-nya dengan sandal jepit pesantren? Sanggupkah Rayyan menjadi imam bagi seorang wanita yang lebih paham pola kain daripada pola hukum Mad?
Dari hiruk-pikuk butik Jakarta hingga keheningan malam di bawah pohon pinus Puncak, kisah ini merajut dinamika pernikahan yang penuh tawa, cemburu yang syar’i, hingga ujian jarak yang menguras air mata. Karena pada akhirnya, cinta sejati bukan hanya soal perasaan, melainkan bagaimana menempatkan harakat dan tajwid yang benar dalam setiap langkah menuju-Nya.
"Hidup ini seperti membaca Al-Qur'an; jika makhraj niatmu benar dan harakat ikhlasmu tepat, maka setiap hela napasmu akan menjadi melodi yang membawa ke Surga."
Other Stories
Keeper Of Destiny
Kim Rangga Pradipta Sutisna, anak dari ayah Korea dan ibu Sunda, tumbuh di Bandung dengan ...
Final Call
Aku masih hidup dalam kemewahan—rumah, mobil, pakaian, dan layanan asisten—semua berka ...
Menjelang Siang
Swastika, yang merasa lelah dengan permasalahan di kampus, memutuskan untuk berkungjung ke ...
Kepentok Kacung Kampret
Renata bagai langit yang sulit digapai karena kekayaan dan kehormatan yang melingkupi diri ...
The Museum
Mario Tongghost, penangkap hantu asal Medan, menjadi penjaga malam di Museum Bamboe Kuning ...
Terlupakan
Pras, fotografer berbakat namun pemalu, jatuh hati pada Gadis, seorang reporter. Gadis mem ...