Kamera Sekali Pakai

Reads
473
Votes
126
Parts
10
Vote
Report
Kamera sekali pakai
Kamera Sekali Pakai
Penulis Alieya Nugroho

EPILOG

Di bandara Soekarno-Hatta, seorang petugas keamanan masih mengingat perempuan itu.
Ia berdiri di antrean boarding sambil berbicara pelan, sesekali tertawa kecil, lalu mengangguk pada ruang kosong di sebelahnya.
Saat diminta menunjukkan tiket, ia menyerahkan satu.
“Kursi sebelah kosong, ya, Bu?” tanya petugas.
Perempuan itu tersenyum.
“itu kursi suami saya.”
Tak ada siapa pun di sampingnya.
Di resort Labuan Bajo, seorang resepsionis sempat menuliskan catatan kecil di buku laporan malam.
Tamu pondok no 3 itu, datang sendiri. Terlihat berbicara sendiri di balkon.
Ia ragu menuliskannya, lalu tetap membiarkannya di sana.
Di Bukit Padar, seorang pemandu wisata memperhatikan perempuan itu berdiri di puncak lebih lama dari wisatawan lain.
Tangannya terulur, seperti sedang digenggam seseorang.
Angin kencang menerbangkan rambutnya.
Ia tertawa pada cakrawala.
Pemandu itu sempat menoleh ke sekeliling.
Tak ada siapa pun di sampingnya.
Saat snorkeling, instruktur beberapa kali berenang mendekat.
Perempuan itu menunjuk ke arah terumbu karang, lalu memberi isyarat pada seseorang yang tidak berada di air.
Ia bahkan memberi ruang, seolah takut bertabrakan.
Laut hanya beriak tenang.
Ketika kepulangan, staf hotel melihatnya berjalan ke mobil sambil membuka pintu penumpang depan terlebih dahulu.
Ia menunggu beberapa detik.
Lalu menutupnya pelan.
Mobil itu melaju dengan satu bayangan di kursi pengemudi.
Beberapa hari kemudian, kehidupan di bandara, resort, dan bukit itu kembali seperti biasa.
Wisatawan datang dan pergi.
Tawa berganti wajah.
Namun di antara mereka, ada beberapa orang yang sesekali teringat pada perempuan yang terus berbicara pada udara kosong.
Mereka tidak tahu namanya.
Mereka hanya ingat satu hal
ia selalu terlihat seolah sedang bersama seseorang.
Padahal tidak pernah ada siapa-siapa.



Other Stories
Mother & Son

Zyan tak sengaja merusak gitar Dana. Rasa bersalah membawanya pulang dalam diam, hingga na ...

Jaki & Centong Nasi Mamak

Jaki, pria 27 tahun. Setiap hari harus menerima pentungan centong nasi di kepalanya gara-g ...

Free Mind

“Free Mind” bercerita tentang cinta yang tak bisa dimiliki di dunia nyata, hanya tersi ...

Bu Guru Dan Mantan Murid

Salsa, guru yang terjebak pernikahan dingin, tergoda perhatian mantan muridnya, Anton. Per ...

Cahaya Dalam Ketidakmungkinan

Nara pernah punya segalanya—hidup yang tampak sempurna, bahagia tanpa cela. Hingga suatu ...

Hellend ( Noni Belanda )

Sudah sering Pak Kasman bermimpi tentang hantu perempuan bergaun zaman kolonial yang terus ...

Download Titik & Koma