Ibu, Kuizinkan Engkau Jadi Egois Malam Ini

Reads
4
Votes
0
Parts
4
Vote
Report
ibu, kuizinkan engkau jadi egois malam ini
Ibu, Kuizinkan Engkau Jadi Egois Malam Ini
Penulis Anugerah Bagus Ibrahim

Chapter 1: Rumah Yang Pelan-pelan Berubah

22 Desember 2022.

Hari menjelang liburan dan pulang kampungku dari merantau di sebuah kota. Setelah satu semester menimba ilmu di perkuliahan, pulang kampung bukan sekedar perjalanan kembali kerumah, tetapi sebuah ritual kecil yang selalu kutunggu. Sudah menjadi tradisi keluarga (atau mungkin tradisiku sendiri) untuk membawa pulang oleh-oleh meski mereka tak pernah meminta bahkan sering berkata tidak perlu. Aku hanya senang membawakan orang rumah beberapa oleh-oleh saat pulang, dan melihat mereka lahap menikmati oleh-oleh yang kubeli. Tahun ini aku membawakan beberapa makanan yang pastinya tidak ada di desa, bukan karena mahal tapi karena berbeda, aku ingin membawa pulang sedikit potongan hidupku di perantauan.

31 Desember 2022.

Malam yang ditunggu tunggu, kami mengadakan acara bakar-bakar untuk acara tahun baruan ini, layaknya keluarga pada umumnya. Ibuku mempersiapkan semuanya, dan aku hanya bantu bantu saja. Ayahku bertugas untuk perapian dan masaknya, sementara kami menunggu dengan sabar, atau setidaknya pura pura sabar, menanti apapun yang matang duluan untuk segera disantap.

Namun ditengah suasana hangat itu, aku melihat sesuatu yang tak biasa. Aku melihat ada tatapan hampa di mata ibuku, seolah dia mengatakan bahwa fisiknya memang hadir, namun pikirannya tak ada disana. Tatapan yang tak pernah jadi ucapan, melainkan akan jadi Tindakan. Saat itu aku belum benar-benar mengerti, hanya merasa ada yang janggal. 

23 Desember 2023

Setahun berlalu, aku pulang dengan semangat yang jauh lebih besar, karena aku berencana untuk membawa oleh-oleh berupa daging-dagingan beku untuk acara bakar-bakar kali ini. Aku beli bumbunya, aku beli sosis dan segala yang dibutuhkan, lalu cepat-cepat berangkat pulang kampung agar dagingnya tidak terlalu meleleh. Aku ngebut menggunakan motor kesayanganku, melintasi 150 km aspal jalan.

Saat dirumah, aku mendapati rumahku sangat sangat tak terurus. Kami memelihara kucing, dan kotoran serta rambut rambut halusnya berserakan di area dapur. Sementara dapur dan wastafel penuh dengan piring kotor, beberapa terlihat sudah mengering, entah sudah berapa lama tak diurus. Kamarku pun demikian, penuh debu, berantakan dan sprei nya pun apek harus diganti. Melihat yang seperti ini, aku langsung berfikiran untuk segera Kembali ke kosan saja, disini paling nanti hanya disuruh-suruh membersihkan beginian. Aku bertanya-tanya dimana ibu?

Ibuku adalah orang yang biasa menjaga rumah tetap hidup, dan aku biasanya membantu saja, namun kali ini benar benar keterlaluan. Aku paham dia juga bekerja sebagai Pegawai Negeri, tidak selalu bisa pulang dan bersih-bersih karena capek, namun ini berbeda, ini Nampak tak disentuh berhari-hari. Tak hanya dapur, bahkan ruangan lain tampak tak diurus, ayah dan adikku juga tampak tak terlalu peduli dengan keadaan. Mereka hanya cuci piring kalau mau makan saja, dan setelah makan pun hanya diletakkan lagi tanpa dicuci. Malamnya, sekitar pukul 21.40 ibuku baru pulang, ternyata ibu sedang mengurus acara festival untuk tahun baru. Jadi ibu tidak akan ada disini untuk tahun baruan Bersama kami seperti tahun tahun sebelumnya.

Ibuku adalah orang yang mengadakan festival, jadi dia bertanggung jawab penuh atas berjalannya festival itu. Karena tanggung jawabnya banyak, hampir setiap hari handphone nya berdering, panggilan masuk silih berganti, menanyakan berbagai hal demi kepentingan dan keberlangsungan acara. Karena inilah rumah jadi tidak terurus, semuanya kotor, bahkan ibu tidak sempat masak atau sekedar beli lauk. Aku sempat kesal dengan ibuku karena ini, dan saat bilang ke ibuku bahwa tidak ada lauk dirumah, ibu hanya menyuruhku datang ke tempat yang akan digelar festival untuk mengambil uang dan membelikan lauk serta masak nasi untuk keluarga.

31 Desember 2023

Di malam tahun baru, Kami tidak jadi mengadakan bakar-bakar karena ibuku tidak ada dirumah, dan jadinya ayahku hanya pesan makanan jadi untuk sekeluarga, dan menyisakan Sebagian untuk ibu yang entah akan pulang jam berapa. Ibuku sebelumnya bilang bahwa acara bakar-bakarnya mending setelah tahun baruan saja, tanggal 1 atau 2 januari namun adikku langsung marah dan menolak karena momennya tidak pas. Tetapi, ibu tetap berangkat ke tempat festival, mengabaikan keinginan kami.

Untuk menghibur adikku, aku ajak saja dia menonton film horror di laptopku, dengan suara menggelegar dari speaker copotan tv yang rusak, serta suasana gelap dengan lampu neon yang menambah nuansa seram. Ketakutan, seru dan menegangkan memenuhi kepala adikku, dan setelah film selesai pun, dia masih ketakutan untuk sekedar berjalan kembali ke kamarnya. Syukurlah rasa takut itu sedikit mengalihkannya dari rasa kecewanya dengan tidak adanya ibuku.


Other Stories
Seoul Harem

Raka Aditya, pemuda tangguh dari Indonesia, memimpin keluarganya memulai hidup baru di gem ...

Dua Bintang

Bintang memang selalu setia. Namun, hujan yang selalu turun membuatku tak menyadari keha ...

Chronicles Of The Lost Heart

Ketika seorang penulis novel gagal menemukan akhir bahagia dalam hidupnya sendiri, sebuah ...

Cinta Rasa Kopi

Kesalahan langkah Joylin dalam membina bahtera rumah tangga menjadi titik kulminasi bagi t ...

Curahan Hati Seorang Kacung

Setelah lulus sekolah, harapan mendapat pekerjaan bagus muncul, tapi bekerja dengan orang ...

Hikayat Cinta

Irna tumbuh dalam keyakinan bahwa cinta adalah sesuatu yang harus ditemukan—pada seseora ...

Download Titik & Koma