Skenario Yang Menantang Adrenalin
Pasca konfrontasi di ruang kerja, atmosfer di penthouse berubah menjadi ketegangan yang sunyi namun bermuatan listrik. Mahendra menjadi lebih pendiam, sementara Kanaya merasa seolah ia telah menyentuh inti dari sebuah bom yang siap meledak. Namun, bukannya menjauh, Mahendra justru menarik Kanaya ke dalam permainan yang lebih berisiko seolah ia ingin membuktikan bahwa meski rahasianya terbongkar, ia tetaplah sang pemegang kendali.
"Kita akan datang ke acara amal Yayasan Adiwangsa malam ini," ucap Mahendra sambil menyesuaikan dasi sutranya di depan cermin. Tatapannya melalui pantulan kaca masih memiliki sisa-sisa kegelapan dari malam sebelumnya.
Kanaya sedang mengenakan gaun malam backless berwarna hitam pekat yang kontras dengan kulit putih susunya. "Tentu, Mas. Seperti biasa?"
Mahendra berbalik, mendekati Kanaya dan merapikan rambut istrinya yang jatuh di bahu. "Tidak. Tidak seperti biasa. Malam ini, ada aturan baru."
Ia mengeluarkan sebuah benda kecil dari saku jasnya sebuah alat getar nirkabel yang sangat kecil dan elegan. Tanpa kata-kata, ia memberi isyarat agar Kanaya memakainya. Mata Kanaya membelalak.
"Mas... di acara publik? Itu gila. Bagaimana jika seseorang tahu?"
"Itu poinnya, Naya," bisik Mahendra, jemarinya membelai tengkuk Kanaya. "Aku akan memegang remotenya sepanjang malam. Kau harus berdiri di sana, mengobrol dengan para menteri dan pengusaha, tetap tenang, dan tidak boleh menunjukkan ekspresi apa pun meski aku menekan tombolnya. Jika kau gagal, jika kau mendesah atau terlihat goyah di depan umum... konsekuensinya akan sangat berat saat kita pulang."
Jantung Kanaya berdegup kencang saat mereka memasuki ballroom hotel yang dipenuhi lampu kilat kamera dan tamu-tamu terhormat. Di tengah kerumunan, Mahendra tampak seperti biasa: tenang, berwibawa, dan mempesona. Namun, di saku jasnya, tangannya memegang kendali atas tubuh Kanaya.
Saat Kanaya sedang berbincang dengan istri seorang duta besar, ia tiba-tiba merasakan getaran halus yang mengejutkan di pusat sensasinya. Tubuhnya menegang sesaat, namun ia segera mencengkeram gelas sampanyenya dengan kuat agar tidak tumpah. Ia melirik ke arah Mahendra yang berdiri beberapa meter darinya, sedang tertawa kecil sambil mengobrol dengan kolega bisnisnya. Mata Mahendra sempat bertemu dengannya dingin dan penuh kemenangan.
Mahendra meningkatkan intensitasnya. Kanaya merasa lututnya lemas. Ia harus berpegangan pada pinggiran meja prasmanan sambil terus melempar senyum palsu kepada orang-orang yang lewat. Adrenalin karena rasa takut ketahuan bercampur dengan gairah fisik yang tak tertahankan menciptakan sensasi yang hampir membuatnya pingsan.
"Kau baik-baik saja, Kanaya? Kau terlihat sedikit... berkeringat," tanya seorang kolega Mahendra dengan sopan.
"Oh, hanya... hanya sedikit panas di sini," jawab Kanaya dengan suara yang sedikit bergetar, tepat saat Mahendra memberikan denyut getaran paling kuat.
Mahendra berjalan mendekat, merangkul pinggang Kanaya dengan posesif. "Istriku sepertinya butuh udara segar. Maaf, kami permisi sebentar."
Mahendra membimbingnya menuju area balkon yang sepi, jauh dari keramaian. Begitu mereka hanya berdua, Mahendra mematikan alat itu dan membalikkan tubuh Kanaya hingga menghadapnya.
"Kau hampir gagal tadi, Naya," gumam Mahendra, napasnya memburu.
"Kau gila, Mas... benar-benar gila," rintih Kanaya, menyandarkan kepalanya di dada Mahendra. Napasnya masih terengah-engah.
"Gila karena menginginkanmu di setiap saat, bahkan di tengah keramaian?" Mahendra mengangkat dagu Kanaya. "Ketakutanmu tadi... itu membuatmu terlihat sangat cantik. Itu adalah kejujuran yang tidak bisa kau sembunyikan di depan cermin sekalipun."
Bahaya dari skenario itu tidak hanya memberikan kepuasan fisik, tapi juga sebuah pengakuan bawah sadar: Kanaya menyadari bahwa ia kini telah menjadi bagian dari kegilaan Mahendra. Ia bukan lagi sekadar korban ia adalah rekan dalam permainan adrenalin yang berbahaya ini.
Other Stories
Aroma Kebahagiaan Di Dapur
Hazea menutup pintu rapat-rapat pada cinta setelah dikhianati oleh sahabat dan kekasihnya ...
Hold Me Closer
Pertanyaan yang paling kuhindari di dunia ini bukanlah pertanyaan polos dari anak-anak y ...
Keluarga Baru
Surya masih belum bisa memaafkan ayahnya karena telah meninggalkannya sejak kecil, disaat ...
Aku Pamit Mencari Jati Diri??
Seorang anak kecil yang pernah mengalami perlakuan tidak mengenakan dalam hidupnya. Akibat ...
After Honeymoon
Sama-sama tengah menyembuhkan rasa sakit hati, bertemu dengan nuansa Pulau Dewata yang sel ...
Kasih Ibu #1 ( Hhalusinada )
pengorbanan seorang ibu untuk putranya, Angga, yang memiliki penyakit skizofrenia. Ibu rel ...