Weird Husband

Reads
186
Votes
0
Parts
12
Vote
Report
Penulis Hana Larasati

Pembalikan Kendali

Tiga hari berlalu dalam keheningan yang menyesakkan. Mahendra mencoba mendekat dengan cara-cara lamanya memberikan perhiasan, mengirimkan bunga lili ke kamar tamu namun Kanaya mengabaikan semuanya. Ia tidak butuh emas ia butuh martabatnya kembali. Namun, Kanaya sadar bahwa lari bukanlah jawaban. Jika ia ingin menyelamatkan pernikahannya, ia harus menghancurkan fondasi kekuasaan Mahendra dan membangunnya kembali dari abu.

Malam keempat, Kanaya keluar dari kamar tamu dengan langkah pasti. Ia mengenakan gaun sutra hitam sederhana yang menutup hingga leher, namun dengan potongan yang sangat pas di tubuh. Ia menemukan Mahendra di ruang kerja, sedang menatap keluar jendela dengan segelas wiski yang sudah kosong.

"Mas," panggil Kanaya tenang.

Mahendra berbalik, matanya tampak lelah. "Naya... aku minta maaf soal malam itu. Julian sudah kuhapus semua kontaknya. Aku tidak akan "

"Diam, Mas," potong Kanaya. Ia berjalan mendekat dan, untuk pertama kalinya, ia yang memberikan perintah. "Ikut aku ke kamar utama."

Mahendra tampak terkejut, namun kepatuhan yang terpancar di mata Kanaya membuatnya mengikuti istrinya tanpa kata. Di dalam kamar, serpihan kaca sudah dibersihkan, meninggalkan kerangka dinding yang kosong simbol dari hubungan mereka yang juga sedang kosong.

Kanaya menunjuk ke sebuah kursi kayu jati berlengan tinggi yang ia letakkan di tengah ruangan. "Duduk di sana. Dan jangan bergerak sampai aku mengizinkannya."

Mahendra mengerutkan kening, namun rasa bersalah dan rasa ingin tahunya lebih besar. Ia duduk. Kanaya kemudian mengambil dasi sutra milik Mahendra yang tergeletak di ranjang. Dengan gerakan yang tenang namun tegas, ia mengikat pergelangan tangan Mahendra ke lengan kursi. Tidak terlalu kencang, namun cukup untuk memberikan pesan: Malam ini, kau adalah milikku.

"Naya, apa yang kau lakukan?" bisik Mahendra, napasnya mulai memberat.

"Aku sedang menunjukkan padamu bagaimana rasanya menjadi objek, Mas," jawab Kanaya sambil berdiri di depan suaminya. Ia mengusap rahang tegas Mahendra dengan ujung jemarinya. "Kau selalu bilang bahwa kau mencintaiku dengan caramu. Sekarang, aku akan mencintaimu dengan caraku."

Kanaya mulai menggoda Mahendra dengan cara yang sangat lambat, sangat terencana. Ia mencium keningnya, pipinya, lalu berhenti tepat sebelum bibir mereka bersentuhan. Ia bisa merasakan tubuh Mahendra menegang, otot-otot lengannya mengeras saat pria itu mencoba melepaskan diri dari ikatan dasi tersebut secara refleks.

"Jangan bergerak, Mas. Bukankah kau bilang cinta adalah tentang penyerahan total?" bisik Kanaya di telinga Mahendra, meniru nada bicara suaminya selama ini.

Mahendra memejamkan mata, rintihan frustrasi keluar dari tenggorokannya. Ia yang biasanya menjadi arsitek gairah, kini terpaksa menjadi bangunan yang pasif. Melihat suaminya yang perkasa kini berada dalam kendalinya, Kanaya merasakan lonjakan kekuatan yang luar biasa. Namun, itu bukan kekuatan yang merusak itu adalah kekuatan yang menyeimbangkan.

Ia tidak menggunakan kekerasan atau penghinaan. Kanaya menggunakan kelembutan yang menyiksa, memberikan sentuhan-sentuhan yang selama ini Mahendra tuntut darinya, namun kali ini dengan Kanaya sebagai nakhodanya.

"Katakan namaku, Mas," perintah Kanaya, suaranya lembut namun mutlak.

"Kanaya..." desah Mahendra, kepalanya terkulai ke belakang.

Malam itu, dinamika kekuasaan di antara mereka bergeser selamanya. Mahendra menyadari bahwa menyerahkan kendali kepada wanita yang ia cintai tidak membuatnya lemah itu justru memberinya rasa aman yang selama ini ia cari melalui dominasi. Bagi Kanaya, ini adalah cara ia merebut kembali dirinya sendiri. Ia bukan lagi sekadar bidak dalam permainan Mahendra ia adalah sang pemain.


Other Stories
2r

Fajri tahu Ryan menukar bayi dan berniat membongkar, tapi Ryan mengungkap Fajri penyebab k ...

Blek Metal

Cerita ini telah pindah lapak. ...

Mother & Son

Zyan tak sengaja merusak gitar Dana. Rasa bersalah membawanya pulang dalam diam, hingga na ...

Love Falls With The Rain In Mentaya

Di tepian Pinggiran Sungai Mentaya, hujan selalu membawa cerita. Arga, seorang penulis pen ...

Yang Dekat Itu Belum Tentu Lekat

Dua puluh tahun sudah aku berkarya disini. Di setiap sudut tempat ini begitu hangat, penuh ...

Kala Menjadi Cahaya Menjemput Harapan Di Tengah Gelap

Hidup Arka runtuh dalam sekejap. Pekerjaan yang ia banggakan hilang, ayahnya jatuh sakit p ...

Download Titik & Koma