Weird Husband

Reads
206
Votes
0
Parts
12
Vote
Report
Penulis Hana Larasati

Kontrak Tanpa Suara

Cahaya matahari pagi yang pucat menembus celah tirai vila, menyinari butiran debu yang menari di udara. Kanaya terbangun dengan perasaan yang sulit didefinisikan tubuhnya terasa ringan sekaligus pegal, sebuah sisa dari intensitas malam sebelumnya. Di sampingnya, sisi ranjang Mahendra sudah dingin.

Kanaya bangkit perlahan, melilitkan jubah sutra ke tubuhnya. Saat ia melangkah menuju meja rias kayu jati yang antik, matanya tertuju pada sebuah kotak kecil berwarna biru navy yang diletakkan di samping vas bunga lili putih yang masih segar.

Ia membukanya. Di dalamnya, sebuah kalung safir biru berbentuk tetesan air mata berkilau dengan tajam, dikelilingi oleh berlian-berlian kecil yang mempesona. Indah, namun bagi Kanaya, perhiasan itu terasa seperti beban.

"Sudah bangun?"

Suara Mahendra muncul dari arah balkon. Ia sudah berpakaian rapi celana kain abu-abu dan kemeja putih yang lengannya digulung hingga siku. Tidak ada lagi penutup mata, tidak ada lagi bisikan gelap. Ia kembali menjadi Mahendra sang pengusaha sukses yang efisien.

"Safir ini... untuk apa, Mas?" tanya Kanaya, suaranya sedikit serak.

Mahendra mendekat, mengambil kalung itu dari kotaknya, lalu berdiri di belakang Kanaya. Ia memakaikannya ke leher istrinya, jemarinya yang dingin bersentuhan dengan kulit Kanaya yang masih sensitif. "Anggap saja itu apresiasi. Kau luar biasa semalam, Naya. Kau sangat... kooperatif."

Kanaya menatap pantulannya di cermin. Safir itu berkilau indah, namun kata 'kooperatif' terasa seperti duri di telinganya. "Apakah setiap kali aku menuruti fantasimu, akan ada hadiah seperti ini? Apakah ini semacam pembayaran?"

Mahendra berhenti mengancingkan kalung itu. Matanya menatap Kanaya melalui cermin, tajam dan tak terbaca. "Kenapa kau harus memikirkannya sesulit itu? Aku senang memberimu sesuatu. Dan aku senang saat kau membiarkanku membimbingmu. Bukankah itu kesepakatan yang adil?"

"Kesepakatan?" Kanaya berbalik, menatap suaminya langsung. "Kita menikah, Mas. Bukan sedang menandatangani kontrak bisnis. Aku ingin tahu apakah kau melakukannya karena kau mencintaiku, atau karena kau butuh seseorang untuk mengisi skenario-skenariomu."

Mahendra terdiam sejenak. Ia mengulurkan tangan, membelai pipi Kanaya dengan lembut, namun ada jarak emosional yang tetap ia jaga. "Cinta memiliki banyak bahasa, Naya. Beberapa orang mengatakannya dengan bunga, beberapa dengan puisi. Bagiku, cinta adalah tentang memiliki secara total. Tentang kepercayaan untuk menyerahkan kendali padaku."

Ia mengecup kening Kanaya, ciuman yang terasa sangat formal. "Bersiaplah. Sopir akan menjemputmu dalam satu jam untuk kembali ke Jakarta. Aku ada rapat penting siang ini."

Setelah Mahendra keluar dari kamar, Kanaya terduduk di kursi rias. Ia meraba kalung safir yang melingkar di lehernya. Ia menyadari sebuah pola yang mengerikan namun memikat: Mahendra membangun dinding emas di sekelilingnya. Pria itu memberikan perlindungan, kemewahan, dan kenikmatan yang tak terbayangkan, namun sebagai gantinya, Kanaya harus menyerahkan hak atas tubuh dan kehendaknya saat pintu kamar terkunci.

Ini adalah kontrak tanpa suara. Sebuah pertukaran di mana Kanaya mendapatkan dunia, namun Mahendra mendapatkan kendali atas pusat dunianya. Dan yang paling menakutkan bagi Kanaya adalah kenyataan bahwa ia mulai menikmati perbudakan manis ini.


Other Stories
Warung Kopi Reformasi

Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...

Nina Bobo ( Halusinada )

JAM DINDING menunjukkan pukul 12 lewat. Nina kini terlihat tidur sendiri. Suasana sunyi. S ...

Padang Kuyang

Warga desa yakin jika Mariam lah hantu kuyang yang selama ini mengganggu desa mereka. Bany ...

Pacar Sewaan

Sebagai pacar sewaan yang memiliki kekasih, Ledi yakin mampu menjaga batas antara pekerjaa ...

Aku Pamit Mencari Jati Diri??

Seorang anak kecil yang pernah mengalami perlakuan tidak mengenakan dalam hidupnya. Akibat ...

Aku Pulang

Raina tumbuh di keluarga rapuh, dipaksa kuat tanpa pernah diterima. Kemudian, hadir sosok ...

Download Titik & Koma