0. Prolog
Seorang pria bertahi lalat kecil di pipi kanannya, bersimpuh di samping makam berukuran mungil. “Maafkan aku .... Maaf ...,” ucapnya lirih sembari menaburkan bunga segar di atas gundukan tanah yang ditumbuhi rumput liar. Ia mengusap batu nisan usang di atas makam sesenggukan. Seorang pria berkulit coklat berusia empat puluhan serta gadis berjilbab, muncul dari kejauhan. Pria bertahi lalat kecil segera bangkit begitu melihat mereka. Pria itu bergegas bersembunyi, mengintip dari balik pohon besar tak jauh dari makam yang baru saja ditinggalkan. Dua orang itu celingukan mendapati taburan bunga segar di atas makam yang mereka kunjungi. Merasa aneh sebab tak memiliki anggota keluarga lain yang mungkin menziarahi makam bayi itu. “Siapa yang datang ya, Yah?” Sang gadis berjilbab bertanya penasaran. Pria di samping gadis itu mengangkat bahu. “Sudahlah, Ki. Tak usah dipikirkan! Kita mulai saja doanya, ya!” Si gadis mengangguk. Memulai doa setelah mengusap nisan usang bertuliskan Razka Ravanza.
Other Stories
Coincidence Twist
Kejadian sederhana yang tak pernah terpikirkan sedikitpun oleh Sera menyeretnya pada hal-h ...
Zen Zen Sense (kehidupan Sebelumnya)
Aku pernah mengalami hal aneh seperti bertemu orang mati, kebetulan janggal, hingga melint ...
.
. ...
Pintu Dunia Lain
Wira berdiri di samping kursi yang sedari tadi didudukinya. Dengan pandangan tajam yang ...
Queen, The Last Dance
Di panggung megah, di tengah sorak sorai penonton yang mengelu-elukan namanya, ada air mat ...
Mauren Lupakan Masa Lalu
Mauren menolak urusan cinta karena trauma keluarga dan nyaman dengan tampilannya yang mask ...