Escape

Reads
16
Votes
0
Parts
6
Vote
Report
Penulis Andi Yudaprakasa

6. Slow Days.

"Hmmmh.." Nadine menarik nafas dalam, mengisi paru- parunya dengan aroma lait. Ia berjalan pelan di sepanjang garis pantai, membiarkan kakinya basah oleh ombak yang tenang.
Ia suka merasakan bagaimana pasir di telapak kakinya tergerus terbawa arus.

Ini adalah kegiatan yang ia lakukan menjelang sunset.
Saat matahari mulai menghangat, dan angin mulai bertiup lembut memainkan rambutnya.

Tak terasa sudah dua malam berlalu. Hari pertama dan keduanya ia lewati begitu saja tanpa melakukan satupun kegiatan dalam itinerarinya. Nadine benar- benar melewati harinya dengan bermalas- malasan di dalam villa.

Saat Raka mengkonfirmasi perihal kegiatannya, Nadine dengan entengnya menjawab:
"Nggak apa. Aku suka di sini kok— menikmati kehidupan di Segare juga adalah esensi dari ESCAPE kan?"

Membuat Raka berdiri diam menggaruk kepalanya.

Saat jam makan, beberapa warga perempuan akan datang mengantarkan makanan ke villa Nadine; rebusan sayur, tempe, sambal dan berbagai masakan tradisonal lainnya.

Nadine juga suka duduk di tangga depan villa, menyandar sambil menatap ombak yang bergulung di pantai. Dengan suara kicau burung yang nyaring di sekitarnya.

Benar kata Tasya. Tempat ini ajaib.

Padahal tak ada sesuatu yang istimewa. Kehidupa warga hanya berjalan mengalir begitu saja.
Namun entah kenala justru Nadine merasa sesuati yang lama tak ia rasakan.
Sebuah kelegaan, seolah sebagian beban di pundaknya menguap begitu saja.

Walaupun tetap, mata Nadine masih membasah setiap kali ia melihat wallpaper fotonya dan Barrack di ponsel.
Nadine ingin menghapus foto itu, namun ia tak sanggup.
Foto itu adalah momen foto berdua terakhirnya bersama sang mantan.

-----

"Mbak, dua hari ini kamu tidak mengambil paket kegiatan apapun dari itinerary mu," Raka duduk di bangku ruang villa Nadine, berhadapan dengan gadis itu. "Ayo dong, buat besok. Kasih tahu aku Mbak Nadine kepingin ngapain."

Malam hari, Raka datang membawakan makan malam untuk Nadine. Sekaligus untuk mengkonfirmasi kegiatan yang ingin Nadine lakukan pada hari ketiganya di Lombok bersama ESCAPE.

Nadine menyeruput tehnya pelan. "Raka, dari kemarin kan aku sudah bilang. Aku suka di sini. Bersantai, jalan- jalan. Aku suka berada di desamu ini. Emangnya salah?'

"Nggak sih," Raka memajukan bibirnya bingung. "Tapi paket liburan ini sudah dibayar full oleh Mbak Tasya. Dia ingin aku mengirimkan foto- foto Mbak Nadine yang lagi berkegiatan."

"Ah, bahkan nggak di sini pun masih juga ngerepotin orang ya si Tasya itu," sungut Nadine. "Gini deh, kamu kirim aja fotoku yang lagi mandi ke—"

"—Mbak, serius dong."

Nadine tersenyum. Ia senang menggoda Raka, ekspresinya lucu kalau sedang bingung.

Raka mencoret- coret kertas berisi opsi kegiatan Nadine untuk hari ketiganya besok.
"Kegiatanmu juga adalah tanggung jawabku sebagai personal guide. Kalau sampai Mbak Nadine nggak ambil kegiatan apa- apa, aku kena SP dong sama Pak Layang."

"Owh, sori," Nadine mengatupkan tangan. Kini ia merasa sedikit bersalah.

Lalu Nadine pun membuka- buka file penjelasan kegiatan day-tour yang ia bawa dari base ESCAPE. Entahlah, tak ada yang menarik baginya.

"Ada enggak, kegiatan yang deket- deket sini gitu?" Nadine meletakkan kembali file itu ke meja. "Aku nggak suka berkedara terlalu jauh."

Raka menyandar kursi kayu, melipat lengannya. "Kegiatan di sekitar sini ya?"

"..."

"Kalau hiking suka enggak?" Raka mencoba menawarkan kegiatan. "Kita akan mendaki bukit teluk di samping Barat pantai ini. Cuman jalan beberapa kilometer saja, dan pemandangannya aku jamin worth it banget dengan effortnya."

"Hiking?" Nadine berpikir. "Kamu nggak lihat nih betis aku ramping begini? Aku tuh model, Raka, bukan atlet panjat tebing."

Raka mengernyit bingung tak menemukan korelasi.

"Kalau aku nggak kuat nanjak, kamu mau gendongin?" Nadine memiringkan kepalanya manja.

"Mbak, again, serius dong," Raka memajukan bibirnya sebal.

-----

Hari ketiga.
Saat matahari sudah mulai condong ke Barat, Raka datang menjemput Nadine. Ia menenteng sebuah ransel daypack di satu bahu. Ia mengenakan kemeja lapangan, kargo pendek dan sandal gunung.

Nadine berjalan keluar, menutup pintu villa. Ia mengenakan kemeja linen yang diikat depan, skort, bucket hat dan snakers. Sebuah tumbler minum menggantung di leher.

Raka terdiam mengamati penampilan Nadine dengan sebuah senyum tipis.

"Kenapa?"

"Mbak Nadine kayak anak TK yang mau darmawisata."

"Aku nggak jadi aja deh," Nadine berbalik.

"Idih, marah," Raka terbahak mengulurkan tangannya. "Sini tumbler nya, biar saya bawakan."

Nadine menyerahkan botol di lehernya dengan bibir cemberut. "Aku kan nggak ada rencana buat kegiatan outdoor. Baju yang aku bawa ya modelan gini semua."

"Bercanda doang Mbak," ujar Raka memasukkan tumbler ke dalam ransel sambil mulai berjalan. Keduanya beriringan melewati pasir pantai menuju kaki bukit di sisi Barat.

Nadine tak menjawab, berjalan di samping Raka masih dengan muka ditekuk.

"Bercanda Mbak," ulang Raka menekankan. "Outfitnya cocok kok. Manis."

"..."

"...'

Eh? Loh?
Ini aku kenapa?

Tiba- tiba saja wajah Nadine terasa panas setelah mendengar ucapan Raka. Jantungnya juga sedikit berdebar. Nadine menunduk, menarik bucket hat nya lebih dalam.

Masa gitu aja aku nervous?

Raka terus saja berjalan sambil menjelaskan tentang tujuan short hiking mereka. Nampaknya ia tak menyadari situasi Nadine yang wajah nya sedang merah padam.

Keduanya menuju perbatasan desa di sisi Barat, lalu memasuki jalur setapak hutan menuju bukit.


Other Stories
Autumn's Journey

Henri Samuel, penulis yang popularitasnya meredup, mendapat tugas riset ke Korea Selatan. ...

Cahaya Dalam Ketidakmungkinan

Nara pernah punya segalanya—hidup yang tampak sempurna, bahagia tanpa cela. Hingga suatu ...

Institut Tambal Sains

Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...

Mozarela Bukan Cinderella

Moza, sejak bayi dirawat di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu oleh Bu Kezia, baru boleh diadops ...

Kenangan Indah Bersama

tentang cinta masa smk,di buat dengan harapan tentang kenangan yang tidak bisa di ulang ...

Petualangan Di Negri Awan

seorang anak kecil menemukan negeri ajaib di balik awan dan berusaha menyelamatkan dari ke ...

Download Titik & Koma