10. Epilog
Ke negeri Gingseng belum afdol jika belum mampir ke Pulau Jeju. Kenapa? Karena kata orang, Pulau Jeju merupakan surganya orang Korea Selatan. Maka dari itu di hari terakhir berada di Korea, Devi dan Dimas menyempatkan diri mengunjungi Pulau Jeju.
Mata Devi tak berkedip saking terpesonanya akan keindahan Pulau Jeju. Pulau Jeju dikelilingi dengan hamparan laut biru dan sinar matahari yang begitu hangat, dan juga tebing-tebing yang tinggi sehingga menambah kesan eksotis. Hamparan bunga dan padang rumput yang sangat luas mampu menampung berbagai macam tanaman yang berwarna-warni. Pulau yang terletak di ujung semenanjung Korea ini dibentuk karena campur tangan manusia namun dapat terbentuk secara natural.
Selain pemandangan indah, Jeju juga menyediakan tempat-tempat rekreasi seperti Gunung Halla, Museum Haenyeo, Pantai Jungmun, Pantai Geumneung, Museum Teddy Bear, air terjun Donneko, dan masih banyak lagi yang lainnya. Pokoknya Pulau Jeju sangat cocok bagi pasangan yang ingin menghabiskan waktu untuk berbulan madu atau sekedar menghabiskan waktu bersama sang kekasih.
“Dev, jujur aku berat banget ninggalin negeri Ginseng ini,” Dimas bersuara.
“Pasti kamu berat ninggalin negeri ginseng ini karena banyak cewek cantiknya kan? Terus kamu juga masih ngarep jika berada di Korea bakal ditawari main drama Korea.”
“Itu juga termasuk salah satunya. Hehehe.”
Devi memanyunkan bibirnya, dia jengkel dengan jawaban yang dilontarkan suaminya. Refleks dia mencubit pinggang Dimas. “Au, sakit. Aku cuma bercanda kali,” Dimas merintih kesakitan.
“Sebenarnya aku berat meninggalkan negeri ginseng ini karena negeri ini banyak memberikan kita pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga.”
“Iya juga ya. Kalau kita nggak pergi ke Korea, kita nggak akan tahu tempat-tempat yang menyimpan misteri, kuliner Korea dan suasana penjara di Korea. Aku juga berat meninggalkan negeri ini, tapi mau gimana lagi? Masa tugas kita telah berakhir, kalau mau tetap di sini ya harus make biaya hidup sendiri.”
“Ya udah, kamu doain saja biar aku jadi direktur utama terus jalan-jalan lagi deh ke negeri ginseng ini.”
“Aminn.”
THE END
Other Stories
Kepingan Hati Alisa
Di sebuah rumah sederhana, seorang wanita paruh baya berkerudung hitam, berbincang agak ...
Tersesat
Tak dipungkiri, Qiran memang suka hal-hal baru. Dia suka mencari apa pun yang sekiranya bi ...
Ibu, Kuizinkan Engkau Jadi Egois Malam Ini
Setiap akhir tahun, ia pulang dengan harapan ibunya ada di rumah. Yang berulang justru dap ...
Tilawah Hati
Terinspirasi tilawah gurunya, Pak Ridwan, Wina bertekad menjadi guru Agama Islam. Meski be ...
Mauren, Lupakan Masa Lalu
“Nico bangun Sayang ... kita mulai semuanya dari awal anggap kita mengenal pribadi ya ...
Srikandi
Iptu Yanti, anggota Polwan yang masih lajang dan cantik, bertugas di Satuan Reskrim. Bersa ...