Bab 4 : Mandi: Ritual Pulang Ke Tubuh
Ada sesuatu yang menenangkan dari mandi—bukan cuma bersih, tapi seperti menghapus lapisan hari yang menempel.
Kamu pulang kerja, mungkin badan lengket kena polusi, kepala penuh. Kamu masuk kamar mandi, menyalakan air, dan untuk beberapa menit dunia mengecil: hanya ada suara air, aroma sabun, dan tubuhmu yang akhirnya diperhatikan.
Mandi bisa jadi liburan karena mandi adalah kegiatan yang memaksa kamu berada di momen sekarang. Kamu tidak bisa mandi di masa depan. Kamu tidak bisa mandi di rapat besok. Kamu mandi di sini.
Coba sesekali mandi bukan sebagai kegiatan cepat-cepat. Jadikan dia ritual. Wangi sabun yang kamu suka. Air hangat kalau memungkinkan. Gerakan yang pelan. Seolah kamu sedang bilang: aku layak dirawat, bahkan setelah hari yang berantakan.
Mandi juga bisa jadi batas psikologis: pemisah antara “aku di kantor” dan “aku di rumah.” Banyak dari kita pulang tapi masih membawa kantor di punggung. Mandi membantu menurunkannya.
Tips praktis (Mandi):
- Tetapkan “mandi sebagai penutup hari kerja” (kalau kamu WFH, mandi setelah jam kerja selesai, bukan sebelum). Ini membantu otak memisahkan peran.
- Pilih satu elemen kecil untuk memanjakan diri: sabun dengan aroma favorit, scrub sederhana, atau handuk yang benar-benar kering dan nyaman.
- Saat mandi, coba latihan fokus: sebutkan dalam hati 3 hal yang kamu rasakan (hangat air, wangi sabun, rileks bahu). Ini mengembalikanmu ke tubuh.
Kamu pulang kerja, mungkin badan lengket kena polusi, kepala penuh. Kamu masuk kamar mandi, menyalakan air, dan untuk beberapa menit dunia mengecil: hanya ada suara air, aroma sabun, dan tubuhmu yang akhirnya diperhatikan.
Mandi bisa jadi liburan karena mandi adalah kegiatan yang memaksa kamu berada di momen sekarang. Kamu tidak bisa mandi di masa depan. Kamu tidak bisa mandi di rapat besok. Kamu mandi di sini.
Coba sesekali mandi bukan sebagai kegiatan cepat-cepat. Jadikan dia ritual. Wangi sabun yang kamu suka. Air hangat kalau memungkinkan. Gerakan yang pelan. Seolah kamu sedang bilang: aku layak dirawat, bahkan setelah hari yang berantakan.
Mandi juga bisa jadi batas psikologis: pemisah antara “aku di kantor” dan “aku di rumah.” Banyak dari kita pulang tapi masih membawa kantor di punggung. Mandi membantu menurunkannya.
Tips praktis (Mandi):
- Tetapkan “mandi sebagai penutup hari kerja” (kalau kamu WFH, mandi setelah jam kerja selesai, bukan sebelum). Ini membantu otak memisahkan peran.
- Pilih satu elemen kecil untuk memanjakan diri: sabun dengan aroma favorit, scrub sederhana, atau handuk yang benar-benar kering dan nyaman.
- Saat mandi, coba latihan fokus: sebutkan dalam hati 3 hal yang kamu rasakan (hangat air, wangi sabun, rileks bahu). Ini mengembalikanmu ke tubuh.
Other Stories
After Honeymoon
Sama-sama tengah menyembuhkan rasa sakit hati, bertemu dengan nuansa Pulau Dewata yang sel ...
Penulis Misterius
Risma, 24 tahun, masih sulit move on dari mantan kekasihnya, Bastian, yang kini dijodohkan ...
Pertemuan Di Ujung Kopi
Dari secangkir kopi yang tumpah, Aira tak pernah tahu bahwa hidupnya akan berpapasan kemba ...
Pucuk Rhu Di Pusaka Sahara
Mahasiswa Indonesia di Yaman diibaratkan seperti pucuk rhu di Padang Sahara: selalu diuji ...
Warung Kopi Reformasi
Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...
Takdir Cinta
Di balik keluarga yang tampak sempurna, tersimpan rahasia pahit: sang suami memilih pria l ...