Cuti Untuk Pikiran

Reads
296
Votes
0
Parts
6
Vote
Report
Penulis Rahanda Putra Purnama

Bab 2 : Tidur: Bentuk Liburan Yang Paling Jujur

Ada masa ketika kamu tidak butuh pantai. Kamu butuh kasur. Tapi karena kita hidup di budaya yang sering memuji “sibuk” dan “kuat,” tidur malah terasa seperti kekalahan kecil. Seolah tidur lebih awal adalah tanda kamu tidak tahan banting.

Padahal, tidur itu bukan menyerah. Tidur itu memulihkan.

Coba ingat kapan terakhir kamu bangun tanpa rasa dikejar? Bukan bangun lalu langsung meraba ponsel. Bukan bangun sambil mengingat rapat jam sembilan. Bangun dengan kepala sedikit lebih ringan, badan tidak kaku, napas tidak pendek.

Tidur adalah liburan karena tidur mengembalikan kamu ke tubuhmu sendiri. Saat kamu tidur, kamu berhenti jadi “karyawan” sebentar. Kamu berhenti jadi “yang harus cepat.” Kamu kembali jadi manusia.

Dan mungkin kamu sedang butuh ini: mengizinkan diri tidur tanpa rasa bersalah.

Kamu tidak harus menunggu weekend. Kamu tidak harus menunggu cuti. Kadang liburan terbaik adalah satu malam tidur yang tidak putus-putus.

Tips praktis (Tidur):
- Lakukan “ritual 20 menit” sebelum tidur: matikan lampu terang, taruh ponsel agak jauh, cuci muka, minum air hangat. Ulangi supaya otak mengenali: ini waktunya istirahat.
- Kalau pikiran ramai, tulis 5 baris di notes: “Besok aku urus…” lalu tutup. Itu seperti memindahkan beban dari kepala ke kertas.
- Kalau bisa, pilih satu hari dalam seminggu untuk “tidur lebih cepat” minimal 45 menit dari biasanya. Anggap itu jatah liburanmu.

Other Stories
Cinta Bukan Ramalan Bintang

Valen sadar Narian tidak pernah menganggap dirinya lebih selain sahabat, setahun kedekat ...

Kasih Ibu #1 ( Hhalusinada )

pengorbanan seorang ibu untuk putranya, Angga, yang memiliki penyakit skizofrenia. Ibu rel ...

Test

Test ...

KEDUNG

aku adalah dia yang tertutup ...

Bungkusan Rindu

Setelah kehilangan suami tercintanya karena ganasnya gelombang laut, Anara kembali menerim ...

Download Titik & Koma