Cuti Untuk Pikiran

Reads
35
Votes
0
Parts
6
Vote
Report
Cuti untuk pikiran
Cuti Untuk Pikiran
Penulis Rahanda Putra Purnama

Bab 5 : Melakukan Hal Baru: Membuat Dunia Berjalan Lebih Lambat

Ini bagian yang sering dilupakan: liburan bukan cuma istirahat, tapi juga pengalaman. Bukan pengalaman yang harus mahal—cukup pengalaman yang membuat kamu keluar dari jalur otomatis.

Rutinitas itu memang menyelamatkan. Tapi rutinitas juga bisa membuat hari terasa sama: bangun, berangkat, kerja, pulang, rebahan, tidur. Tiba-tiba satu bulan lewat dan kamu tidak ingat apa yang sebenarnya kamu rasakan.

Melakukan hal baru adalah liburan karena hal baru memaksa kamu hadir. Saat kamu mencoba sesuatu yang tidak biasa, kamu tidak bisa sepenuhnya autopilot. Kamu jadi lebih sadar: melihat, mendengar, merasakan. Di situlah dunia terasa lebih lambat.

Hal baru versi orang kantoran tidak harus “trip ke Bali.” Bisa sesederhana:
- Pulang lewat rute berbeda, turun satu halte lebih awal lalu jalan kaki.
- Coba makan di warung yang biasanya kamu lewati.
- Pergi ke perpustakaan atau toko buku dan memilih buku yang tidak biasa kamu baca.
- Ikut kelas satu kali: keramik, memasak, bahasa, menggambar.
- Datang pagi ke taman kota, duduk 20 menit tanpa tujuan.

Hal baru juga bisa bentuk keberanian kecil: berani bilang “tidak” pada lembur yang sebenarnya bisa ditunda. Berani menutup laptop tepat waktu. Berani tidak selalu tersedia.

Karena sering kali, yang membuat kita lelah bukan hanya pekerjaan—tapi keyakinan bahwa kita harus selalu siap.

Liburan, dalam pengertian yang lebih dalam, adalah saat kamu mengingat bahwa hidupmu bukan hanya daftar tanggung jawab. Ada ruang untuk rasa ingin tahu. Ada ruang untuk spontan. Ada ruang untuk kamu, sebagai manusia, bukan sebagai fungsi.

Tips praktis (Hal baru):
- Buat daftar “5 Hal Baru Murah” yang bisa kamu lakukan dalam 2 minggu (contoh: coba rute pulang baru, masak menu baru, jalan pagi, ke museum murah, nonton film genre baru). Pilih satu saja dulu.
- Terapkan aturan “15 menit”: kalau kamu ingin mencoba sesuatu tapi terasa berat, lakukan 15 menit saja. Sering kali yang sulit itu memulai, bukan menjalani.
- Jadwalkan hal baru seperti rapat—karena kalau tidak, dia akan kalah oleh hal yang “terlihat penting.”

Other Stories
Warung Kopi Reformasi

Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...

Institut Tambal Sains

Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...

Suara Dari Langit

Apei tulus mencintai Nola meski ditentang keluarganya. Tragedi demi tragedi menimpa, terma ...

Jika Nanti

Adalah sebuah Novel yang dibuat untuk sebuah konten ...

Hafidz Cerdik

Adnan bersyukur masih ada acara bermanfaat seperti *Hafidz Cilik Indonesia*, tempat ia dan ...

Ablasa

Perjalanan Nindya dan teman-temannya ke Nusakambangan menjadi menyeramkan setelah mereka t ...

Download Titik & Koma