Bab 5 : Melakukan Hal Baru: Membuat Dunia Berjalan Lebih Lambat
Ini bagian yang sering dilupakan: liburan bukan cuma istirahat, tapi juga pengalaman. Bukan pengalaman yang harus mahal—cukup pengalaman yang membuat kamu keluar dari jalur otomatis.
Rutinitas itu memang menyelamatkan. Tapi rutinitas juga bisa membuat hari terasa sama: bangun, berangkat, kerja, pulang, rebahan, tidur. Tiba-tiba satu bulan lewat dan kamu tidak ingat apa yang sebenarnya kamu rasakan.
Melakukan hal baru adalah liburan karena hal baru memaksa kamu hadir. Saat kamu mencoba sesuatu yang tidak biasa, kamu tidak bisa sepenuhnya autopilot. Kamu jadi lebih sadar: melihat, mendengar, merasakan. Di situlah dunia terasa lebih lambat.
Hal baru versi orang kantoran tidak harus “trip ke Bali.” Bisa sesederhana:
- Pulang lewat rute berbeda, turun satu halte lebih awal lalu jalan kaki.
- Coba makan di warung yang biasanya kamu lewati.
- Pergi ke perpustakaan atau toko buku dan memilih buku yang tidak biasa kamu baca.
- Ikut kelas satu kali: keramik, memasak, bahasa, menggambar.
- Datang pagi ke taman kota, duduk 20 menit tanpa tujuan.
Hal baru juga bisa bentuk keberanian kecil: berani bilang “tidak” pada lembur yang sebenarnya bisa ditunda. Berani menutup laptop tepat waktu. Berani tidak selalu tersedia.
Karena sering kali, yang membuat kita lelah bukan hanya pekerjaan—tapi keyakinan bahwa kita harus selalu siap.
Liburan, dalam pengertian yang lebih dalam, adalah saat kamu mengingat bahwa hidupmu bukan hanya daftar tanggung jawab. Ada ruang untuk rasa ingin tahu. Ada ruang untuk spontan. Ada ruang untuk kamu, sebagai manusia, bukan sebagai fungsi.
Tips praktis (Hal baru):
- Buat daftar “5 Hal Baru Murah” yang bisa kamu lakukan dalam 2 minggu (contoh: coba rute pulang baru, masak menu baru, jalan pagi, ke museum murah, nonton film genre baru). Pilih satu saja dulu.
- Terapkan aturan “15 menit”: kalau kamu ingin mencoba sesuatu tapi terasa berat, lakukan 15 menit saja. Sering kali yang sulit itu memulai, bukan menjalani.
- Jadwalkan hal baru seperti rapat—karena kalau tidak, dia akan kalah oleh hal yang “terlihat penting.”
Rutinitas itu memang menyelamatkan. Tapi rutinitas juga bisa membuat hari terasa sama: bangun, berangkat, kerja, pulang, rebahan, tidur. Tiba-tiba satu bulan lewat dan kamu tidak ingat apa yang sebenarnya kamu rasakan.
Melakukan hal baru adalah liburan karena hal baru memaksa kamu hadir. Saat kamu mencoba sesuatu yang tidak biasa, kamu tidak bisa sepenuhnya autopilot. Kamu jadi lebih sadar: melihat, mendengar, merasakan. Di situlah dunia terasa lebih lambat.
Hal baru versi orang kantoran tidak harus “trip ke Bali.” Bisa sesederhana:
- Pulang lewat rute berbeda, turun satu halte lebih awal lalu jalan kaki.
- Coba makan di warung yang biasanya kamu lewati.
- Pergi ke perpustakaan atau toko buku dan memilih buku yang tidak biasa kamu baca.
- Ikut kelas satu kali: keramik, memasak, bahasa, menggambar.
- Datang pagi ke taman kota, duduk 20 menit tanpa tujuan.
Hal baru juga bisa bentuk keberanian kecil: berani bilang “tidak” pada lembur yang sebenarnya bisa ditunda. Berani menutup laptop tepat waktu. Berani tidak selalu tersedia.
Karena sering kali, yang membuat kita lelah bukan hanya pekerjaan—tapi keyakinan bahwa kita harus selalu siap.
Liburan, dalam pengertian yang lebih dalam, adalah saat kamu mengingat bahwa hidupmu bukan hanya daftar tanggung jawab. Ada ruang untuk rasa ingin tahu. Ada ruang untuk spontan. Ada ruang untuk kamu, sebagai manusia, bukan sebagai fungsi.
Tips praktis (Hal baru):
- Buat daftar “5 Hal Baru Murah” yang bisa kamu lakukan dalam 2 minggu (contoh: coba rute pulang baru, masak menu baru, jalan pagi, ke museum murah, nonton film genre baru). Pilih satu saja dulu.
- Terapkan aturan “15 menit”: kalau kamu ingin mencoba sesuatu tapi terasa berat, lakukan 15 menit saja. Sering kali yang sulit itu memulai, bukan menjalani.
- Jadwalkan hal baru seperti rapat—karena kalau tidak, dia akan kalah oleh hal yang “terlihat penting.”
Other Stories
Suffer Alone In Emptiness
Shiona Prameswari, siswi pendiam kelas XI IPA 3, tampak polos dan penyendiri. Namun tiap p ...
Erase
Devi, seorang majikan santun yang selalu menghargai orang lain, menenangkan diri di ruang ...
Ibu, Kuizinkan Engkau Jadi Egois Malam Ini
Setiap akhir tahun, ia pulang dengan harapan ibunya ada di rumah. Yang berulang justru dap ...
Pesan Dari Hati
Riri hanya ingin kejujuran. Melihat Jo dan Sara masih mesra meski katanya sudah putus, ia ...
Yume Tourou (lentera Mimpi)
Kanzaki Suraha, seorang Shinigami, bertugas menjemput arwah yang terjerumus iblis. Namun i ...
Cahaya Dalam Ketidakmungkinan
Nara pernah punya segalanya—hidup yang tampak sempurna, bahagia tanpa cela. Hingga suatu ...