Rei Kazama

Reads
193
Votes
0
Parts
10
Vote
Report
Penulis Ayu Ayy

BAB 7 - Rekaman Yang Tidak Pernah Hilang

Hujan turun pelan malam itu.

Sekar duduk di lantai kamar, bersandar pada sisi ranjang. Helm hitam itu ada di atas meja, diam seperti biasa.

Arga kembali datang dengan laptopnya.

"Aku nemu sesuatu," katanya pelan.

Rei langsung muncul di dekat helm. Wajahnya lebih tegang dari biasanya.

"Apa?" tanya Sekar.

Arga memutar layar laptop menghadap mereka.

"Salah satu forum balap Jepang lama. Banyak videonya sudah dihapus... tapi ada satu akun anonim yang reupload cuplikan malam itu."

Jantung Sekar berdetak lebih cepat.

Arga menekan tombol play.

Layar menampilkan jalanan gelap. Lampu motor berderet. Suara mesin meraung.

Sekar menelan ludah.

Rei berdiri sangat dekat dengan layar.

Balapan dimulai.

Motor paling depan — hitam dengan garis merah.

"Itu aku," suara Rei terdengar dalam batin Sekar.

Rekaman agak goyang. Diambil dari kejauhan.

Motor Rei memimpin. Stabil. Cepat. Presisi.

Lalu kamera berpindah ke sudut tikungan terakhir.

Hujan tipis terlihat di aspal.

Motor Rei memasuki tikungan.

Detik berikutnya—

Ban belakangnya sedikit bergeser.

Tidak wajar.

Bukan seperti kehilangan kendali karena licin.

Tapi seperti... tidak menggigit.

Rei terdiam.

Video diperlambat oleh Arga.

"Nah," gumam Arga pelan. "Lihat ini."

Ia menunjuk bagian belakang motor Rei.

Sebelum tikungan, lampu rem tidak menyala.

Bukan karena tidak direm.

Tapi karena... tidak berfungsi.

Sekar merasakan dingin merayap di lengannya.

"Aku menekan rem," suara Rei terdengar berat.
"Aku ingat jelas."

Video lanjut.

Motor tergelincir.

Tubuh Rei terlempar.

Helm menghantam aspal terlebih dahulu.

Sekar refleks menutup mulutnya.

Arga mematikan suara.

Hening.

Namun ada satu hal lagi.

Di frame terakhir sebelum kamera goyang—

Motor lain terlihat mendekat.

Stabil.

Tidak terganggu.

Dan saat tubuh Rei tergeletak—

Motor itu tidak berhenti.

Ia melewati begitu saja.

Arga membekukan layar.

Di bagian samping motor itu, ada stiker kecil.

Huruf M putih.

Moriyama Racing.

Ruangan terasa membeku.

Rei tidak bergerak.

"Dia melihatku jatuh," bisiknya dalam batin Sekar.
"Dia tahu."

Sekar menatap layar.

"Ini bukan kecelakaan biasa."

Arga mengangguk pelan. Rahangnya mengeras.

"Rem nggak nyala. Itu fakta. Dan dia ada tepat di belakang kamu."

Rei memejamkan mata.

Untuk pertama kalinya sejak kematiannya—

Amarah tipis muncul di wajahnya.

Bukan amarah liar.

Tapi kebenaran yang mulai menyusun diri.

"Sebelum start," Rei berkata pelan,
"dia menepuk bahuku dan bilang... 'Hati-hati malam ini.'"

Sekar merinding.

Arga menggeser video ke awal lagi.

"Kalau ini sengaja," katanya pelan, "kita butuh bukti lebih kuat dari sekadar video forum."

Rei membuka mata.

Tatapannya tidak lagi kosong.

Ada arah.

Ada tujuan.

"Aku ingat satu hal lagi," katanya.
"Bengkel tempat motorku terakhir diservis... milik pamannya."

Sekar dan Arga saling pandang.

Potongan demi potongan mulai menyatu.

Hujan di luar makin deras.

Helm di atas meja retaknya terlihat lebih tajam di bawah kilat cahaya.

Dan untuk pertama kalinya—

Rei tidak hanya terlihat seperti arwah yang tersesat.

Ia terlihat seperti saksi.

Saksi dari sebuah malam yang sengaja dibuat menjadi kecelakaan.



Other Stories
Nestapa

Masa kecil Zaskia kurang bahagia, karena kedua orangtua memilih bercerai. Ayahnya langsung ...

Ilusi Yang Sama

Jatuh cinta pada wanita yang selalu tersakiti, Rian bertekad menjadi pria yang berbeda. Na ...

Hati Yang Beku

Jakarta tak pernah tidur: siang dipenuhi kemacetan, malam dengan gemerlap dunia, meski ada ...

Plan B

Ketika liburan mereka gagal, tiga orang bersahabat mengambil rute lain. Desa pegunungan ya ...

Melodi Nada

Dua gadis kakak beradik dari sebuah desa yang memiliki mimpi tampil dipanggung impian. Mer ...

Bumi

Seni mencintai terkadang memang menyenangkan, tetapi tak selamanya berada dalam titik mani ...

Download Titik & Koma