BAB 3 BANTUAN
Tanpa banyak berfikir lama mereka pun berlari ke arah gerbang komplek rumah Zian. Rumah nya memang di komplek tua. Jarang perumahan warga ada disitu. Untung saja gerbang komplek tidak terlalu jauh, mereka sampai di gerbang komplek. Satpam komplek bertugas 24 jam bergantian dengan satpam yang lain. Zian kenal dengan semua satpam komplek disitu. Terlihat satpam sedang tertidur di pos.
"Pak Zin! Bangun Pak Zin! " teriak Zian tergesa-gesa sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.
"Adohh, bocil apa sih bocil! Mengganggu saja, ehh...Zian? Kok datang malam-malam gini? " tanya Pak satpam terheran-heran.
"Pak, tolong antarkan kami ke rumah Arum. Mohon Pak bantuannya mohon sekali Pak!" Harap Lila pada Pak Zin, padahal Ia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi.
"Untuk apa ya? Kelihatan nya kalian begitu panik? " tanya Pak Zin heran.
"Nanti saya jelasin Pak! Antarkan kami dulu! " jawab Arum sambil memohon.
Pak Satpam merasa iba, akhirnya Ia pun menuruti permintaan tersebut. Mereka menaiki kendaraan beroda empat. Ya, alias mobil. Mobil Pak Zin cukup luas. Zian, Lila, dan Arum duduk di belakang. Sedangkan Pak Zin didepan untuk menyetir.
"Nanti arahkan jalannya ya adik-adik, jalanan sedang kosong jadi mudah saja kita melaju, jauh tidak? "Tanya Pak Zin sambil menguap.
" Iya Pak siap, nanti aku arahkan. Lumayan jauh Pak, tapi jalanan sedang kosong pasti akan cepat sampai" jawab Arum sambil menghapus air matanya.
Perjalanan pun dimulai, Arum menunjuk arah setiap ada belokan. Jalanan benar-benar sepi, bayangkan saja malam-malam jam 03.00 mana mungkin ada yang berangkat ke suatu tempat.
"Eh, sekarang jam berapa ya? " tanya Zian pada Pak Zin sambil menguap.
"Sekarang jam 04.00 subuh Zian, oh iya...kenapa kalian ke rumah nya Arum? Bukankah kalian sedang menginap di rumah Zian? Keliatan nya dirumah Zian sepi, orangtuanya dimana? " tanya Pak Zin bertubi-tubi.
"Hah?! Jam 4 subuh?! Oh.......nanti kita ceritain nya ya Pak pas sudah sampai dirumah nya Arum. Ucap Zian terkejut, matanya kelihatan lelah sekali.
Lila masih mengantuk, Ia menyandarkan kepalanya ke pintu mobil. Ia melihat jalanan gelap, hanya terlihat pepohonan yang rimbun. Ia menghela nafas, tiba-tiba dari balik pepohonan dijalan Ia melihat anak kecil bertubuh kurus melihatnya dari jauh. Mukanya pucat dan rambutnya kusut sekali. Lila sangat terkejut, terkejut nya bukan main. Ia menjerit sekaligus, Pak Zin rem mendadak karena terkejut.
"Ada apa dik? " tanya Pak Zin sambil memegang dadanya karena terkejut.
"Oh ehhhh....engga Pak lanjut aja terus Pak...lanjut.... " jawab Lila berusaha menenangkan diri.
"Bikin kaget saja, apa sih yang terjadi? Kenapa Kak Arum sama Kak Lila terlihat mengalami sesuatu yang seram? " tanya Zian polos.
Sebelum Lila dan Arum sempat menjawab, mobil sudah sampai didepan gerbang komplek modern mewah. Di komplek itu terdapat rumah-rumah mewah yang modern, tidak jauh juga dengan gunung-gunung dan perhutanan. Di komplek itu juga terdapat satpam muda yang bertugas 24 jam.
"Pak satpam! Izin masuk ya Pak! " teriak Arum pada Pak satpam sambil membuka jendela mobil.
"Loh Arum? Kenapa kamu baru datang? Keluarga mu melapor dan mencari mu kemarin" tanya satpam komplek modern.
"Iya Pak kemarin kita kehilangan Riani lalu mencari nya sampai sore, dan aku sampai menginap disana" jawab Arum menunduk sedih.
"Apa?! Riani hilang? Terus sekarang bagaimana? "Ucap pak zin terkejut
"Tidak tahu, dia hilang tanpa jejak" jawab Lila sedih berkaca-kaca.
Orang-orang disitu tidak banyak bicara, satpam komplek pun memperbolehkan untuk masuk. Tiga anak itu pun turun dari mobil didepan rumah Arum. Tiga anak itu langsung disambut hangat oleh asisten rumah tangga yang sedang menyapu di depan rumah Arum.
"Eeehh...Nona Arum, ya ampun kemana saja? Kemarin ibumu mencari mu di taman, tapi tidak ada. Lila juga dicari sama bundanya... "
Ia pun memanggil ibu Arum dengan semangat, Ibu dan Bapak Arum pun memeluk Arum. Rumah Arum dan Lila satu komplek, mereka kalau main terlalu jauh. Arum, Lila dan Riani satu sekolah. Ya, kelas 1 SMP. Bunda Lila sedang menyiram tanaman. Bunda Lila melihat keramaian di kejauhan, Ia pun menghampiri keramaian.
"Astaga Lila anakku! Kemana saja anakku, ya ampun kamu sama siapa ini kesini? " pekik Bunda Lila.
"Sama satpam komplek rumahnya Zian Bun" ucap Lila berkaca-kaca.
Pagi yang sejuk dipenuhi keramaian, rumah Arum terlihat penuh diruang tamu. Bangunan tinggi 3 lantai yang modern berdiri di tengah komplek. Terlihat Arum, Lila, Bunda Lila, Ibu Arum, Zian, dan Pak Zin berkumpul santai di ruang tamu yang nyaman. Ibu Arum menyiapkan keripik, teh, dan biskuit untuk tamu-tamu tak diundangnya.
"Sambil makan coba kalian ceritakan apa yang terjadi" ucap Bunda Lila sambil tersenyum ramah.
"Baik tante" jawab Arum menyiapkan cerita.
Arum pun menceritakan kejadian semalam kepada kawan-kawan nya dan dan keluarga nya. Setiap Ia bercerita menuju inti horor nya Ia menelan ludah dahulu karena sangat menakutkan. Lila juga menceritakan semuanya, dari awal keributan hingga sekarang. Tak lupa Lila juga menceritakan tentang apa yang dilihatnya saat didalam mobil. Setiap mendengar kisah demi kisah, orang-orang yang ada diruang tamu terkejutnya bukan main, seramnya juga tidak tanggung-tanggung. Semuanya mendengarkan dengan seksama.
A...anak kecil yang kamu lihat diantara pepohonan tadi rambutnya kusut juga kan? Jangan-jangan anak kecil itu mengikuti kita? "Tanya Arum sambil menelan ludah.
"Bisa jadi! Anak kecil yang ada dikamar mandi rumah Zian itu mungkin memantau kamu Arum! "Ucap Lila sambil memeluk bundanya.
Zian baru teringat cerita horor yang akan disampaikan nya. Ya, dirumahnya tidak boleh bangun tidur jam subuh sampai 9 pagi! Zian memang tahu ceritanya.
"Sebenarnya, dirumah aku kalau sebelum jam 09.00 pagi tidak boleh bangun tidur tahu. Kata nenekku, jam 24.00 sampai jam 08.58 pagi ada anak kecil yang berkeliaran bermain di rumah ku terutama kamar mandi. Kalau diganggu, dia juga akan mengganggu kita, aku tidak mengerti siapa anak kecil itu, tapi yang terpenting dia itu makhluk halus yang berkeliaran. Jelas Zian sambil merinding. "
"Ihhh...seram sekali cerita kalian ini. Padahal kalian masih kecil tapi sudah mengalami hal-hal yang seram dan rumit! " komentar Pak Zin sambil gemetar.
"Tapi dari semua cerita ini, yang jadi pertanyaan. Satu, Riani belum ditemukan sama sekali, orangtuanya pergi ke Paris dan tidak tahu kemana Riani pergi! " balas bunda Lila dengan nada bijak.
"Betul, masalah ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, bisa saja Riani hilang karena diculik oleh penjahat-penjahat! " tambah bunda Arum sambil muka serius.
"Ditambah, Riani kemarin pergi dari kami sendirian entah kemana. Aku kira dia pulang kerumah seperti yang dikatakan Zian. " tambah Lila sambil mengunyah biskuit.
"Masalah seberat ini, tidak bisa anak-anak sendiri yang menyelesaikannya. Bisa-bisa anak-anak ikut terculik kalau sampai ikut! " ucap Pak Zin sambil minum teh.
"Aku sangat ingin sekali mengetahui apa yang terjadi dengan cici.. Apa jangan- jangan hilangnya cici berhubungan dengan anak kecil yang dilihat kak Arum sama kak Lila... Soalnya setahu aku anak kecil yang berkeliaran dirumah aku biasanya jarang menampakkan diri, mahkluk halus yang ada dirumah aku biasanya muncul kalau ada bahaya atau kejanggalan yang terjadi pada penghuni rumah aku. Waktu itu saja sebelum oma ku sakit parah hingga dirawat dirumah sakit anak kecil aneh itu muncul di kamar mandi dan melihat oma aku! Seperti sedang memberi isyarat dan tanda- tanda bahaya" ujar Zian berapi-api menceritakan peristiwa oma nya.
"Aduhh...makin rumit saja seperti labirin , tapi cerita kamu itu bisa jadi! Mungkin Riani keadaannya makin bahaya dan jauh kemungkinan nya untuk ditemukan " jawab Arum dengan cemas.
"Ehmm.. Bisa tidak kalau kita tanya tentang hilangnya Riani ke anak kecil aneh itu, aku berani kok bertanya padanya meskipun wujudnya seram. Aku yakin pasti anak kecil kotor itu mengetahui yang terjadi dengan Riani. " ujar Lila sambil bergidik.
"Hahhh??! " teriak anak anak lain sangat terkejut.orang-orang dewasa disitu juga tidak kalah terkejut.
"Ma.. Maksud kamu kita langsung tanyakan padanya? Kamu yakin la? I... Itu sangat menyeramkan... Kalau kamu mau tanyakan pada anak kecil itu aku tidak mau ikut temani kamu kerumah Riani! " komentar Arum sambil menggigil ngeri membayangkan temannya akan mengobrol dengan mahkluk halus.
Dengan keyakinan penuh Lila meyakinkan keluarga dan temannya untuk datang kesana bahwa ia memang berani mengambil resiko. Dengan diskusi penuh, akhirnya keluarganya pun mengizinkan dengan syarat ditemani oleh Zian, abangnya, dan ayahnya.sedangkan Arum dan keluarganya menunggu dengan sabar dirumah. Lila pun berangkat bersama- sama pakai mobil pak Zin. Pak Zin ikut ke sana, tapi tugasnya hanya menyetir dan tidak ikut campur dalam rencana mereka.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah anak kecil aneh dirumah Riani akan muncul dan menjawab pertanyaan serius Lila? Atau mungkin Riani akan ditemukan?
BERSAMBUNG................................................
"Pak Zin! Bangun Pak Zin! " teriak Zian tergesa-gesa sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.
"Adohh, bocil apa sih bocil! Mengganggu saja, ehh...Zian? Kok datang malam-malam gini? " tanya Pak satpam terheran-heran.
"Pak, tolong antarkan kami ke rumah Arum. Mohon Pak bantuannya mohon sekali Pak!" Harap Lila pada Pak Zin, padahal Ia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi.
"Untuk apa ya? Kelihatan nya kalian begitu panik? " tanya Pak Zin heran.
"Nanti saya jelasin Pak! Antarkan kami dulu! " jawab Arum sambil memohon.
Pak Satpam merasa iba, akhirnya Ia pun menuruti permintaan tersebut. Mereka menaiki kendaraan beroda empat. Ya, alias mobil. Mobil Pak Zin cukup luas. Zian, Lila, dan Arum duduk di belakang. Sedangkan Pak Zin didepan untuk menyetir.
"Nanti arahkan jalannya ya adik-adik, jalanan sedang kosong jadi mudah saja kita melaju, jauh tidak? "Tanya Pak Zin sambil menguap.
" Iya Pak siap, nanti aku arahkan. Lumayan jauh Pak, tapi jalanan sedang kosong pasti akan cepat sampai" jawab Arum sambil menghapus air matanya.
Perjalanan pun dimulai, Arum menunjuk arah setiap ada belokan. Jalanan benar-benar sepi, bayangkan saja malam-malam jam 03.00 mana mungkin ada yang berangkat ke suatu tempat.
"Eh, sekarang jam berapa ya? " tanya Zian pada Pak Zin sambil menguap.
"Sekarang jam 04.00 subuh Zian, oh iya...kenapa kalian ke rumah nya Arum? Bukankah kalian sedang menginap di rumah Zian? Keliatan nya dirumah Zian sepi, orangtuanya dimana? " tanya Pak Zin bertubi-tubi.
"Hah?! Jam 4 subuh?! Oh.......nanti kita ceritain nya ya Pak pas sudah sampai dirumah nya Arum. Ucap Zian terkejut, matanya kelihatan lelah sekali.
Lila masih mengantuk, Ia menyandarkan kepalanya ke pintu mobil. Ia melihat jalanan gelap, hanya terlihat pepohonan yang rimbun. Ia menghela nafas, tiba-tiba dari balik pepohonan dijalan Ia melihat anak kecil bertubuh kurus melihatnya dari jauh. Mukanya pucat dan rambutnya kusut sekali. Lila sangat terkejut, terkejut nya bukan main. Ia menjerit sekaligus, Pak Zin rem mendadak karena terkejut.
"Ada apa dik? " tanya Pak Zin sambil memegang dadanya karena terkejut.
"Oh ehhhh....engga Pak lanjut aja terus Pak...lanjut.... " jawab Lila berusaha menenangkan diri.
"Bikin kaget saja, apa sih yang terjadi? Kenapa Kak Arum sama Kak Lila terlihat mengalami sesuatu yang seram? " tanya Zian polos.
Sebelum Lila dan Arum sempat menjawab, mobil sudah sampai didepan gerbang komplek modern mewah. Di komplek itu terdapat rumah-rumah mewah yang modern, tidak jauh juga dengan gunung-gunung dan perhutanan. Di komplek itu juga terdapat satpam muda yang bertugas 24 jam.
"Pak satpam! Izin masuk ya Pak! " teriak Arum pada Pak satpam sambil membuka jendela mobil.
"Loh Arum? Kenapa kamu baru datang? Keluarga mu melapor dan mencari mu kemarin" tanya satpam komplek modern.
"Iya Pak kemarin kita kehilangan Riani lalu mencari nya sampai sore, dan aku sampai menginap disana" jawab Arum menunduk sedih.
"Apa?! Riani hilang? Terus sekarang bagaimana? "Ucap pak zin terkejut
"Tidak tahu, dia hilang tanpa jejak" jawab Lila sedih berkaca-kaca.
Orang-orang disitu tidak banyak bicara, satpam komplek pun memperbolehkan untuk masuk. Tiga anak itu pun turun dari mobil didepan rumah Arum. Tiga anak itu langsung disambut hangat oleh asisten rumah tangga yang sedang menyapu di depan rumah Arum.
"Eeehh...Nona Arum, ya ampun kemana saja? Kemarin ibumu mencari mu di taman, tapi tidak ada. Lila juga dicari sama bundanya... "
Ia pun memanggil ibu Arum dengan semangat, Ibu dan Bapak Arum pun memeluk Arum. Rumah Arum dan Lila satu komplek, mereka kalau main terlalu jauh. Arum, Lila dan Riani satu sekolah. Ya, kelas 1 SMP. Bunda Lila sedang menyiram tanaman. Bunda Lila melihat keramaian di kejauhan, Ia pun menghampiri keramaian.
"Astaga Lila anakku! Kemana saja anakku, ya ampun kamu sama siapa ini kesini? " pekik Bunda Lila.
"Sama satpam komplek rumahnya Zian Bun" ucap Lila berkaca-kaca.
Pagi yang sejuk dipenuhi keramaian, rumah Arum terlihat penuh diruang tamu. Bangunan tinggi 3 lantai yang modern berdiri di tengah komplek. Terlihat Arum, Lila, Bunda Lila, Ibu Arum, Zian, dan Pak Zin berkumpul santai di ruang tamu yang nyaman. Ibu Arum menyiapkan keripik, teh, dan biskuit untuk tamu-tamu tak diundangnya.
"Sambil makan coba kalian ceritakan apa yang terjadi" ucap Bunda Lila sambil tersenyum ramah.
"Baik tante" jawab Arum menyiapkan cerita.
Arum pun menceritakan kejadian semalam kepada kawan-kawan nya dan dan keluarga nya. Setiap Ia bercerita menuju inti horor nya Ia menelan ludah dahulu karena sangat menakutkan. Lila juga menceritakan semuanya, dari awal keributan hingga sekarang. Tak lupa Lila juga menceritakan tentang apa yang dilihatnya saat didalam mobil. Setiap mendengar kisah demi kisah, orang-orang yang ada diruang tamu terkejutnya bukan main, seramnya juga tidak tanggung-tanggung. Semuanya mendengarkan dengan seksama.
A...anak kecil yang kamu lihat diantara pepohonan tadi rambutnya kusut juga kan? Jangan-jangan anak kecil itu mengikuti kita? "Tanya Arum sambil menelan ludah.
"Bisa jadi! Anak kecil yang ada dikamar mandi rumah Zian itu mungkin memantau kamu Arum! "Ucap Lila sambil memeluk bundanya.
Zian baru teringat cerita horor yang akan disampaikan nya. Ya, dirumahnya tidak boleh bangun tidur jam subuh sampai 9 pagi! Zian memang tahu ceritanya.
"Sebenarnya, dirumah aku kalau sebelum jam 09.00 pagi tidak boleh bangun tidur tahu. Kata nenekku, jam 24.00 sampai jam 08.58 pagi ada anak kecil yang berkeliaran bermain di rumah ku terutama kamar mandi. Kalau diganggu, dia juga akan mengganggu kita, aku tidak mengerti siapa anak kecil itu, tapi yang terpenting dia itu makhluk halus yang berkeliaran. Jelas Zian sambil merinding. "
"Ihhh...seram sekali cerita kalian ini. Padahal kalian masih kecil tapi sudah mengalami hal-hal yang seram dan rumit! " komentar Pak Zin sambil gemetar.
"Tapi dari semua cerita ini, yang jadi pertanyaan. Satu, Riani belum ditemukan sama sekali, orangtuanya pergi ke Paris dan tidak tahu kemana Riani pergi! " balas bunda Lila dengan nada bijak.
"Betul, masalah ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, bisa saja Riani hilang karena diculik oleh penjahat-penjahat! " tambah bunda Arum sambil muka serius.
"Ditambah, Riani kemarin pergi dari kami sendirian entah kemana. Aku kira dia pulang kerumah seperti yang dikatakan Zian. " tambah Lila sambil mengunyah biskuit.
"Masalah seberat ini, tidak bisa anak-anak sendiri yang menyelesaikannya. Bisa-bisa anak-anak ikut terculik kalau sampai ikut! " ucap Pak Zin sambil minum teh.
"Aku sangat ingin sekali mengetahui apa yang terjadi dengan cici.. Apa jangan- jangan hilangnya cici berhubungan dengan anak kecil yang dilihat kak Arum sama kak Lila... Soalnya setahu aku anak kecil yang berkeliaran dirumah aku biasanya jarang menampakkan diri, mahkluk halus yang ada dirumah aku biasanya muncul kalau ada bahaya atau kejanggalan yang terjadi pada penghuni rumah aku. Waktu itu saja sebelum oma ku sakit parah hingga dirawat dirumah sakit anak kecil aneh itu muncul di kamar mandi dan melihat oma aku! Seperti sedang memberi isyarat dan tanda- tanda bahaya" ujar Zian berapi-api menceritakan peristiwa oma nya.
"Aduhh...makin rumit saja seperti labirin , tapi cerita kamu itu bisa jadi! Mungkin Riani keadaannya makin bahaya dan jauh kemungkinan nya untuk ditemukan " jawab Arum dengan cemas.
"Ehmm.. Bisa tidak kalau kita tanya tentang hilangnya Riani ke anak kecil aneh itu, aku berani kok bertanya padanya meskipun wujudnya seram. Aku yakin pasti anak kecil kotor itu mengetahui yang terjadi dengan Riani. " ujar Lila sambil bergidik.
"Hahhh??! " teriak anak anak lain sangat terkejut.orang-orang dewasa disitu juga tidak kalah terkejut.
"Ma.. Maksud kamu kita langsung tanyakan padanya? Kamu yakin la? I... Itu sangat menyeramkan... Kalau kamu mau tanyakan pada anak kecil itu aku tidak mau ikut temani kamu kerumah Riani! " komentar Arum sambil menggigil ngeri membayangkan temannya akan mengobrol dengan mahkluk halus.
Dengan keyakinan penuh Lila meyakinkan keluarga dan temannya untuk datang kesana bahwa ia memang berani mengambil resiko. Dengan diskusi penuh, akhirnya keluarganya pun mengizinkan dengan syarat ditemani oleh Zian, abangnya, dan ayahnya.sedangkan Arum dan keluarganya menunggu dengan sabar dirumah. Lila pun berangkat bersama- sama pakai mobil pak Zin. Pak Zin ikut ke sana, tapi tugasnya hanya menyetir dan tidak ikut campur dalam rencana mereka.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah anak kecil aneh dirumah Riani akan muncul dan menjawab pertanyaan serius Lila? Atau mungkin Riani akan ditemukan?
BERSAMBUNG................................................
Other Stories
Jaki & Centong Nasi Mamak
Jaki, pria 27 tahun. Setiap hari harus menerima pentungan centong nasi di kepalanya gara-g ...
Blek Metal
Cerita ini telah pindah lapak. ...
Hanya Ibu
kisah perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantu ...
Dari Kampus Ke Kehidupan: Sebuah Memoar Akademik
Kisah ini merekam perjuangan, kegagalan, dan doa yang tak pernah padam. Dari ruang kuliah ...
After Honeymoon
Sama-sama tengah menyembuhkan rasa sakit hati, bertemu dengan nuansa Pulau Dewata yang sel ...
Diary Anak Pertama
Sejak ibunya meninggal saat usianya baru menginjak delapan tahun, Alira harus mengurus adi ...