BAB 1 HARI PERTAMA LIBUR SEKOLAH
"Yeay, akhirnya libur sekolah juga! Kalian pada liburan kemana sama keluarga? " pekik Arum sambil memakan coklat
"Aku belum tahu, tapi kata bundaku, aku tidak akan liburan, karena nilai ku kecil semua. " jawab Lila lesu sambil menghela nafas panjang-panjang.
"Aku juga sama seperti Lila, tidak akan liburan selama tahun baru ini, karena kami papiku akan bekerja sekitar 3 sampai 4 minggu di Paris. Tapi kami papiku membebaskan aku untuk liburan bersama kalian, tapi syaratnya harus bawa adikku yang SD ini. " jawab Riani.
Terlihat 3 anak gadis SMP dan anak kecil SD sedang bersantai di sebuah taman, mereka terlihat sangat asyik menceritakan rencana liburan mereka. Anak kecil laki-laki SD tidak berhenti menelan ludah saat melihat coklat kacang yang dimakan Arum. Yah, bocah SD itu adiknya Riani. Adik Riani bernama Zian. Riani dan Zian adalah anak terkaya di sekolahnya. Lila dan Arum juga anak yang kaya, tetapi tidak sekaya Riani dan adiknya. Beberapa kali Riani mencubit adiknya yang melongo melihat Arum makan coklat, tidak hentinya Riani melotot ke adiknya. Bikin malu saja, maunya hanya ingin diberi. Melihat hal itu Arum pun bertanya kepada Riani.
"Ni, kenapa dicubit terus, kasian tahu, nanti kalau pulang-pulang nangis gimana? "
"Oh, tidak apa-apa... Aku cuma gemas aja dengan adikku tercinta dan terimut" jawab Riani menutupi kekesalannya sambil meng elus-elus rambut Zian.
"Apa sih ci! Pura-pura banget! Aku tuh mau coklat! Pokoknya harus dibeliin sekarang! Lihat, merah semua gara-gara cici cubit" jerit Zian sambil menangis meminta perhatian orang-orang.
Lila dan Arum serba salah melihat hal ini, kelihatannya Riani sangat kesal melihat adiknya menangis didepan umum, keringatnya bercucuran di kening karena marah. Lila sangat ketakutan karena Riani naik darah secara tiba-tiba. Justru Arum malah malu, bukan karena apa-apa. Semua orang di taman berkumpul melihat apa yang terjadi, kakak-kakak SMA yang ingin viral merekam Riani dan Zian menggunakan handphone jadul. Saat melihat handphone orang itu, Arum menahan tawa campur malu. Rasanya seperti mimpi, bila videonya viral pasti akan sangat memalukan. Saat orang-orang berkumpul lebih ramai Riani dan adiknya malah adu mulut. Zian menangis lebih kencang dan tantrum, sedangkan kakaknya tidak mau kalah. Kelihatannya Riani malah disengaja melawan adiknya supaya orang-orang datang lebih ramai. Lila berfikir sebenarnya Riani fikiran nya masih belum dewasa, kelakuannya sama saja seperti adiknya. Ditengah keramaian Riani memarahi adiknya dengan puncak kekesalan yang hebat.
"KALAU MAU COKLAT KAN BISA BELI BESOK!!! KALAU BELI BESOK, BELI AJA TUH SEPUASNYA JANGAN MINTA-MINTA KE ORANG!!! "
Dengan spontan Lila menutup mulut riani karena terkejut mendadak.
"Kenapa sih ni harus berantem ditengah taman seperti ini ?! Malu tau diliatin orang! " pekik Lila sambil melepas tangannya dari mulut Riani.
"Terus kenapa kamu malah nangis? Kamu bisa minta ke aku kok coklatnya" ucap Arum kepada Zian pelan-pelan menahan kesal.
Kakak-kakak SMA yang berkumpul pun pergi dengan riuh tawa. Kelihatannya mereka tertawa karena menganggap hal ini tidak penting. Arum kesal dan merasa bersalah, Ia kesal karena Riani tidak mau kalah, tetapi Ia merasa bersalah karena memakan coklat didepan Zian tanpa menawarkannya. Riani beranjak pergi meninggalkan teman-teman dan adiknya. Kelihatannya Riani sangat kesal, Ia terus mengepalkan tangannya.
"Waduh jadi kacau sekarang, padahal aku mau merencanakan bersama-sama untuk liburan. Soalnya kata ibuku aku akan liburan setelah kakekku dirawat dirumah sakit selama seminggu. " ucap Arum sambil menunduk.
"Iya, padahal waktunya sangat pas, hari pertama libur sekolah kita berkumpul di taman untuk bermain, tapi ujung-ujungnya ada masalah. Aku takut persahabatan kita bertiga hancur karena Riani... " balas Lila sambil berkaca-kaca.
Zian hanya menenangkan diri terdiam mendengarkan teman-teman kakaknya berbicara, Ia merasa bersalah karena sudah membuat semuanya kacau, apalagi sekedar hanya coklat, Ia benar-benar malu!
"Maafkan aku ya, aku membuat kalian tidak nyaman. Gara-gara aku cici jadi marah dan membuat semua orang datang" ucap Zian lesu.
"Iya tidak apa-apa, mungkin cici mu lagi pusing. Lain kali kamu jangan memaksa ya, ayo kita beli coklat! " ucap Arum sambil merangkul Zian. Zian terbelalak senang, pertama kalinya Ia diberikan coklat dengan teman kakanya! Ia berkali-kali mengucap terimakasih. Sebelum pergi ke toko coklat, Lila bertanya sesuatu yang membuat suasana tegang.
"Riani kemana? Dia pulang sendiri? " tanya Lila gelisah.
"Kurang tahu Kak, biasanya kalau menangis atau marah cici pergi kekamarnya lalu tertidur karena terlalu banyak emosi. " jawab Zian polos sambil menggaruk-garuk rambutnya.
Lila dan Arum mengerti, lalu pergi ke toko coklat sambil merangkul Zian. Ya, Zian memang bocah SD yang menggemaskan, Ia masih kelas 4 SD. Kesukaan nya memang coklat, jadi tidak aneh lagi jika Ia senang dibelikan coklat. Tapi meskipun bocah SD yang kecil, Zian sudah sangat menguasai karate. Ya, karate merupakan beladiri asal Jepang yang sangat populer disekolahnya. Meskipun Zian cengeng, Ia berani melawan orang-orang jahat. Sesampainya di toko coklat, Lila dan Arum memilih duduk dan membiarkan Zian untuk memilih sendiri coklatnya. Menurut Zian coklat sangat banyak pilihannya. Ada yang bentuk bulat, kue, wafer, coklat batang, hewan, dan lain-lain. Rasanya pun tidak kalah banyak, ada rasa strawberri, original, durian, susu, dan lain-lain.
Zian memilih 3 coklat, 2 coklat untuk Lila dan Arum, dan 1 coklat untuknya. Mereka membayar lalu memakan coklat dengan lahap, Zian jangan ditanya lagi, Ia makan coklat melebihi lapar. Arum memakan nya sedikit-sedikit karena malu-malu, sedangkan Lila memakan nya dengan cepat. Setelah kenyang mereka pergi dari toko coklat, Lila terus teringat Riani, Ia takut Riani kenapa-kenapa. Tiba-tiba Ia menawarkan pada temannya untuk merencanakan sesuatu.
"Apa kita datangi rumah Riani ya? Aku penasaran Riani sedang apa, aku ingin menyelesaikan masalah ini"
"Kamu yakin La? Takutnya dia masih mengamuk" tanya Arum tidak yakin.
"Nanti kita coba saja datangi, kalau dia mengamuk kita kabur saja. Sebelum itu, kita harus intip jendela kamar nya dahulu. " jawab Lila memulai rencana dengan serius.
"Ia betul kak, aku tidak mau kalau cici marah-marah karena kita datang. Kita harus lihat kondisinya dahulu. " ucap Zian membetulkan Lila.
Mereka bertiga pun menyusun rencana, Lila dan Zian terlihat sangat serius, sedangkan Arum terlihat mengantuk. Arum kurang suka makan coklat karena bisa membuatnya mengantuk sebab coklat terlalu manis. Tiba-tiba Arum tersentak terkejut karena tiba-tiba ditanya oleh Lila saat hampir terpejam karena ngantuk.
"Arum, kamu setuju rencana ini? Soalnya kita perlu banyak bantuan kamu! Kamu kan segala bisa, apalagi mencari jejak! " tanya Lila tiba-tiba.
"Astaga! Ehhhmm... Iya iya... Maaf ngantuk banget" jawab Arum terkejut, padahal Ia belum mengerti apa yang harus dilakukan.
"Ok, semua sudah mengerti ya" ucap Lila cepat-cepat.
"Aku belum tahu, tapi kata bundaku, aku tidak akan liburan, karena nilai ku kecil semua. " jawab Lila lesu sambil menghela nafas panjang-panjang.
"Aku juga sama seperti Lila, tidak akan liburan selama tahun baru ini, karena kami papiku akan bekerja sekitar 3 sampai 4 minggu di Paris. Tapi kami papiku membebaskan aku untuk liburan bersama kalian, tapi syaratnya harus bawa adikku yang SD ini. " jawab Riani.
Terlihat 3 anak gadis SMP dan anak kecil SD sedang bersantai di sebuah taman, mereka terlihat sangat asyik menceritakan rencana liburan mereka. Anak kecil laki-laki SD tidak berhenti menelan ludah saat melihat coklat kacang yang dimakan Arum. Yah, bocah SD itu adiknya Riani. Adik Riani bernama Zian. Riani dan Zian adalah anak terkaya di sekolahnya. Lila dan Arum juga anak yang kaya, tetapi tidak sekaya Riani dan adiknya. Beberapa kali Riani mencubit adiknya yang melongo melihat Arum makan coklat, tidak hentinya Riani melotot ke adiknya. Bikin malu saja, maunya hanya ingin diberi. Melihat hal itu Arum pun bertanya kepada Riani.
"Ni, kenapa dicubit terus, kasian tahu, nanti kalau pulang-pulang nangis gimana? "
"Oh, tidak apa-apa... Aku cuma gemas aja dengan adikku tercinta dan terimut" jawab Riani menutupi kekesalannya sambil meng elus-elus rambut Zian.
"Apa sih ci! Pura-pura banget! Aku tuh mau coklat! Pokoknya harus dibeliin sekarang! Lihat, merah semua gara-gara cici cubit" jerit Zian sambil menangis meminta perhatian orang-orang.
Lila dan Arum serba salah melihat hal ini, kelihatannya Riani sangat kesal melihat adiknya menangis didepan umum, keringatnya bercucuran di kening karena marah. Lila sangat ketakutan karena Riani naik darah secara tiba-tiba. Justru Arum malah malu, bukan karena apa-apa. Semua orang di taman berkumpul melihat apa yang terjadi, kakak-kakak SMA yang ingin viral merekam Riani dan Zian menggunakan handphone jadul. Saat melihat handphone orang itu, Arum menahan tawa campur malu. Rasanya seperti mimpi, bila videonya viral pasti akan sangat memalukan. Saat orang-orang berkumpul lebih ramai Riani dan adiknya malah adu mulut. Zian menangis lebih kencang dan tantrum, sedangkan kakaknya tidak mau kalah. Kelihatannya Riani malah disengaja melawan adiknya supaya orang-orang datang lebih ramai. Lila berfikir sebenarnya Riani fikiran nya masih belum dewasa, kelakuannya sama saja seperti adiknya. Ditengah keramaian Riani memarahi adiknya dengan puncak kekesalan yang hebat.
"KALAU MAU COKLAT KAN BISA BELI BESOK!!! KALAU BELI BESOK, BELI AJA TUH SEPUASNYA JANGAN MINTA-MINTA KE ORANG!!! "
Dengan spontan Lila menutup mulut riani karena terkejut mendadak.
"Kenapa sih ni harus berantem ditengah taman seperti ini ?! Malu tau diliatin orang! " pekik Lila sambil melepas tangannya dari mulut Riani.
"Terus kenapa kamu malah nangis? Kamu bisa minta ke aku kok coklatnya" ucap Arum kepada Zian pelan-pelan menahan kesal.
Kakak-kakak SMA yang berkumpul pun pergi dengan riuh tawa. Kelihatannya mereka tertawa karena menganggap hal ini tidak penting. Arum kesal dan merasa bersalah, Ia kesal karena Riani tidak mau kalah, tetapi Ia merasa bersalah karena memakan coklat didepan Zian tanpa menawarkannya. Riani beranjak pergi meninggalkan teman-teman dan adiknya. Kelihatannya Riani sangat kesal, Ia terus mengepalkan tangannya.
"Waduh jadi kacau sekarang, padahal aku mau merencanakan bersama-sama untuk liburan. Soalnya kata ibuku aku akan liburan setelah kakekku dirawat dirumah sakit selama seminggu. " ucap Arum sambil menunduk.
"Iya, padahal waktunya sangat pas, hari pertama libur sekolah kita berkumpul di taman untuk bermain, tapi ujung-ujungnya ada masalah. Aku takut persahabatan kita bertiga hancur karena Riani... " balas Lila sambil berkaca-kaca.
Zian hanya menenangkan diri terdiam mendengarkan teman-teman kakaknya berbicara, Ia merasa bersalah karena sudah membuat semuanya kacau, apalagi sekedar hanya coklat, Ia benar-benar malu!
"Maafkan aku ya, aku membuat kalian tidak nyaman. Gara-gara aku cici jadi marah dan membuat semua orang datang" ucap Zian lesu.
"Iya tidak apa-apa, mungkin cici mu lagi pusing. Lain kali kamu jangan memaksa ya, ayo kita beli coklat! " ucap Arum sambil merangkul Zian. Zian terbelalak senang, pertama kalinya Ia diberikan coklat dengan teman kakanya! Ia berkali-kali mengucap terimakasih. Sebelum pergi ke toko coklat, Lila bertanya sesuatu yang membuat suasana tegang.
"Riani kemana? Dia pulang sendiri? " tanya Lila gelisah.
"Kurang tahu Kak, biasanya kalau menangis atau marah cici pergi kekamarnya lalu tertidur karena terlalu banyak emosi. " jawab Zian polos sambil menggaruk-garuk rambutnya.
Lila dan Arum mengerti, lalu pergi ke toko coklat sambil merangkul Zian. Ya, Zian memang bocah SD yang menggemaskan, Ia masih kelas 4 SD. Kesukaan nya memang coklat, jadi tidak aneh lagi jika Ia senang dibelikan coklat. Tapi meskipun bocah SD yang kecil, Zian sudah sangat menguasai karate. Ya, karate merupakan beladiri asal Jepang yang sangat populer disekolahnya. Meskipun Zian cengeng, Ia berani melawan orang-orang jahat. Sesampainya di toko coklat, Lila dan Arum memilih duduk dan membiarkan Zian untuk memilih sendiri coklatnya. Menurut Zian coklat sangat banyak pilihannya. Ada yang bentuk bulat, kue, wafer, coklat batang, hewan, dan lain-lain. Rasanya pun tidak kalah banyak, ada rasa strawberri, original, durian, susu, dan lain-lain.
Zian memilih 3 coklat, 2 coklat untuk Lila dan Arum, dan 1 coklat untuknya. Mereka membayar lalu memakan coklat dengan lahap, Zian jangan ditanya lagi, Ia makan coklat melebihi lapar. Arum memakan nya sedikit-sedikit karena malu-malu, sedangkan Lila memakan nya dengan cepat. Setelah kenyang mereka pergi dari toko coklat, Lila terus teringat Riani, Ia takut Riani kenapa-kenapa. Tiba-tiba Ia menawarkan pada temannya untuk merencanakan sesuatu.
"Apa kita datangi rumah Riani ya? Aku penasaran Riani sedang apa, aku ingin menyelesaikan masalah ini"
"Kamu yakin La? Takutnya dia masih mengamuk" tanya Arum tidak yakin.
"Nanti kita coba saja datangi, kalau dia mengamuk kita kabur saja. Sebelum itu, kita harus intip jendela kamar nya dahulu. " jawab Lila memulai rencana dengan serius.
"Ia betul kak, aku tidak mau kalau cici marah-marah karena kita datang. Kita harus lihat kondisinya dahulu. " ucap Zian membetulkan Lila.
Mereka bertiga pun menyusun rencana, Lila dan Zian terlihat sangat serius, sedangkan Arum terlihat mengantuk. Arum kurang suka makan coklat karena bisa membuatnya mengantuk sebab coklat terlalu manis. Tiba-tiba Arum tersentak terkejut karena tiba-tiba ditanya oleh Lila saat hampir terpejam karena ngantuk.
"Arum, kamu setuju rencana ini? Soalnya kita perlu banyak bantuan kamu! Kamu kan segala bisa, apalagi mencari jejak! " tanya Lila tiba-tiba.
"Astaga! Ehhhmm... Iya iya... Maaf ngantuk banget" jawab Arum terkejut, padahal Ia belum mengerti apa yang harus dilakukan.
"Ok, semua sudah mengerti ya" ucap Lila cepat-cepat.
Other Stories
The Labsky
Keyra Shifa, penggemar berat kisah detektif, membentuk tim bernama *The Labsky* bersama An ...
Pra Wedding Escape
Nastiti yakin menikah dengan Bram karena pekerjaan, finansial, dan restu keluarga sudah me ...
Dia Bukan Dia
Sebuah pengkhianatan yang jauh lebih gelap dari perselingkuhan biasa. Malam itu, di tengah ...
Tiada Cinta Tertinggal
Kehadiran Aksan kembali membuat Tresa terusik, teringat masa lalu yang ingin ia lupakan, m ...
Curahan Hati Seorang Kacung
Setelah lulus sekolah, harapan mendapat pekerjaan bagus muncul, tapi bekerja dengan orang ...
Blek Metal
Cerita ini telah pindah lapak. ...