Blurb
"Ingat ya, kalau kamu balik ke Malang. Gelang ini harus masih terpasang."
Tama menjaga janji itu selama satu tahun penuh. Ia kembali liburan ke Malang, dengan membawa ikatan janji pada pemilik sepasang mata cokelat yang memberinya hangat di tengah dinginnya kota.
Namun, terkadang takdir lebih dulu menutup usia sebuah janji. Di antara deru kereta dan bait puisi, Tama harus pulang membawa kenyataan bahwa beberapa cerita memang ditakdirkan untuk selesai tanpa sempat diucapkan.
Tama menjaga janji itu selama satu tahun penuh. Ia kembali liburan ke Malang, dengan membawa ikatan janji pada pemilik sepasang mata cokelat yang memberinya hangat di tengah dinginnya kota.
Namun, terkadang takdir lebih dulu menutup usia sebuah janji. Di antara deru kereta dan bait puisi, Tama harus pulang membawa kenyataan bahwa beberapa cerita memang ditakdirkan untuk selesai tanpa sempat diucapkan.
Other Stories
Cahaya Menembus Semesta
Manusia tidak akan mampu hidup sendiri, mereka membutuhkan teman. Sebab dengan pertemanan, ...
Dengan Ini Saya Terima Nikahnya
Hubungan Dara dan Erik diuji setelah Erik dipilih oleh perusahaannya sebagai perwakilan ma ...
Rembulan Di Mata Syua
Pisah. Satu kata yang mengubah hidup Syua Sapphire. Rambut panjangnya dipotong pendek s ...
Ngidam
Clara mengira ngidam anehnya—memegang milik pria lain—akan membuat suaminya murka. Nam ...
Don't Touch Me
Malam pukul 19.30 di Jakarta. Setelah melaksanakan salat isya dan tadarusan. Ken, Inaya, ...
Awan Favorit Mamah
Hidup bukanlah perjalanan yang mudah bagi Mamah. Sejak kecil ia tumbuh tanpa kepastian sia ...