Blurb
Selama dua puluh dua tahun, Asdar merasa hidupnya hanyalah objek disiplin dari ayahnya, seorang petugas Satpol-PP yang kaku dan dingin. Di mata Asdar, ayahnya adalah sosok yang hanya bicara melalui perintah dan teguran, seolah rumah adalah barak militer. Namun, sebuah perjalanan liburan mudik ke rumah nenek memaksa Asdar terus menatap mata elang ayahnya di spion tengah mobil. Di balik diamnya sang ayah, tersimpan cerita tentang kegagalan yang ditelan sendiri dan kasih sayang yang tak pernah terucap. Ketika keserakahan keluarga mengancam satu-satunya kenangan milik ibu, Gesag harus memilih: tetap membenci otoritas ayahnya, atau melesat sebagai salah satu dari "dua peluru" yang selama ini dipersiapkan sang ayah untuk melindungi kehormatan mereka.
Other Stories
Lombok; Tanah Surga
Perjalanan ini bukan hanya perjalanan yang tidak pernah diduga akan terjadi. Tetapi menjad ...
Devils Bait
Berawal dari permainan kartu tarot, Lanasha meramal kalau Adara, Emily, Alody, Kwan Min He ...
Tugas Akhir Vs Tugas Akhirat
Skripsi itu ibarat mantan toxic: ditinggal sakit, dideketin bikin stres. Allan, mahasiswa ...
Melupakan
Dion merasa hidupnya lebih berarti sejak mengenal Agatha, namun ia tak berani mengungkapka ...
Cahaya Dari Menara Camlica
Fatimah, seorang gadis sederhana asal Jakarta, tidak pernah menyangka bahwa sujud-sujud pa ...
Kepentok Kacung Kampret
Renata bagai langit yang sulit digapai karena kekayaan dan kehormatan yang melingkupi diri ...