Kiara
Kenangan itu masih memenuhi memori Kiara. Kue ulang tahun cokelat kesukaannya, lilin yang dijaga sebuah tangan agar apinya tidak meredup, Aska yang memegang tiap sisi alas kue dan berusaha menjaga kue itu agar tidak jatuh dari tangan mungilnya. Sorak ramai langsung memenuhi ruangan.
“Selamat ulang tahun!”
Kiara tersenyum. Memandangi satu persatu orang-orang disekelilingnya.
“Aksa, ayo kita tiup lilinnya.” ucap Kiara pada seseorang disebelahnya. Dan dalam hitungan ketiga mereka berdua meniup lilinnya bersamaan.
Hari itu adalah ulang tahun mereka berdua, Kiara dan Aksa. Dua jiwa yang pernah berbagi napas dalam satu tubuh namun tubuh itu pergi meninggalkan mereka ketika mereka baru saja mengenal dunia.
“Aku punya kejutan lagi buat kalian.”
Aska tiba-tiba menyela. Ia tersenyum memamerkan gigi-giginya yang renggang yang tidak pernah dilupakan Kiara.
“Besok kita ke pantai!” ucap Aska selanjutnya.
“Emang kak Kiara boleh keluar?” tanya Aksa.
“Boleh. Tenang saja, ayahku sudah bilang ke dokter Fara.” jawab Aska.
Kiara tersenyum senang. Badannya yang terasa lemas seperti disuntik energi berkali kali lipat. Ia akan menikmati setiap waktu yang dia habiskan bersama mereka. Waktu yang ia pikir akan menjadi waktu terakhirnya, namun ternyata bukan waktunya yang berakhir, tapi momen itu. Satu momen yang saat ini membuat ia berucap berkali-kali andai saja ia tidak pernah mengenal Askara.
Other Stories
Kating Modus!
Kisah seorang pemuda yang mengikuti organisasi internal di kampusnya. Ia diberi mandat ole ...
Balon Kuning Di Ujung Jalan
Liburan ke rumah teman masa SD sangat menyenangkan apalagi diperkenalkan berbagai permaina ...
Di Bawah Panji Dipenogoro
Damar, adalah seorang petani yang terpanggil untuk berjuang bersama mengusir penjajah Bela ...
Jaki & Centong Nasi Mamak
Jaki, pria 27 tahun. Setiap hari harus menerima pentungan centong nasi di kepalanya gara-g ...
Mozarella Bukan Cinderella
Moza tinggal di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu sejak ia pertama kali melihat dunia. Seseo ...
After Meet You
kacamata hitam milik pria itu berkilat tertimpa cahaya keemasan, sang mata dewa nyaris t ...