Blurb
"Selamat datang di Desa Ria! Di sini, mimpi-mimpi akan terkabul, semua rindu akan terbayar, dan luka lama akan memudar. Kami akan bekerja sekuat tenaga untuk kebahagiaan kalian!
Harganya? Oh, gampang saja: cukup tinggalkan jiwamu selamanya di sini."
Harganya? Oh, gampang saja: cukup tinggalkan jiwamu selamanya di sini."
Other Stories
Perahu Kertas
Satu tahun lalu, Rehan terpaksa putus sekolah karena keadaan ekonomi keluarganya. Sekarang ...
Always In My Mind
Sempat kepikiran saya ingin rehat setelah setahun berpengalaman menjadi guru pendamping, t ...
Kepentok Kacung Kampret
Renata bagai langit yang sulit digapai karena kekayaan dan kehormatan yang melingkupi diri ...
Warung Kopi Reformasi
Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...
Ayudiah Dan Kantini
Waktu terasa lambat karena pahitnya hidup, namun rasa syukur atas persahabatan Ayudyah dan ...
Relung
Edna kehilangan suaminya, Nugraha, secara tiba-tiba. Demi ketenangan hati, ia meninggalkan ...