Prolog; Haruskah Kita Berhenti Di Sini
Tidak semua perjalanan dimulai dengan tujuan yang jelas. Kadang seseorang hanya berjalan karena merasa harus bergerak. Jalan di depan terbentang panjang tanpa peta yang benar-benar bisa dipercaya, sementara waktu terus berjalan tanpa menunggu siapa pun di tengah padatnya massa.
Orang-orang menyebut hidup sebagai sebuah perjalanan. Kalimat itu sering terdengar sederhana, bahkan terlalu sering diucapkan sampai kehilangan maknanya. Padahal jika dipikirkan lebih lama, perjalanan bukanlah sesuatu yang selalu indah.
Ada hari ketika jalan terasa datar dan tenang, tetapi ada juga hari ketika langkah terasa berat karena terlalu banyak hal yang harus dipikirkan. Kadang seseorang berjalan terlalu jauh sampai lupa bagaimana rasanya berhenti.
Itulah mengapa di setiap perjalanan panjang selalu ada satu tempat yang dibuat khusus untuk berhenti sejenak. Tempat itu mungkin terlihat sederhana. Di pinggir jalan, yang mungkin tidak pernah benar-benar diperhatikan oleh banyak orang. Bangunannya tidak selalu besar, kadang hanya terdiri dari beberapa kursi, sebuah warung kecil, dan lampu yang menyala di sepanjang gulita malam.
Namun, bagi orang-orang yang sedang melakukan perjalanan jauh, tempat seperti itu bisa terasa sangat berarti. Di sana seseorang bisa duduk sebentar, meregangkan kaki yang pegal, atau hanya menarik napas panjang setelah terlalu lama berada di dalam kendaraan. Tidak ada yang benar-benar tinggal di sana. Orang-orang akan datang, lalu berhenti sejenak, kemudian melanjutkan sisa perjalanannya lagi.
Meski begitu, tempat singgah seperti itu sering menyimpan cerita tanpa seseorang ketahui. Ada seseorang yang tertawa bersama teman-temannya sebelum kembali ke kota yang penuh kesibukan. Ada keluarga yang berhenti untuk makan malam di bawah lampu jalanan yang redup. Ada juga orang yang hanya duduk sendirian, memandangi kendaraan yang lewat sambil mencoba mengumpulkan keberanian untuk melanjutkan perjalanan.
Tempat itu mungkin hanya sebuah persinggahan sementara. Namun, justru di tempat seperti itulah seseorang menyadari sesuatu yang selama ini tidak ia pahami bahwa perjalanan hidup tidak selalu harus dilalui sendirian.
Kadang seseorang menemukan orang lain yang berjalan di arah yang sama. Mereka mungkin tidak memiliki tujuan yang sempurna, tidak berasal dari tempat yang sama, bahkan tidak selalu sepakat tentang banyak yang ada di dunia.
Akan tetapi, untuk beberapa waktu mereka berjalan beriringan. Berbagi cerita di sepanjang jalan, tertawa pada hal-hal kecil yang mungkin tidak masuk akal bagi orang lain, dan saling menunggu ketika salah satu langkahnya tertinggal sedikit di belakang.
Kebersamaan seperti itu jarang terasa istimewa ketika sedang terjadi. Sering kali orang baru menyadari betapa berharganya momen-momen itu setelah perjalanan berubah arah. Ketika waktu memaksa setiap orang untuk memilih langkahnya sendiri. Di saat seperti itulah, seseorang biasanya menoleh ke belakang dan menyadari bahwa ada masa di mana perjalanan terasa lebih ringan, bukan karena jalannya mudah, tetapi karena ada orang lain yang berjalan di sampingnya.
Orang-orang yang pernah menjadi tempat singgah. Tempat di mana seseorang bisa berhenti sejenak dari semua hal yang melelahkan. Tempat di mana tawa terasa lebih jujur dan keheningan tidak selalu berarti kesepian.
Dalam hidup, tidak semua orang cukup beruntung menemukan tempat persinggahan seperti itu. Beberapa orang terus berjalan tanpa pernah benar-benar berhenti. Mereka terbiasa menanggung semua hal sendirian sampai akhirnya lupa bahwa perjalanan tidak selalu harus dilakukan dengan cara seperti itu.
Sayangnya, bagi mereka yang pernah menemukan tempat singgahnya, sekecil apa pun itu, kenangan tentang tempat tersebut sering kali tetap tinggal lebih lama daripada perjalanan itu sendiri. Pada akhirnya, yang paling diingat dari sebuah perjalanan panjang bukan hanya tujuan akhirnya. Melainkan orang-orang yang pernah berjalan bersama di tengah jalan. Mereka yang pernah menjadi tempat untuk berhenti sejenak sebelum melanjutkan sisa lembaran bertumpuk.
Other Stories
Death Cafe
Sakti tidak dapat menahan diri lagi, ia penasaran dengan death cafe yang selama ini orang- ...
Ablasa
Perjalanan Nindya dan teman-temannya ke Nusakambangan menjadi menyeramkan setelah mereka t ...
Kepentok Kacung Kampret
Renata bagai langit yang sulit digapai karena kekayaan dan kehormatan yang melingkupi diri ...
Ijr
hrj ...
Lombok; Tanah Surga
Perjalanan ini bukan hanya perjalanan yang tidak pernah diduga akan terjadi. Tetapi menjad ...
Aku Bukan Pilihan
Cukup lama Rama menyendiri selepas hubungannya dengan Santi kandas, kini rasa cinta itu da ...