Randa Pulau Rante

Reads
819
Votes
67
Parts
13
Vote
Report
Penulis Janiva Ayu Lestari

Awal Kisah

Kabar tentang penyakit Putri Raisa tidak lagi berhenti di dalam tembok Kerajaan Prabha. Cerita itu menyebar ke berbagai kota dan kerajaan, berubah menjadi kisah-kisah menakutkan tentang kutukan yang membawa bencana.
Berita itu akhirnya sampai ke Kerajaan Anantara.
Di istana Anantara, para penasihat menyarankan agar Putri Raisa diasingkan demi keselamatan kerajaan dan hubungan antarkerajaan.
Ratu Anantara berkata pada putranya, Pangeran Bhima, bahwa ia beruntung karena pernikahan mereka belum terjadi. Namun Bhima terdiam. Ia tidak mampu menyamakan gadis yang pernah ia kenal dengan cerita mengerikan yang kini beredar.
Malam itu, diam-diam ia memerintahkan pengawal kepercayaannya untuk mencari tahu ke mana Raisa akan diasingkan.
Sementara itu di Kerajaan Prabha, sidang besar kerajaan digelar. Aula istana dipenuhi para dewan hukum dan pejabat tinggi. Dengan berat hati, mereka menyatakan bahwa demi keselamatan rakyat, Putri Raisa harus diasingkan dari kerajaan.
Raja Khandra menolak keras keputusan itu. Ia berteriak bahwa Raisa adalah putrinya, bukan kutukan. Namun tekanan rakyat dan para pejabat semakin besar hingga akhirnya keputusan pengasingan tetap disahkan.
Dua hari kemudian, hari pengasingan tiba.
Karena Raisa sudah terlalu marah dan terluka, para pelayan membiusnya dengan ramuan penenang. Saat kesadarannya memudar, para penjaga mengangkat tubuhnya keluar dari kamar seperti seorang tahanan.
Di pelataran istana telah disiapkan kandang besar di atas kereta. Tangan dan kaki Raisa dirantai, seolah ia makhluk berbahaya.
Rakyat berkumpul di sepanjang jalan untuk menyaksikan. Tatapan mereka dipenuhi takut dan jijik.
Di antara kerumunan itu berdiri Arutala. Dengan mata penuh air mata, ia menyaksikan sahabat masa kecilnya diperlakukan seperti makhluk hina.
Kereta pengasingan mulai bergerak meninggalkan istana.
Sebelum kereta keluar dari gerbang, seorang dewan hukum membacakan aturan baru.
Siapa pun yang menemui Putri Raisa di tempat pengasingannya akan dihukum mati.
Kerumunan seketika hening.
Arutala mengepalkan tangannya. Keputusan itu bukan hanya membuang Raisa, tetapi juga memastikan tidak ada seorang pun yang berani mencarinya.
Dari dalam kandang, Raisa yang mulai sadar melihat ke arah kerumunan dan menemukan satu wajah yang tidak menjauh. Arutala.
Untuk sesaat mata mereka bertemu, tatapan penuh luka, tetapi juga kesetiaan.
Kereta itu terus berjalan menjauh, membawa Putri Raisa keluar dari kerajaannya.
Arutala tetap berdiri sampai kereta itu menghilang dari pandangan. Hari itu Raisa kehilangan kerajaannya.
Namun bagi Arutala, hari itu justru menjadi awal dari tekad besar, suatu hari ia akan melawan keputusan itu dan membawa Raisa pulang.
Dan tanpa diketahui siapa pun, di kerajaan lain, Pangeran Bhima juga mulai mencari jejak ke mana gadis itu diasingkan.
Pengasingan itu bukanlah akhir.
Itu adalah awal dari takdir yang akan mengubah segalanya.


Other Stories
Hantu Kos Receh

Mahera akhirnya diterima di kampus impiannya! Demi mengejar cita-cita, ia rela meninggalka ...

Jaki & Centong Nasi Mamak

Jaki, pria 27 tahun. Setiap hari harus menerima pentungan centong nasi di kepalanya gara-g ...

Bali Before Sun Set

Perjalanan di pulau dewata tak hanya menyajikan sesuatu yang amat indah untuk di pandang t ...

Bekasi Dulu, Bali Nanti

Tersesat dari Bali ke Bekasi, seorang chef-vlogger berdarah campuran mengubah aturan no-ca ...

Lantas, Kepada Siapa Ayah Bercerita?

Asdar terpaksa menjalani perjalanan liburan akhir tahun ke kampung halaman sang nenek sela ...

Lam Biru

Suatu hari muncul kalimat asing di layar laptop Harit, kalimat itu berupa deskripsi penamp ...

Download Titik & Koma