Randa Pulau Rante

Reads
819
Votes
67
Parts
13
Vote
Report
Randa pulau rante
Randa Pulau Rante
Penulis Janiva Ayu Lestari

Gema Dari Masa Lalu

Cahaya jingga kemerahan mulai tenggelam di cakrawala Pulau Rante, membasuh pasir pantai dengan warna yang hangat. Di teras sebuah resort kayu yang tenang, Randa, seorang karyawan swasta dari kota besar, menutup buku tua bersampul kulit kusam yang ia temukan di pojok perpustakaan kecil resort tersebut.
Napasnya tertahan. Baris terakhir kisah Putri Raisa, Pangeran Bhima, dan pengorbanan Arutala masih terngiang di kepalanya.
Randa datang ke pulau ini dengan sisa-sisa kewarasan yang hampir habis. Sudah bertahun-tahun ia terjebak dalam ruang yang dingin, menghadapi atasan yang manipulatif, dan sistem kantor yang tidak adil. Ia sering melihat rekan kerjanya yang jujur didepak, sementara mereka yang penjilat naik takhta. Ia merasa seperti Raisa yang terbuang, atau mungkin seperti Arutala, seseorang yang bekerja keras dengan kesetiaan penuh, namun akhirnya "dieksekusi" secara mental oleh sistem yang kejam.

"Ternyata, ketidakadilan kekuasaan itu sudah ada sejak zaman legenda," bisik Randa pada angin laut.

Ia memandang ke arah bukit hijau di tengah pulau, tempat yang dalam buku itu disebut sebagai lokasi pondok Raisa dan Bhima. Legenda itu memberinya sebuah tamparan keras. Raisa lebih memilih hidup di pulau terpencil daripada kembali ke istana yang megah namun busuk. Bhima lebih memilih meninggalkan status pangerannya daripada tunduk pada hukum yang membunuh cinta. Dan Arutala... ia mati demi sebuah keyakinan.
Randa mengambil ponselnya yang sejak awal liburan ia matikan. Layarnya menyala, menampilkan puluhan notifikasi pesan singkat dari grup kantor dan email dari bosnya yang menuntut laporan segera setelah ia kembali.
Ia tersenyum getir. Penat dan frustasi yang membukal di dadanya selama ini tiba-tiba terasa ringan. Ia menyadari bahwa selama ini ia membiarkan dirinya "dirantai" oleh ketakutan akan kehilangan pekerjaan, sama seperti rakyat Prabha yang ketakutan pada kutukan yang sebenarnya tidak ada.
Dengan jemari yang mantap, Randa mulai mengetik sebuah surat elektronik. Bukan laporan yang diminta atasannya, melainkan sebuah surat pengunduran diri.

“Cinta dan kesetiaan tidak seharusnya berjalan beriringan dengan ketidakadilan,” tulisnya, mengutip kalimat dari bagian akhir legenda yang baru ia baca.

Setelah menekan tombol send, Randa menarik napas dalam-dalam. Udara Pulau Rante yang bersih memenuhi paru-parunya. Besok, ia akan pulang bukan untuk kembali ke rutinitas pekerjaannya melainkan untuk memulai hidup baru yang lebih adil bagi dirinya sendiri.
Legenda Putri Raisa dan Arutala mungkin berakhir tragis di masa lalu, namun di tangan Randa, kisah itu menjadi kunci pembuka belenggu masa depannya. Di tepi pantai Pulau Rante, Randa akhirnya menemukan kembali alasan hidupnya yang sesungguhnya.


Other Stories
The Ridle

Gema dan Mala selalu kompak bersama dan susah untuk dipisahkan. Gema selalu melindungi Mal ...

Beyond Two Souls

Saat libur semester, Fabian secara tiba-tiba bertemu Keira, reuni yang tidak direncanakan ...

Warung Kopi Reformasi

Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...

Rembulan Di Mata Syua

Pisah. Satu kata yang mengubah hidup Syua Sapphire. Rambut panjangnya dipotong pendek sep ...

Menantimu

Sejak dikhianati Beno, ia memilih jalan kelam menjajakan tubuh demi pelarian. Hingga Raka ...

Cinta Dua Rasa

Aruna merasa memiliki kehidupan yang sempurna setelah dinikahi oleh Saka, seorang arsitek ...

Download Titik & Koma