Penantian Dan Duka
Hari demi hari berlalu di Pulau Rante, namun cakrawala tetap kosong. Raisa selalu berdiri di tepi pantai setiap senja menyapa, menanti siluet perahu kecil milik Arutala yang biasanya membelah ombak. Penolakan terakhirnya malam itu menghantui setiap mimpinya. Kini, di tengah kesunyian pulau, Raisa akhirnya menyadari sesuatu yang terlambat: kehangatan yang ia rasakan selama ini bukanlah sekadar persahabatan. Ia merindukan tawa Arutala, tangan kasarnya yang telaten merawat tanaman, dan binar matanya yang selalu memuja Raisa tanpa syarat.
"Datanglah, Arutala... Aku baru mengerti sekarang," bisiknya pada angin laut.
Suatu sore, sebuah kapal besar dengan layar megah terlihat mendekat. Jantung Raisa berdegup kencang. Ia berlari ke arah dermaga alami, berharap sosok di atas kapal itu adalah Arutala yang entah bagaimana caranya berhasil kembali. Namun, saat kapal itu merapat, yang turun bukanlah pemuda desa dengan pakaian lusuh, melainkan Pangeran Bhima yang berpakaian zirah perak, membawa sebuah peti kecil berisi ramuan.
"Raisa!" panggil Bhima dengan wajah penuh kelegaan.
"Pangeran? Mana Arutala? Apakah dia bersamamu?" tanya Raisa dengan suara gemetar, matanya mencari-cari ke belakang sang pangeran.
Wajah Bhima seketika berubah muram. Ia menundukkan kepala, menghindari tatapan Raisa. "Raisa... aku datang membawa ramuan ini untuk menyembuhkanmu. Tapi aku juga membawa kabar dari kerajaanmu."
"Di mana dia, Bhima?!" teriak Raisa histeris.
"Arutala telah tiada," ucap Bhima pelan namun tajam bagai sembilu. "Dia tertangkap oleh penjaga perbatasan saat mencoba kembali ke pulau ini. Raja Khandra menganggap tindakannya sebagai pembangkangan berat. Dia... dia telah dieksekusi mati di alun-alun kerajaan kemarin pagi."
Raisa jatuh terduduk di atas pasir. Dunianya runtuh seketika. Jerit tangannya memecah kesunyian Pulau Rante, sebuah tangisan pilu yang menyayat hati. Lelaki yang tulus mencintainya, yang menjaganya saat seluruh dunia membuangnya, kini tewas di tangan ayahnya sendiri. Raisa hancur, lebih hancur daripada saat penyakit itu pertama kali menyerang tubuhnya.
"Datanglah, Arutala... Aku baru mengerti sekarang," bisiknya pada angin laut.
Suatu sore, sebuah kapal besar dengan layar megah terlihat mendekat. Jantung Raisa berdegup kencang. Ia berlari ke arah dermaga alami, berharap sosok di atas kapal itu adalah Arutala yang entah bagaimana caranya berhasil kembali. Namun, saat kapal itu merapat, yang turun bukanlah pemuda desa dengan pakaian lusuh, melainkan Pangeran Bhima yang berpakaian zirah perak, membawa sebuah peti kecil berisi ramuan.
"Raisa!" panggil Bhima dengan wajah penuh kelegaan.
"Pangeran? Mana Arutala? Apakah dia bersamamu?" tanya Raisa dengan suara gemetar, matanya mencari-cari ke belakang sang pangeran.
Wajah Bhima seketika berubah muram. Ia menundukkan kepala, menghindari tatapan Raisa. "Raisa... aku datang membawa ramuan ini untuk menyembuhkanmu. Tapi aku juga membawa kabar dari kerajaanmu."
"Di mana dia, Bhima?!" teriak Raisa histeris.
"Arutala telah tiada," ucap Bhima pelan namun tajam bagai sembilu. "Dia tertangkap oleh penjaga perbatasan saat mencoba kembali ke pulau ini. Raja Khandra menganggap tindakannya sebagai pembangkangan berat. Dia... dia telah dieksekusi mati di alun-alun kerajaan kemarin pagi."
Raisa jatuh terduduk di atas pasir. Dunianya runtuh seketika. Jerit tangannya memecah kesunyian Pulau Rante, sebuah tangisan pilu yang menyayat hati. Lelaki yang tulus mencintainya, yang menjaganya saat seluruh dunia membuangnya, kini tewas di tangan ayahnya sendiri. Raisa hancur, lebih hancur daripada saat penyakit itu pertama kali menyerang tubuhnya.
Other Stories
Reuni
Kutukan Kastil Piano membuat cinta Selina berbalik jadi kebencian, hingga akhirnya ia mema ...
Arti Yang Tak Pernah Usai
Siapa sangka liburan akhir tahun beberapa mahasiswa ini membawa dua insan menyelesaikan se ...
Mission Escape
Apa yang akan lo lakukan jika Nyokap lo menjadikan lo sebagai ‘bahan gosip’ ke tetangg ...
Kau Bisa Bahagia
Airin harus menikah dalam 40 hari demi warisan ayahnya, namun hatinya tetap pada Arizal, c ...
Kuraih Mimpiku
Edo, Denny,Ringo,Sonny,Dito adalah sekumpulan anak band yang digandrungi kawula muda. Kema ...
Desviar : Libur Dari Kata-kata
Dua penulis yang berniat berlibur justru terjebak dalam kolaborasi tak disengaja ketika ke ...