Randa Pulau Rante

Reads
819
Votes
67
Parts
13
Vote
Report
Penulis Janiva Ayu Lestari

Penantian Dan Duka

Hari demi hari berlalu di Pulau Rante, namun cakrawala tetap kosong. Raisa selalu berdiri di tepi pantai setiap senja menyapa, menanti siluet perahu kecil milik Arutala yang biasanya membelah ombak. Penolakan terakhirnya malam itu menghantui setiap mimpinya. Kini, di tengah kesunyian pulau, Raisa akhirnya menyadari sesuatu yang terlambat: kehangatan yang ia rasakan selama ini bukanlah sekadar persahabatan. Ia merindukan tawa Arutala, tangan kasarnya yang telaten merawat tanaman, dan binar matanya yang selalu memuja Raisa tanpa syarat.
"Datanglah, Arutala... Aku baru mengerti sekarang," bisiknya pada angin laut.
Suatu sore, sebuah kapal besar dengan layar megah terlihat mendekat. Jantung Raisa berdegup kencang. Ia berlari ke arah dermaga alami, berharap sosok di atas kapal itu adalah Arutala yang entah bagaimana caranya berhasil kembali. Namun, saat kapal itu merapat, yang turun bukanlah pemuda desa dengan pakaian lusuh, melainkan Pangeran Bhima yang berpakaian zirah perak, membawa sebuah peti kecil berisi ramuan.
"Raisa!" panggil Bhima dengan wajah penuh kelegaan.
"Pangeran? Mana Arutala? Apakah dia bersamamu?" tanya Raisa dengan suara gemetar, matanya mencari-cari ke belakang sang pangeran.
Wajah Bhima seketika berubah muram. Ia menundukkan kepala, menghindari tatapan Raisa. "Raisa... aku datang membawa ramuan ini untuk menyembuhkanmu. Tapi aku juga membawa kabar dari kerajaanmu."
"Di mana dia, Bhima?!" teriak Raisa histeris.
"Arutala telah tiada," ucap Bhima pelan namun tajam bagai sembilu. "Dia tertangkap oleh penjaga perbatasan saat mencoba kembali ke pulau ini. Raja Khandra menganggap tindakannya sebagai pembangkangan berat. Dia... dia telah dieksekusi mati di alun-alun kerajaan kemarin pagi."
Raisa jatuh terduduk di atas pasir. Dunianya runtuh seketika. Jerit tangannya memecah kesunyian Pulau Rante, sebuah tangisan pilu yang menyayat hati. Lelaki yang tulus mencintainya, yang menjaganya saat seluruh dunia membuangnya, kini tewas di tangan ayahnya sendiri. Raisa hancur, lebih hancur daripada saat penyakit itu pertama kali menyerang tubuhnya.


Other Stories
Nina Bobo ( Halusinada )

JAM DINDING menunjukkan pukul 12 lewat. Nina kini terlihat tidur sendiri. Suasana sunyi. S ...

Aparar Keparat

aparat memang keparat ...

Kasih Ibu #1 ( Hhalusinada )

pengorbanan seorang ibu untuk putranya, Angga, yang memiliki penyakit skizofrenia. Ibu rel ...

Garuda Hitam: Sayap Terakhir Nusantara

Aditya Pranawa adalah mantan pilot TNI AU yang seharusnya mati dalam sebuah misi rahasia. ...

Jaki & Centong Nasi Mamak

Jaki, pria 27 tahun. Setiap hari harus menerima pentungan centong nasi di kepalanya gara-g ...

Mobil Kodok, Mobil Monyet

Seorang kakek yang ingin memperbaiki hubungan dengan anaknya yang telah lama memusuhinya. ...

Download Titik & Koma