Kacamata Kematian

Reads
7.9K
Votes
1
Parts
15
Vote
Report
kacamata kematian
Kacamata Kematian
Penulis Nenny Makmun

14. Epilog

Langit
Praak!
Kacamata yang dulunya aku banggakan karena membuatku dipuja banyak wanita kini bingkainya patah jadi dua dan kacanya pun hancur berkeping-keping. Aku sengaja menginjak kacamata itu. Buat apa aku mempertahankan kacamata kematian ini?
Andai saja waktu itu aku tidak punya keinginan jadi ganteng biuar bias dapatkan hati Arshita, pasti sampai sekarang aku masih bias menatap wajah ayunya. Persahabatanku dengan Franco pasti akan baik-baik saja. Apalah daya, nasi sudah jadi spagethy. Itu peribahasa versi baru. Bukankah spaghety masih tetap enak dimakan kalau kita pandai mengolahnya?
Kematian Arshita dan tertangkapnya Franco memberikan pelajaran berharga untukku. Bahwa lebih baik mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh Tuhan. Mulai detik ini aku bersumpah bahwa nggak akan punya keinginan yang aneh-aneh lagi. Aku yakin suatu hari nanti akan ada wanita yang bias menerima kekurangan di wajahku ini.
“Arshita, kamu yang tenang ya di alam sana. Maaf, gara-gara aku kamu harus pergi dari dunia ini. Aku bahagia bisaa dekat denganmu walau hanya dalam hitungan hari.”
THE END   

Other Stories
The Innocent

Rio terbangun di sebuah TKP pembunuhan. Ia menyimpulkan dirinya dan rekanya telah diserang ...

Pada Langit Yang Tak Berbintang

Langit memendam cinta pada Kirana, sahabatnya, tapi justru membantu Kirana berpacaran deng ...

Dua Tangkai Edelweis

Dalam liburan singkat di Cianjur, Rani—remaja tomboy berhati lembut—mengalami pertemua ...

Menantimu

Sejak dikhianati Beno, ia memilih jalan kelam menjajakan tubuh demi pelarian. Hingga Raka ...

Tugas Akhir Vs Tugas Akhirat

Skripsi itu ibarat mantan toxic: ditinggal sakit, dideketin bikin stres. Allan, mahasiswa ...

Cicak Di Dinding ( Halusinada )

Sang Ayah mencium kening putri semata wayangnya seraya mengusap rambut dan berlinang air m ...

Download Titik & Koma